Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari Regi Refian Garis; Irfan Nursetiawan; Maulana Sidiq; Muhammad Sultan; Ninis Dwi Rengganis; Suci Naya Andriani; Irgi Aura Aprilia; Galih Ridwan Syaori; Dian Nurdiana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2081

Abstract

Di era modern saat ini, teknologi dan digitalisasi telah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi telah membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, membuat hal-hal lebih transparan, lebih efisien, dan lebih cepat dalam berbagai sektor, seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan. Pemerintah menjadi salah satu sektor yang wajib melek akan digital karena dengan hal tersebut maka akan berdampak baik pada sektor lainnya seperti sektor pariwisata. Desa Tanjungsari menjadi salah satu desa di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi wisata yang baik namun, masih belum dapat dikatakan baik dari segi digitalisasinya. Maka dengan demikian, kelompok PKM mengadakan kegiatan terkait “Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kepariwisataan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Mekar di Desa Tanjungsari, Ciamis. Desa ini memiliki potensi wisata alam rintisan seperti Curug Panganten dan Leuwi Pamipiran, namun Pokdarwis menghadapi beberapa masalah. Permasalahan utamanya ialah rendahnya kompetensi digital anggota dalam promosi dan manajemen pariwisata, serta belum adanya sistem manajemen berbasis teknologi yang terstruktur. Selain itu, pemasaran objek wisata juga belum didukung oleh strategi komunikasi yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis. Dengan penerapan Virtual Office Framework, pengelolaan administrasi, komunikasi, dan promosi wisata menjadi lebih efisien dan profesional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan sektor pariwisata desa dengan menarik lebih banyak wisatawan.