Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Story Telling dalam Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa SMAN 14 Gowa Chuzaimah Chuzaimah; Lusy Angraeni
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1711

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui media storytelling. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama 10 sesi melibatkan 28 siswa dan 2 guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 14 Gowa. Dengan menggunakan beberapa metode diantaranya audiolingual, audiovisual, dan Total Physical Response (TPR), siswa dilatih untuk menyimak, memahami, dan mempresentasikan cerita berbahasa Inggris. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan menyimak, berbicara, penguasaan kosakata, dan pelafalan siswa. Guru juga memperoleh wawasan baru dalam penyampaian materi ajar yang lebih menarik dan efektif.
Pelatihan Bahasa Inggris Promosi bagi Siswa Madrasah Tsanawiyah di Makassar Chuzaimah Chuzaimah; Dian Fera Pratiwi; Muftihaturrahmah Burhamzah; Geminastiti Sakkir; Abdullah Abdullah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2527

Abstract

Kegiatan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan program kegiatan mandiri berupa pelatihan bahasa Inggris Promosi bagi MTsN 1 Makassar pada bulan November tahun 2025. Pelatihan difokuskan pada promosi makanan khas Makassar, seperti Pisang Ijo dan makanan lokal lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara Bahasa Inggris serta memperluas kosakata yang berkaitan dengan bahasa promosi. Pelatihan menggunakan metode interaktif, meliputi workshop, simulasi, dan role play, dengan durasi total 5 (lima) jam. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kemampuan berbicara, pelafalan, penguasaan kosakata, serta antusiasme siswa. Produk yang dihasilkan berupa teks promosi dan poster yang menunjukkan kemampuan siswa menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam konteks nyata. Pelatihan ini memiliki manfaat jangka panjang, termasuk kemampuan guru untuk melanjutkan kegiatan serupa dan potensi sekolah menjadikannya program rutin. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan Bahasa Inggris praktis sekaligus mempromosikan budaya lokal melalui makanan khas Makassar.
Mapping Storytelling, Cultural Awareness, and English Language Learning: A Bibliometric-Scoping Analysis of Classroom-Oriented Research Chuzaimah Chuzaimah; Syarifuddin Dollah
Tamaddun Life Vol 24 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tamaddun.v24i2.1040

Abstract

Storytelling has long been positioned as a productive pedagogical resource in English language learning because it connects linguistic form, meaning, imagination, and social experience. However, studies on storytelling and cultural awareness in English as a Foreign Language (EFL) classrooms remain conceptually dispersed across language pedagogy, intercultural communicative competence, children's literature, digital storytelling, and bibliometric methodology. This article revises a narrative literature review into a bibliometric-scoping analysis that maps the intellectual foundations, publication phases, and thematic clusters shaping research on storytelling, cultural awareness, and English language learning. Using a curated corpus of peer-reviewed and scholarly works identified through open scholarly search, publisher pages, ERIC, reference chaining, and methodological sources on science mapping, the study applies descriptive bibliometric mapping, manual keyword normalization, co-word interpretation, and thematic synthesis. The analysis shows that the field has developed through four overlapping phases: foundational theories of communicative and intercultural competence, narrative-based language pedagogy, multimodal and digital storytelling, and systematic or bibliometric consolidation. Five major clusters were identified: intercultural communicative competence, narrative pedagogy, literary and picturebook-based EFL learning, digital storytelling and multimodal composition, and bibliometric research design. The findings suggest that storytelling contributes to cultural awareness when classroom practice moves beyond story exposure toward guided comparison, reflective dialogue, learner identity work, and culturally responsive story production. The study offers theoretical, pedagogical, curriculum, and methodological implications for EFL teachers, teacher educators, materials developers, and researchers. It concludes that storytelling should be treated not as a supplementary motivational activity but as a structured intercultural pedagogy capable of integrating language development, empathy, critical cultural reflection, and learner agency.