Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Penerapan LEISA untuk Produktivitas Pertanian yang Berkelanjutan di Kecamatan Amonggedo-Konawe, Sulawesi Tenggara Syamsu Alam; La Ode Rustam; Asniah Asniah; Laode Muhammad Harjoni Kilowasid; Muhammad Aswar Limi; Anas Nikoyan; Darwis Suleman; Wahyu Muhamad Azhar; Dani Lukman Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPMI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3714

Abstract

Praktik pertanian masyarakat Amonggedo, Kabupaten Konawe masih bergantung pada metode konvensional yang mengandalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan. Hal ini menyebabkan degradasi kualitas tanah dan menurunnya produktivitas pertanian. Selain itu, keterbatasan pengetahuan petani menghambat pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal (Low External Input Sustainable Agriculture/LEISA) melalui pelatihan dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pembenah tanah. Konsep LEISA mengedepankan pada pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pertanian. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, mencakup penyuluhan, pelatihan teknis, dan demonstrasi pengelolaan dan pemanfaatan limbah pertanian. Mitra kegiatan adalah kelompok tani di Desa Matabura, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil pelaksanaan kegiatan tim PkM UHO menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani sebesar 93% setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini menghasilkan perubahan positif dalam praktik budidaya petani, berupa pengurangan penggunaan input kimia dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lahan pertanian melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PRODUKSI SAYURAN SEHAT DI KELOMPOK WANITA TANI WIJAYA KUSUMA KELURAHAN KAMBU KOTA KENDARI Andi Khaeruni; Terry Pakki; Asniah Asniah; Nur Isnaini Ulfa; Mirza Asriyanti Arsyad; Agustono Agustono
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v5i1.526

Abstract

During the current Covid-19 pandemic, the need for healthy food, including vegetables, is significant to increase the body's immunity to free from infection with the disease. The availability of healthy vegetables can be obtained through using the yard by growing vegetables organically. This activity aims to increase community participation in developing organic agriculture and supporting sustainable agriculture during the Covid-19 pandemic. The target of this program is the community of Kambu Village and the city government of Kambu Village, Kambu District, Kendari City. The activities carried out involve participating in various parties (city governments, communities, students, and academics) through counseling, training, demonstrations, and making demonstration plots for organic vegetable cultivation. This guidance hopes that sustainable organic farming will be realized through this guidance. The results of this activity indicate that community participation, especially among members of the women's farmer group Wijaya Kusuma, Kambu Village, has increased in the use of limited land to cultivate healthy vegetables. Public awareness and knowledge about the importance of applying organic fertilizers and vegetable pesticides (eco-enzymes) are increased through these activities. Increased organic fertilizers and eco-enzymes for household-scale vegetable cultivation by the Wijaya Kusuma Farmer Women's Group, Kambu Village, Kambu Village, Kambu District, Kendari City. Availability of healthy food ingredients in the form of sustainable organic vegetables. The collaboration between the city government and academia is increasingly closely intertwined through the activities carried out.