Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALYSIS OF THE APPLICATION OF LAVENDER AROMATHERAPY TO REDUCE FATIGUE IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) UNDERGOING HEMODIALYSIS: A CASE STUDY Muhammad Al-Amin R. Sapeni; Gita Anastasia Soraya; Tri Ayu Yuniyanti; Irawati Anwar; Suwardha Yunus; Iwan Iwan; Veronika Papo Bage
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i02.552

Abstract

Chronic kidney disease is a progressive and irreversible condition that leads to a decline in kidney function, requiring renal replacement therapy. The intensive and prolonged treatment process often results in fatigue, which is one of the most common problems in CKD patients undergoing hemodialysis. Elevated urea levels affect erythropoietin production, resulting in decreased red blood cell count or anemia (low hemoglobin levels), leading to energy and protein loss, decreased appetite, nausea, vomiting, and reduced creatinine production—contributing to decreased skeletal energy production, fatigue, and weakness. Despite the frequent pharmacological interventions, fatigue management is often inadequate due to lack of energy, limiting patients' ability to perform therapeutic activities. One of the easiest and most efficient complementary therapies is lavender aromatherapy, which does not interfere with pharmacological treatments. However, it remains underutilized. In 2022, 143 CKD patients in one hospital presented with fatigue complaints, often leading to repeated care episodes. This case study aims to analyze the application of lavender aromatherapy in reducing fatigue levels in CKD patients undergoing hemodialysis.Methods: This study used a case study design with a pre-post test approach involving 3 patients selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected through direct observation using the FACIT-Fatigue Scale.Results: The results showed a reduction in fatigue levels in all three patients. Initially, they exhibited severe fatigue. After three days of lavender aromatherapy, fatigue levels decreased to mild. Conclusion: The application of lavender aromatherapy led to a decrease in fatigue levels, suggesting that it can be an effective supportive intervention.
Pengaruh Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support terhadap Pengetahuan Kegawatdaruratan Mahasiswa Keperawatan Veronika Papo Bage; Susy Hariaty Situmorang; Muhammad Al – Amin R. Sapeni; Dame Lestaria; Yuliana Hanaratri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56418

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular menuntut respons cepat, ketepatan pengambilan keputusan, serta akurasi tindakan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu upaya edukatif strategis bagi mahasiswa keperawatan dalam mempersiapkan kesiapan klinis sebelum memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BTCLS terhadap tingkat pengetahuan kegawatdaruratan mahasiswa calon lulusan Program Studi Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kegawatdaruratan sebanyak 20 butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan yang signifikan dari 44,50 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test dengan nilai p < 0,001. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 12,86 menjadi 3,92 yang menunjukkan pemerataan tingkat pemahaman setelah pelatihan. Pelatihan BTCLS terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kognitif mahasiswa serta memperkuat kesiapan menghadapi situasi klinis kegawatdaruratan secara profesional. Kata Kunci: BTCLS, Mahasiswa Keperawatan, Pengetahuan Kegawatdaruratan.
Efektivitas Penerapan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Perawat: Literature Review Muhammad Al-Amin R. Sapeni; Irawati Anwar; Tri Ayu Yuniyanti; Veronika Papo Bage; Suwardha Yunus; Iwan Iwan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1504

Abstract

Tingkat kepuasan kerja yang rendah dapat berdampak pada meningkatnya kelelahan kerja, niat berpindah kerja, serta penurunan mutu asuhan keperawatan. Salah satu gaya kepemimpinan yang banyak dikaji dalam konteks pelayanan kesehatan adalah kepemimpinan transformasional, yang menekankan pada pemberian inspirasi, perhatian individual, stimulasi intelektual, serta pembentukan visi bersama. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja perawat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data PubMed, CINAHL, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2016–2025, menggunakan desain kuantitatif atau systematic review, serta secara eksplisit membahas hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja perawat. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara kritis dan disintesis menggunakan pendekatan naratif berdasarkan kesamaan tujuan, variabel, dan temuan penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas studi melaporkan hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja perawat. Kepemimpinan transformasional terbukti meningkatkan kepuasan kerja melalui mekanisme pemberdayaan perawat, penciptaan lingkungan kerja yang suportif, peningkatan motivasi intrinsik, serta penguatan komitmen organisasi. Selain itu, beberapa studi juga melaporkan dampak tidak langsung berupa penurunan burnout dan niat turnover perawat. Namun demikian, kekuatan hubungan tersebut bervariasi tergantung pada konteks organisasi, budaya kerja, beban kerja, dan dukungan sistem manajemen rumah sakit. Kepemimpinan transformasional efektif dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat.