Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pengembangan Home Industry melalui Diversifikasi Hasil Olahan Tepung Cangkang Lokan (TCL) di Kelompok Tani Mitra Kana Siti Aminah; Yulia Windi Tanjung; Agustriaty Mulyana; Oviana Lisa; Fajar Septian Sitepu; Devi Novita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1993

Abstract

Bisnis rumahan atau sering disebut home industry termasuk dalam kategori UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang merupakan singkatan dari bisnis kecil biasnaya tidak mendominasi pasar dan dimiliki atau dikelola secara bebas. Pengembangan home industry dapat dimulai dengan melakukan sosialisasi tentang divesifikasi olahan cangkang lokan bagi masyarakat khususnya kelompok tani binaan yaitu Mitra Kana. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dirumah Ketua kelompok tani Mitra Kana, Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meurebo Aceh Barat pada hari Rabu, tanggal 09 Juli 2025 mulai dari jam 08.00 WIB hingga selesai. Anggota kelompok yang hadir berjumlah sebanyak 32 orang, 2 orang narasumber dan 2 orang asisten pelaksana. Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan atau ceramah langsung dan deskripsi contoh yang terdiri atas tahapan persiapan, penyuluhan dan penutupan. Materi sosialisasi ini adalah diversifikasi tentang produk olahan tepung cangkang lokan yang terdiri atas biofertilizer, bahan koagulan water purifier dan bahan pembuatan pakan ternak (pelet) dengan indikator keberhasilan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman anggota kelompok tani yang semula hanya 5 orang yang faham (15,62%) menjadi 27 orang (85%) faham.
Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa Berbasis Web Untuk Meningkatkan Manajemen Administrasi Desa (Studi Kasus : Desa Telaga Bakti Kecamatan Singkil Utara) Rafik Rafik; Khairul Umami; Silva Aulia Salsabila; Widya Afiliani; Alifa Zairinadya; Yenni Yenni; Wira Santia; Siti Aminah; Aswin Nasution
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v2i2.10485

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan publik. Desa Telaga Bakti di Aceh Singkil masih mengandalkan sistem offline untuk pelayanan administrasi dan penyampaian informasi, yang dinilai kurang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Desa sesuai dengan Undang-Undang ITE dan Inpres tentang e-government. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung transparansi pemerintahan, dan memudahkan akses informasi bagi masyarakat, sejalan dengan inisiatif Pemerintahan Terbuka Indonesia (OGI). Penelitian ini menggabungkan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall dan metode penyuluhan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen desa berbasis web. SDLC menyediakan kerangka kerja terstruktur, sementara metode penyuluhan memfasilitasi transfer pengetahuan kepada masyarakat desa. Pengembangan sistem ini mengimplementasikan metodologi Sequential Linear atau yang lebih dikenal dengan model Waterfall, yang terdiri dari lima tahapan sistematis, yakni: analisis kebutuhan (requirements analysis), perancangan sistem (system design), implementasi (coding), pengujian (testing), dan penerapan sistem (deployment). Dalam aspek teknologi, sistem dikonstruksi menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan memanfaatkan framework CodeIgniter versi 3 sebagai kerangka kerja pengembangan back-end, Bootstrap versi 3 untuk antarmuka pengguna (front-end), serta MySQL sebagai sistem manajemen basis data relasional (RDBMS). Pengujian dilakukan dengan metode black box testing. Metode penyuluhan melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk memastikan adopsi sistem yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi desa melalui pengembangan sistem yang memenuhi kebutuhan teknis dan dapat diadopsi secara efektif oleh masyarakat.