Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Profesionalisme Guru di Sekolah Terpencil melalui Lesson Study dengan Dukungan PGRI guna Penguatan Akreditasi SMPN Satap 1 Wundulako Miftachurohma Nisa; Roslina Roslina; Zakaria Zakaria; Awaliyah Sitti Noer; Syaiful Syaiful; Ghina Ghina
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2311

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru di SMP Negeri Satu Atap 1 Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, melalui penerapan model lesson study berbasis komunitas guru dengan dukungan organisasi profesi PGRI. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah mitra mencakup rendahnya kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran, minimnya pengalaman pelatihan, serta belum adanya dokumentasi praktik baik sebagai bukti akreditasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Model Pengembangan Instruksional (MPI) yang dipadukan dengan siklus lesson study (plan–do–see). Tahapan kegiatan meliputi studi awal, perancangan program pelatihan, pelaksanaan workshop dan praktik lapangan, refleksi pembelajaran, serta evaluasi berbasis instrumen akreditasi BAN-PDM 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek perencanaan dan refleksi pembelajaran guru. Seluruh peserta (15 guru) mampu menghasilkan modul ajar dan RPP Merdeka berbasis deep learning, serta mendokumentasikan praktik baik dalam format digital sederhana. Selain itu, terbentuk komunitas guru reflektif di bawah koordinasi PGRI yang berperan aktif sebagai pendamping pascapelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan dan memperkuat kesiapan sekolah dalam reakreditasi.
Sosialisasi Anti-Bullying dan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di SD Negeri 7 Mawasangka Timur Muhammad Naim Al Jum'ah; Abdul Syukur; Rizmaya Rizmaya; Fatmawati Fatmawati; Syaiful Syaiful; Fauzia Fauzia; Asiari Asiari; Ismail Ismail; Muhammad Yusuf; Ardin Ardin; Yuli Fazira; Alya Amir; Muh. Ferdin Al Rizky Amlis; Pices Fernama Gemilang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3905

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious issue that can hinder children’s psychological and social development. This community service activity aimed to provide early understanding of the negative impacts of bullying while instilling the values of Pancasila as the foundation of character building. Thus, students are expected to be able to reject all forms of bullying behavior and internalize the values of humanity, unity, and justice in their daily lives. The implementation method was carried out through a participatory educational approach, including interactive lectures on the forms and impacts of bullying, group discussions that allowed students to share views and experiences, role-playing to practice the courage to reject bullying, and the use of educational media in the form of posters and visual presentations. Evaluation was conducted through observation of student attitudes and simple questionnaires to measure their level of understanding. The activity was attended by 45 students from grades IV to VI, divided into discussion groups. The results showed a significant increase in students’ understanding. As many as 80% of students were able to mention at least three forms of bullying, 70% demonstrated the courage to reject bullying behavior through role play, and most students understood the application of humanity, unity, and justice values in daily practice. In addition, teachers felt supported by the socialization material and planned to integrate it into classroom learning. This activity concludes that strengthening Pancasila values through anti-bullying socialization can increase awareness and shape students’ attitudes to create a safer and more inclusive school environment. This model of activity presents a new approach to character education by actively involving students and emphasizing the engagement of the school community.