Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Pemberdayaan Petani Pala untuk Mendeteksi Dini Serangan Penyakit Jamur Akar Putih di Aceh Selatan Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Chairudin Chairudin; Irvan Subandar; Siti Aminah; Mita Setyowati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1614

Abstract

Penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) merupakan salah satu ancaman utama bagi tanaman pala (Myristica fragrans) di Aceh Selatan yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem perakaran dan mengakibatkan kematian tanaman jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani pala di Aceh Selatan tentang deteksi dini penyakit jamur akar putih. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 agenda yaitu: Survei lahan tanaman pala yang bergejala penyakit, Edukasi dan praktek pengamatan serangan JAP, dan Pemberdayaan petani mengenai teknik pengendalian JAP pada pala. Program ini melibatkan petani pala, dan penyuluh. Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik pencegahan dan pengelolaan tanah yang dapat mengurangi risiko penyebaran jamur, serta penggunaan pestisida yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat 5 titik lokasi pengamatan yaitu tiga lahan pala di Kecamatan Pasie Raja, Desa Ie Mirah dan dua lahan pala di Kecamatan Tapak Tuan Desa Lhok Bengkuang. Kegiatan ini telah menerapkan Kombinasi metode pelaksanaan edukasi dengan praktek langsung, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan petani terhadap gejala penyakit jamur akar putih, mempercepat penanganan serangan, dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan, sehingga akan berkontribusi pada peningkatan produksi pala, dan kesejahteraan petani di Aceh Selatan. Selain itu dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pemberdayaan petani untuk menghadapi ancaman penyakit tanaman.