Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PREFERENSI KESALEHAN WANITA DALAM FILM RELIGI (STUDI ANALISA FRAMING TERHADAP FILM KHALIFAH KARYA NURMAN HAKIM) Sa`idah, Zahrotus
representamen Vol 5 No 02 (2019): Jurnal Representamen Volume 5 No 02 Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.608 KB) | DOI: 10.30996/representamen.v5i02.2934

Abstract

“Khalifah” is one of Nurman Hakim’s movies that tells about conflict felt by the main figure on understanding Islam and the essence of wearing veil for Muslim after several bombing accidents in Indonesia. This movie had attracted many responses, pros and conts in term of how Hakim presents women’s veil and how he frames the suicide bombing tragedy conducted by terrorists. That is because this movie does not only deliver social reality of women’s veil but it is also demanded to deliver this reality neutrally. This article uses qualitative method and sociological communicative approach in order to seek women’s preferences on expressing their peities. It is found from this article that this movie attempts to neutralize the image of women’s veil in several scenes. Hakim also attempts to capture some bombing tragedies done by terrorists in Indonesia from two figures’ perspectives, namely Khalifah and Rasyid. In the end of the movie, the audiences have been challenged to choose between wearing veil or preserving morals.Keywords: Movie, Piety, Veil.
TRADISI MUHADHARAH MENGKAJI ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DI MTS SALAFIYAH 2 MENGANTI GRESIK Zahrotus Sa'idah
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2019): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v5i2.3418

Abstract

This article aims to study the tradition of “muhadlarah” in Mts Salafiyyah Menganti Gresik. It focuses on how this tradition becomes a medium for the students of Mts Salafiyyah to understand as well as study Islam as a “Rahmatan lil ‘alamin” i.e. Islam for All. This article uses qualitative method and sociology communication approach through in-depth interview with some related resources, particularly headmasters of the school and its Islamic institution. It is found from this research that the tradition of “muhadlarah” play a big role on, in one hand, transforming students for becoming autonomous persons, and on the other hand, rising up their enthusiasm to study Islam as “rahmatan lil ‘alamin”. It is also found that the teachers and assatidz have an important role on directing the students to study and understand Islam. In fact, by conducting this tradition, students have a bigger enthusiasm on reading books about Islam, discussing Islam, and more importantly, attempting to know the danger of radical acts (radicalism) in religious lives and practices.
MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MTs SALAFIYAH 2 GRESIK Zahrotus Saidah; Azizah Giani Rahmah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.557 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5403

Abstract

Mts Salafiyah 2 adalah salah satu dari sekian banyak Madrasah Tsanawiyah yang terletak di kabupaten Gresik Jawa timur. Selama pandemi covid-19 Mts Salafiyah 2 Gresik melaksanakan kegiatan belajar melalui sistem daring sesuai dengan anjuran dari dinas pendidikan Jawa Timur. Untuk itu, demi mengoptimalkan kegiatan belajar, maka Mts Salafiyah 2 Gresik memanfaatkan aplikasi pendukung seperti classroom, hangoutmeet dan zoom. Dan untuk jadwal kegiatan daring disesuaikan dengan jadwal semestinya. Namun di satu sisi, kegiatan ekstrakulikuler dianulir seperti kegiatan ekstrakulikuler KTI (Karya Tulis Ilmiah). Hal ini menimbulkan dilematis sebab di masa pandemi saat ini siswa dapat memanfaatkan belajar di rumah untuk lebih kritis dan cermat memahami konflik sosial dikerana pandemi. Berlandasan pada kondisi tersebut, penulis beserta mitra, yakni Mts Salafiyah 2 Gresik mengadakan pelatihan KTI dengan harapan siswa memiliki pengalaman, pengetahuan serta teknik menulis KTI yang baik dan menarik. Berdasarkan studi kasus tersebut maka kegiatan pengabdian ini mengambil tema pelatihan penulisan KTI dengan memanfaatkan kondisi pro kontra masyarakat terhadap penanganan pandemi di Indonesia sebagai tema pelatihan. Dengan demikian diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan penulisan KTI ini, siswa MTs Salafiyah 2 dapat memiliki kemampuan dalam menulis karya ilmiah.
Pandemi Covid-19: Problematika Belajar Melalui Media Daring Di Ra Salafiyah Surabaya Zahrotus Sa'idah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i1.10209

Abstract

AbstractThis research aims to observe some issues occur in the implementation of E-Learning in RA Salafiyah Surabaya. There are two main things this research would focus on, the first is the issues faced in the E-Elarning in RA Salafiyah during covid-19 pandemic, and the second is the solution offered by RA Salafiyah to solve those issues. This research uses qualitative with descritptive analytic method. This research also uses educational communicative approach to observe the issues. In addition, this study used observation and in-depth interviews against selected speakers and using the theory of diffusion of innovation as a tool in analyzing the findings. Based on the analysis, it is found that RA Salafiyah has faced several issues concerning the E-Learning implementation. Some of wich are the lack of internet and gadget, the lack of knowledge of technonology, and other technical as well as substantive issues. Therefore, RA Salafiyah provides some solutions to solve those issues. Some of which are conducting self assessment (evaluation) during the E-Learning, transforming E-Learning materials, and communicating with students’ parents continiously.Keywords: E-Learning, Pandemic, RA. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengobservasi beberapa masalah yang muncul dalam implementasi pembelajaran daring (E-Learning) di RA Salafiyah Surabaya. Terdapat dua hal yang difokuskan penelitian ini, yaitu berbagai masalah yang dihadapi oleh RA Salafiyah dalam E-Elarning serta solusi yang ditawarkan oleh RA Salafiyah dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif disertai dengan deskriptif analitik. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan komunikasi pendidikan dalam mengobservasi masalah-masalah tersebut. Selain itu, penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara secara mendalam terhadap narasumber terpilih serta menggunakan teori difusi inovasi sebagai alat dalam menganalisa hasil temuan. Berdasakan analisis, ditemukan bahwa RA Salafiyah telah mengahdapi beberapa masalah terkait implementasi E-Learning. Di antaranya adalah keterbatasan internet dan gadget, keterbatasan pengetahuan tentang teknologi, serta masalah lain yang bersifat teknis maupuns substantive. Untuk itu, RA Salafiyah menawarkan beberapa solusi untuk masalah tersebut. Di antaranya, melaksanakan evaluasi diri (self assessment), merubah materi dalam E-Learning, dan berkomunikasi secara kontinyu dengan orang tua murid.Kata kunci: E-Learning, Pandemic, RA.
Pelatihan Dakwah Digital Bagi Para Da’i Muda Di Komunitas Jamuspa Yogyakarta Zahrotus Sai'dah; Achmad Khusnul Khitam; Sri Mulyani Majid
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i1.242

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan akademis kepada para da'i muda yang tergabung dalam komunitas Jam'iyyah Muballighin Sunan Pandanaran (JAMUSPA) di Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sekaligus mengoptimalisasikan dakwah para da'i muda tersebut. Dalam pelatihan ini, para da'i muda tersebut nantinya akan diberikan beberapa materi berupa metode dan strategi dalam menjalankan aktivitas dakwah melalui media dan teknologi. Selain itu, beberapa model pelatihan nanti juga akan disampaikan secara beragam, seperti pelatihan dalam optimalisasi dakwah di media sosial, pelatihan dakwah via media cetak, seperti booklet dan leaflet, serta pelatihan dakwah dalam plaltform audio-visual.  Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para da'i muda JAMUSPA dapat mengoptimalkan teknologi untuk berdakwah terutama di masa pandemi saat ini yang secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam beraktifitas. Dengan melihat kebutuhan dan tujuan pelatihan tersebut, maka pengabdian ini nantinya direncanakan dilakukan secara hybrid; daring dilakukan dengan mengadakan pelatihan sekaligus pendampingan secara berkala sesuai jadwal dalam melaksanakan dakwah melalui media digital, sedangkan luring dilakukan di awal pengabdian dengan mengunjungi kantor komunitas tersebut sekaligus beberapa pengurus. Proses pelatihan dilakukan secara terjadwal dan berkala, yakni dilakukan sebanyak tiga kali pelatihan termasuk sosialisasi awal.
TEMPAT MISTIS PUTRI ERIKA: PEMANFAATAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA PROMOSI ‘WISATA MISTIS’ DI KOTA YOGYAKARTA Oktaviani Tri Jumiatini; Zahrotus Saidah
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 22, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v22i2.13232

Abstract

TikTok is a digital platform founded by ByteDance in 2016 in China. The development of TikTok has increased over years. In fact, TikTok is the most downloaded non-gaming application in 2020. This popularity has indirectly led to many content creators to produce various unique ideas, one of which is Putri Erika, a content creator who consistently presents horror content about mystical tourist attractions in Yogyakarta, namely through Tempat Mistis Putri Erika. By using qualitative methods, this research describes result based on observations, interviews with Putri Erika and Tim, and documentation. Based on the result, it can be concluded that Tempat Mistis Putri Erika is the result of observations about the behavior of the Indonesian people who like things related to the mystical. Certainly, this cannot be separated from the history of their beliefs, namely animism and dynamism. And from the results of these observations, the idea to explore mystical places emerged especially in the Yogyakarta area, which is popular place for culture, values and mysticism, As for the process, media is needed to promote and persuade Tempat Mistis Putri Erika, namely Tiktok media. So, if sorted, the content of Tempat Mistis Putri Erika is the result of technological social construction or also known as Social Construction of Technology (SCOT). Based on these findings, this research is also expected to provide benefits, especially for activists in the field of content creators, both in terms of strategy and in terms of media utilization so that it can be used as evaluation material to create unique and interesting content.
PROBLEMATIKA DALAM EKRANISASI THREAD KKN DI DESA PENARI Rika Nur Rahmawati; Zahrotus Sa'idah
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.013042/jikq.v5i2.198

Abstract

Film KKN (Kuliah Kerja Nyata) Desa Penari merupakan film Indonesia bergenre horor yang cukup sukses. Film ini diambil dari thread di media sosial Twitter yang ditulis oleh SimpleMan pada tahun 2019. Thread tersebut menjadi viral dikarenakan alur cerita yang sistematis dan mengalir serta merupakan cerita nyata. Sejak adanya thread tersebut banyak youtuber yang mulai melakukan explore untuk mencari lokasi asli Desa Penari. Dalam pencariannya tidak hanya mengandalkan pesan tersurat yang disampaikan oleh SimpleMan melalui thread-nya, namun juga mengandalkan pesan tersirat dalam cerita yang secara umum yang merujuk daerah Banyuwangi dan sekitarnya. Akan tetapi dalam proses syuting, setting tempat yang digunakan adalah daerah Yogyakarta sehingga clue budaya Jawa Timur tidak lagi mengerucut ke daerah Jawa Timur. Berdasarkan problematika tersebut peneliti tertarik mengkaji bagaimana bentuk implikasi dari enkranisasi thread KKN di Desa Penari. Maka penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penggiat di bidang perfilman yang tertarik dalam ekranisasi, terutama pada film yang bertemakan budaya dan mistifikasi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tiga tahapan pengumpulan data, yakni observasi nonpartisipan, studi pustaka dan dokumentasi. Untuk analisis data dengan mereduksi, menyajikan dalam bentuk tabel yang dianalisis dengan semiotika Roland Barthes dan dideskripsikan dengan menggunakan teori stimulus respon. Hasilnya, adanya upaya pengaburan di film KKN Di Desa Penari dikarenakan beberapa aduan dari masyarakat Banyuwangi yang beberapa tahun ini kedatangan pemburu ‘Desa Penari’. Selain itu, antusias masyarakat dalam mengunjungi Banyuwangi mulai menurun dan berganti mengunjungi lokasi syuting yang dilakukan di Yogyakarta.
Pembentukkan Karakter Melalui Pelatihan Dasar Kepemimpinan di Sekolah Kawasan Prostitusi Bong Suwung Yogyakarta Zahrotus Sa'idah; Rizka Nanda Salsabila; Atha Sulthan Syaukani Lazuardi; Verawati Widiastuti Bonai
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2800

Abstract

Pelatihan kepemimpinan dasar di Sekolah Senja di Bong Suwung, Yogyakarta, dirancang untuk mengatasi minimnya fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai, serta kurangnya pembelajaran tentang pendidikan kepemimpinan. Dalam pelatihan ini, anak-anak akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepemimpinan melalui kegiatan interaktif, diskusi, simulasi, dan latihan peran. Tujuannya adalah untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerjasama dalam tim, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan dalam diri anak-anak. Melalui pelatihan ini, diharapkan anak-anak dapat menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang positif, mengembangkan sikap proaktif, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam mengambil peran kepemimpinan. Pelatihan ini juga diikuti dengan evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelatihan, serta mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buku pelatihan untuk meningkatkan keberlanjutan dan penyebarluasan pengetahuan tentang pendidikan kepemimpinan. Dengan tindakan ini, diharapkan anak-anak di Bong Suwung dapat menjadi agen perubahan yang positif dan mampu memimpin dengan baik di masa depan.
Pemanfaatan Akun Instagram @jogja24jam Sebagai Media Promosi Industri Kuliner Di Yogyakarta Sigit Triyanto; Zahrotus Sa'idah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6636

Abstract

Akun @jogja24jam merupakan salah satu konten kreator asli Yogyakarta yang berupaya untuk mengenalkan kuliner di Yogyakarta melalui media sosial Instagram sebagai sarana promosi. Oleh karena itu, para pelaku usaha kuliner harus mengatur strategi agar dapat meningkatkan pendapatan dan brand awareness. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui strategi pemanfaatan akun Instagram @jogja24jam sebagai media promosi industri kuliner di Yogyakarta. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori New Media oleh Pierre Levy. Hasil penelitian ini diketahui bahwa media sosial @jogja24jam digunakan sebagai referensi mengenai kuliner di Yogyakarta karena media sosial Instagram dianggap efektif dan efisien dan terdapat fitur lengkap untuk mempermudah pengguna internet dan pelaku usaha. Terdapat beberapa faktor yang dapat menarik audiens diantaranya diskon, harga murah, lokasi yang estetik dan rasa pada kuliner tersebut.
Eksistensi Program Religi Sasisoma Dalam Radio Geronimo FM Dalam Mengenalkan Nilai Islam Di Era New Media Zahrotus Saidah; Wijayanti, Tria
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v5i2.2191

Abstract

This research is based on the researcher's interest in the existence of the Sasisoma program on Radio Geronimo FM, Yogyakarta. In the new media era, almost all society no longer listens to the radio due to the advancement of digital media that provides numerous entertainment and educational content platforms. Therefore, this study aims to explore how the Sasisoma program introduces Islamic values and maintains its existence in the new media era. The research employs a qualitative method with a descriptive approach to systematically depict the facts pertaining to the subject and object at Radio Geronimo, with a focus on the intended research. The data collection techniques include participant observation, semi-structured interviews with the main informant Leila Karina, supporting informant Munif Tauchid, and documentation.To ensure data validity, the researcher employs source triangulation and time triangulation, utilizing the AIDDA theory. The results of this research indicate that the efforts of the Sasisoma program to sustain its existence in the new media era include generating Attention by creating compelling da'wah content and publishing it on social media. Subsequently, Interest is aroused by the broadcasters delivering contemporary da'wah content, leading to Desire through interaction. The Decision phase involves collaborating on digital media platforms, and finally, Action is taken by receiving likes, comments, and shares on the posts.