Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Dan Implementasi Mini Minaponik Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin Bejo Suroso; Abdul Jalil; Faridatul Munawaroh; Dhiaz Ari Priyandana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian pangan telah menjadi salah satu isu krusial di Indonesia, terutama dalam rangka menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Yayasan Al-Muhlishin Pakem, Bondowoso, merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sebagai yayasan yang berorientasi pada kemandirian masyarakat, mereka menghadapi beberapa tantangan utama, terutama dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Program Pelatihan dan Implementasi Mini Minaponik untuk Meningkat- kan Kemandirian Pangan dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern yang ramah ling- kungan dan efisien, khususnya dalam hal mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan imple- mentasi sistem mini minaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem siklus air tertutup. Pelatihan yang diadakan pada 28 Februari 2025 dan implementasi pada 16 Maret 2025 diikuti oleh delapan pengurus yayasan yang diberdayakan untuk memproduksi pangan secara mandiri. Selain itu, program ini juga memberikan bantuan tambahan berupa PC baru dengan spesifikasi Core i7 untuk mendukung administrasi yayasan yang sebelumnya terganggu oleh perangkat lama. Hasil dari program ini meliputi peningkatan keterampilan teknis peserta dalam mengelola mini minaponik, pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan, serta peningkatan kapasitas yayasan dalam mengelola administrasi. Pro- gram ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan keluarga, dan memperluas keberlanjutan program melalui replikasi di tingkat komunitas lainnya.
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN BAKU BUNGA MAWAR Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Oktarina Oktarina; Imelita Nasya; Dhiaz Ari Priyandana; Anggi Mediana Muchta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34423

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) “NAWASENA” di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan baku bunga mawar. Kegiatan dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen bunga mawar yang selama ini hanya dijual segar dengan harga relatif rendah dan minimnya keterampilan pengolahan produk bernilai tambah. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan survei, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa demonstrasi dan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknik pembuatan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan anggota KWT, terbukti dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa aroma khas mawar, ramah lingkungan, dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas KWT dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, pemberdayaan perempuan, bunga mawar, sabun cuci piring, pelatihan. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the capacity of the “NAWASENA” Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Sukorambi District, Jember Regency through training in producing dishwashing soap made from rose flowers. The program was initiated due to the abundant harvest of roses, which are commonly sold fresh at low prices, and the limited skills in processing them into value-added products. The implementation stages included survey, preparation, training, mentoring, and evaluation. The training was carried out through demonstration and hands-on practice, enabling participants to gain comprehensive knowledge of soap-making techniques, packaging, and marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as evidenced by higher post-test scores compared to pre-test. The dishwashing soap produced has distinctive advantages, including a natural rose fragrance, eco-friendly properties, and potential to be developed into a community-based business. Therefore, this program successfully strengthened the group’s capacity to utilize local potential, increased the added value of agricultural products, and supported sustainable women’s economic empowerment. Keywords: Women Farmers Group, women empowerment, rose flower, dishwashing soap, training.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK OLAHAN BUNGA MAWAR KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA DI DESA KARANG PRING Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana; oktaarina; Henik Prayuginingsih; Imelita Nasya Diantha; Dhiaz Ari Priyandana; Gini Asaiswati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v10i2.14537

Abstract

The Nawasena Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Jember Regency, has developed various rose-based processed products. However, product marketing has remained limited to word-of-mouth and local sales, resulting in low public brand awareness and limited market reach. This community service initiative aimed to enhance KWT members' understanding of brand awareness and digital marketing, while also providing guidance on developing product identity and digital-based marketing strategies. The methods employed included a participatory communication approach and direct mentoring, encompassing discussions on partner needs, material preparation, pre-testing, sessions on brand awareness and digital marketing, and assistance with creating logos, labels, product catalogs, and e-commerce accounts on Shopee and Instagram. The program concluded with a post-test to evaluate the improvement in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the capacity of Nawasena KWT members to build brand identity and utilize digital media for marketing purposes. Products that previously featured simple packaging were upgraded with more attractive and informative labels. Furthermore, marketing efforts were successfully expanded via social media and online marketplaces, leading to an approximately 20% increase in product demand compared to pre-program levels. An evaluation of the 26 participants showed improved learning outcomes, with the average pre-test score rising from 60 to a range of 80–100 in the post-test. These findings indicate that the outreach and mentoring methods were effective in enhancing the knowledge and skills of the KWT members..