Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan : Pengendalian Hama Padi Sawah dengan Speaker Frekuensi Tinggi dan Lampu Ultraviolet Berbasis Energi Panel Surya Chrystover Rianto Pranoto; Muh. Arifin Ilham; Yoki Raditya; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah; Muhammad Naim; Iriansa Iriansa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2473

Abstract

Kelurahan Sumarambu Kota Palopo merupakan salah satu penghasil tanaman pangan khususnya padi sawah. Hal tersebut dua dukung oleh bentuk tofografi datar dan sumber irigasi yang memadai memungkinkan untuk mendukung Indeks Panen (IP300) dalam setahun. Namun, tingginya serangan hama padi sawah seperti:tikus,wereng,penggerek batang, walang sangit, burung pipit yang sangat sulit dikendalikan meskipun penggunaan pestisida berlebihan yang berdampak pada resistensi hama penyebab gagal panen. Melalui penerapan teknologi alat pengusir hama padi sawah dengan speaker frekuensi tinggi dan lampu ultraviolet tenaga surya, serangan hama padi sawah dapat dikendalikan dengan baik, yang berdampak positif pada kesuburan dan kesehatan tanaman padi mitra. Hasil implementasi teknologi berhasil menurunkan serangan hama padi sawah berada dibawah ambang ekonomi yaitu menurunnya serangan hama tikus sebanyak 75%, burung pipit 70%, wereng coklat 70%, penggerek batang 70%, penggulung daun 55% dan walang sangit 60%, hal berdampak pada penurunan penggunaan pestisida kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan mitra kami dan lingkungan sekitar. Program pemberdayaan tersebut memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi yang mampu mengurangi serangan hama padi sawah, meningkatkan efisiensi dana dikarenakan tidak menggunakan pestisida yang harganya cukup mahal. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut dan penerapan teknologi ini persawahan petani lain, Serta pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk mencapai keberlanjutan usaha pertanian lain.
Smart Farming Berbasis Energi Surya untuk Pengendalian Hama Kakao Ramah Satwa Chrystover Rianto Pranoto; Gela Sefania; Ahmad Fajar; Tiara Ruth; Nurul Fatimah Umar; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah; Sri Hastuty
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.748

Abstract

Kakao merupakan komoditas perkebunan penting, tetapi produktivitas pada tingkat petani dapat terganggu oleh serangan hama dan konflik satwa liar serta tingginya ketergantungan pada pestisida. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi smart farming yang mengintegrasikan pagar elektrik ramah satwa dan perangkap lampu ultraviolet (UV) bertenaga surya pada Kelompok Tani Padangtiku, Kelurahan Rampoang, Kota Palopo. Metode meliputi identifikasi masalah, perancangan dan pemasangan teknologi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring sebelum dan sesudah penerapan. Monitoring dilakukan pada tiga unit sampel, masing-masing 100 buah kakao, pengamatan gangguan monyet selama 30 hari, penggunaan pestisida per siklus, hasil panen, tangkapan perangkap UV selama tujuh malam, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil menunjukkan intensitas serangan buah turun dari rata-rata 42,00% menjadi 12,67% atau berkurang 69,84%. Kejadian masuk monyet turun dari 10 menjadi 3 kejadian per 30 hari, penggunaan pestisida dari 20 menjadi 6 L per siklus, dan produksi dari 120 menjadi 204 kg per periode pencatatan. Perangkap UV menangkap 84 serangga selama tujuh malam; 60 ekor dikategorikan sebagai serangga sasaran berdasarkan lembar monitoring lapangan. Skor pengetahuan, keterampilan pengoperasian, dan keterampilan perawatan masing-masing meningkat dari 50 menjadi 85. Hasil menunjukkan teknologi berpotensi mendukung pengendalian hama kakao yang lebih preventif, hemat energi, dan ramah satwa, meskipun efektivitas kausal masih perlu diuji melalui monitoring lebih panjang dan kelompok pembanding.