Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Oposisi Nurcholish Madjid dalam Bingkai Politik Islam Junaidi Junaidi; Mulyadi Erman; Syafwan Rozi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i2.18735

Abstract

Kepiawaian, keberanian dan ketajaman intelektual yang dimiliki Nurcholish Madjid mampu merubah dan mendorong terbentuknya mekanisme ide kelembagaan oposisi melalui peran partai politik. Partai oposisi adalah wujud moderasi dari ide demokrasi pancasila yang mengakui hak warga negara dalam tatanan sistem pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan filsafat dan dalam teknik analisa menggunakan metode analisis hermeneutika kritis dan historis. Metode analisis kritis ini digunakan berangkat dari fakta bahwa objek kajian dalam penelitian ini adalah gagasan atau ide manusia yang tertuang dalam bentuk naskah atau karangan seseorang. Metode historis adalah metode penelitian yang didasarkan kepada asumsi bahwa semua gagasan manusia selalu berkembang dan terdapat ketidaksempurnaan berupa kelebihan dan kekurangannya. Hasil penelitian menemukan bahwa era orde baru mendominasi kekuasaan negara dengan platform pancasila mampu mengintervensi rakyat Indonesia selama tiga puluh dua tahun dibawah kepemimpinan presiden Soeharto. Kemantapan stabilitas sebagai ruang untuk menunjang pengembangan tatanan sosial politik dalam usaha demokrasi dan keadilan sosial bagi masyarakat hilang sebagai kekuatan pemantau dan penyeimbang dalam tatanan moderasi demokrasi. Sehingga demokrasi yang sehat harus melahirkan check and balance sebagai wujud kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers dan sebagainya.
Pelatihan dan Pendampingan Literasi Etika Digital Berbasis Nilai Religius bagi Guru di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Junaidi Junaidi; Nurbayti Nurbayti; Zahrotus Sa'idah; Ahmad Ridwan
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.261

Abstract

In the era of digital disruption, teachers are required not only to have pedagogical competence but also to demonstrate social piety in their cyber behavior. However, phenomena show that the educational environment is still vulnerable to cyberbullying practices and digital ethical violations, both those that place educators as victims or unintentionally as perpetrators. Based on an initial survey at Muhammadiyah Al Mujahidin Middle School, 45% of teachers had been involved in toxic debates in WhatsApp groups, 60% did not understand the limits of the ITE Law, and 30% experienced mental anxiety due to the pressure of social media interactions. This condition indicates a disconnection between religious identity in the real world and digital identity. This service aims to transform teachers' social piety through digital ethical literacy based on religious values. The implementation method uses a Participatory Technology Development approach through four stages: (1) Socialization of "Digital Taqwa", (2) Ethics Literacy and Anti-Cyberbullying Workshop, (3) Implementation of Bully Alert, and (4) Clinical mentoring and evaluation. The results of the community service demonstrated a significant increase in participants' understanding of digital ethical literacy, from 35% to 82%, based on a post-test. Furthermore, the formation of internal "Digital Piety Ambassadors" and the drafting of a School Digital Ethics Standard Operating Procedure (SOP) are sustainable outcomes of the program. In conclusion, the integration of religious values ​​into digital literacy education effectively reduces toxic cyber behavior and strengthens teachers' character as role models in the digital space.
DINAMIKA ETIKA DAKWAH DI MEDIA SOSIAL: STUDI KONTROVERSI INTERAKSI GUS MIFTAH DENGAN MASYARAKAT MARJINAL Edi Musoffa; Junaidi Junaidi; Mulyadi Erman; Bayu Permana
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v8i1.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika komunikasi Gus Miftah dalam dakwah digital, khususnya pada kasus viral interaksinya dengan penjual es teh. Urgensi penelitian ini terletak pada benturan antara gaya dakwah merakyat yang frontal dengan ruang publik digital yang rentan terhadap interpretasi ganda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik analisis konten. Data dikumpulkan melalui observasi digital dan dokumentasi dari platform YouTube dan media sosial. Temuan menunjukkan bahwa gaya komunikasi Gus Miftah yang lugas dan humoris efektif menjangkau kalangan marjinal secara langsung di majelis terbatas. Namun, dalam konteks siaran digital yang luas, gaya tersebut melanggar beberapa prinsip etika komunikasi Al-Qur'an, seperti qawlan karima (ucapan mulia) dan qawlan ma'rufa (ucapan baik). Konteks kultural yang diterima di majelis terbatas menjadi kontroversi ketika terkonsumsi oleh audiens digital yang heterogen. Kesimpulannya, pendakwah di era digital harus mampu mengadaptasi kode etik dakwah tidak hanya secara substansial tetapi juga kontekstual terhadap medium siaran, agar pesan dakwah tidak tereduksi oleh polemik etika komunikasi.