Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Antimicrobial Activity Test of The Combination of Pineapple Leaf Extract (Ananas Comosus) and Green Betel Leaf Extract (Piper Betle L) Against Candida Albicans Adjani Buaya; Yolanda Eliza Putri Lubis; Suandy Suandy
Journal of Social Research Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i10.2841

Abstract

Candida albicans is an opportunistic fungus that can cause infections, especially in individuals with low immune systems. Efforts to control this fungal infection can be done by utilizing natural ingredients as an alternative antifungal. Pineapple leaves (Ananas comosus) and green betel leaves (Piper betle L) are known to contain active compounds with antimicrobial properties. This study aims to determine the inhibitory power of a combination of pineapple leaf and green betel leaf extracts on the growth of Candida albicans and to compare their effectiveness at various concentrations. This research is a laboratory experimental study using the disc diffusion method. Three groups of extract concentration combinations were used: 20%, 40%, and 60%. The diameter of the inhibition zone was measured in millimeters, and data were analyzed using a one-way ANOVA test followed by a Tukey HSD test. The results showed that the 20% concentration produced the largest average inhibition zone diameter of 38.32 mm, while the 40% and 60% concentrations produced 28.46 mm and 28.31 mm, respectively. The ANOVA test showed a significant difference between groups (p < 0.05), and the Tukey HSD test showed that the 20% concentration was significantly different from the other two groups. The combination of pineapple leaf and green betel leaf extracts at a concentration of 20% was the most effective concentration in inhibiting the growth of Candida albicans compared to concentrations of 40% and 60%.
Escherichia Coli Contamination Test In Thai Tea Drinks In The Ayahanda Street Area In Medan Using The Mpn Method Dorkas Dhea F. Mendrofa; Samuel Joshua Hamonangan Tua Rajagukguk; Suandy Suandy
Journal of Social Research Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i10.2854

Abstract

Thai tea is one of the drinks that are popular with urban people. However, the less hygienic processing and presentation process can be a source of microbiological contamination. This study aims to detect the presence of Escherichia coli in Thai tea drinks sold on Jalan Ayahanda, Medan, using the Most Probable Number (MPN) method. The research design was quantitative descriptive with a laboratory experimental approach, using ten samples from Thai tea sellers. The results showed that all samples were positive for coliform with an MPN value of 15 – 460 MPN/100 mL, eight samples were positive for the BGLB confirmatory test, and one sample (10%) was positive for E. coli in EMB media. Based on the SNI standard (0/100 mL), the positive sample was declared unfit for consumption. These findings confirm the importance of implementing good hygiene and sanitation in the processing and sale of beverages to ensure food safety.
Uji Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Dan Staphylococcus Aureus Layla Zuhra; Yolanda Eliza Putri Lubis; Suandy Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i10.7127

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory condition of the pilosebaceous glands characterized by various types of lesions, commonly affecting adolescents and young adults. Among the principal causative bacteria are Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. Conventional topical antibiotic therapy may lead to side effects such as skin irritation and antibiotic resistance, which points to the importance of alternative antimicrobial agents sourced from natural products. This experimental study aimed to evaluate the antibacterial activity of a combination of ethanol extracts of pineapple leaves (Ananas comosus (L.) Merr.) and green betel leaves (Piper betle L.) against P. acnes and S. aureus. The extracts were prepared using the maceration method with 96% ethanol and tested at concentrations of 20%, 40%, and 60%. Antibacterial activity was determined by the disk diffusion method (Kirby-Bauer) on Nutrient Agar, using clindamycin as the positive control and sterile aquadest as the negative control. The results demonstrated that all concentrations of the extract combination produced inhibition zones against P. acnes (mean diameters: 20.23 mm, 22.69 mm, and 24.85 mm) and S. aureus (mean diameters: 20.51 mm, 20.23 mm, and 24.74 mm), with the greatest effects observed at 60% concentration. Statistical analysis indicated a significant difference in inhibition against P. acnes (p = 0.016), but not against S. aureus. These findings support the potential use of pineapple and green betel leaf extract combinations as alternative topical antibacterial agents for acne treatment, particularly against P. acnes, and warrant further research into their use as natural anti-acne formulations.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan Sistem Kardiovaskular Pada Pengunjung Kedai Kopi di Kota Medan Nova Elisabeth Lumban Gaol; Yolanda Eliza Putri Lubis; Suandy Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7147

Abstract

Kopi merupakan minuman populer dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kontemporer. Kopi mengandung zat bioaktif seperti kafein, asam klorogenat, dan polifenol yang dapat memengaruhi metabolisme glukosa dan sistem kardiovaskular. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang bervariasi mengenai efek konsumsi kopi terhadap kadar gula darah, tekanan darah, dan denyut nadi, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untu memahami hubungan tersebut pada masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi terhadap kadar gula darah sewaktu dan sistem kardiovaskular (tekanan darah dan denyut nadi) pada pengunjung kedai kopi di Kota Medan. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen adalah kebiasaan konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen meliputi kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, dan denyut nadi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Hanami Coffee and Space Medan dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan konsumsi kopi serta pengukuran kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, dan denyut nadi.  Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 22-25 tahun (42,0%), berjenis kelamin laki-laki (91,0%), dan berstatus sebagai mahasiswa (71,0%). Sebagian besar responden memiliki kebiasaan konsumsi kopi kategori sedang dengan frekuensi 1–2 cangkir per hari (95,0%). Mayoritas responden juga memiliki kadar gula darah sewaktu normal (97,0%), tekanan darah kategori prehipertensi (39,0%), dan denyut nadi normal (74,0%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan kadar gula darah sewaktu (p=0,127), tekanan darah (p=0,514), maupun denyut nadi (p=0,724). Kebiasaan konsumsi kopi tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, maupun denyut nadi pada responden yang diteliti.
Variasi Penyakit Kulit pada Pasien Diabetes Melitus di RS Royal Prima Medan Tahun 2022-2024 Dwi Novita Sitorus; Widya Pasca Amir; Suandy Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7189

Abstract

Amputasi dan morbiditas yang signifikan dapat terjadi akibat ulkus diabetikum, salah satu konsekuensi jangka panjang diabetes melitus yang paling umum. Meskipun penelitian telah memperlihatkan hasil yang bertentangan tentang hubungan antara usia dan masalah ini, diyakini bahwa kadar glukosa darah dan usia keduanya memiliki peran. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari kadar glukosa darah pasien di RS Royal Prima Medan antara tahun 2022 dan 2024, riset ini bertujuan untuk menentukan prevalensi ulkus diabetikum sebagai fungsi usia dan berbagai jenis masalah kulit yang mungkin berkembang pada pengidap DM. Tujuan dari riset ini adalah untuk menentukan apakah ada korelasi antara usia dan prevalensi ulkus diabetikum pada penderita diabetes tipe 2 yang diukur dengan kadar glukosa darah. Riset ini menggunakan strategi penelitian analitik potong lintang. Pasien dengan diabetes yang dievaluasi untuk keberadaan ulkus diabetikum dan yang kadar glukosa darahnya diukur berpartisipasi dalam proses pengumpulan data. Kami menggunakan uji Chi-Square, yang membutuhkan ambang batas signifikansi p < 0,05, untuk memeriksa korelasi antara variabel. Dari 58 orang yang mengikuti survei, 36,9% berusia diantara 61 dan 80 tahun dan 46,6% berusia diantara 41 dan 60 tahun. Pasien dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus diabetik, dan ini terutama berlaku pada kategori usia 41–60 dan 61–80. Uji Chi-Square tidak menemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan prevalensi ulkus diabetik (p > 0,05). Akhirnya, ketika melihat terjadinya ulkus diabetik berdasarkan kadar glukosa darah, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan diabetes. Di sisi lain, mereka yang berada dalam kelompok usia paruh baya dan lebih tua yang kadar glukosa darahnya tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus. Untuk menghindari ulkus diabetik, sangat penting untuk menjaga kadar glukosa darah tetap terkendali secara optimal.
Uji Aktivitas Anti-Bakteri Ekstrak Etanol Daun Ashitaba (Angelica Keiskei) Terhadap Bakteri Acinetobacter Baumannii dan Klebsiella Pneumoniae Maretha Ezra Tabitha Sinaga; Samuel Joshua Hamonangan Tua Rajagukguk; Suandy Suandy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8915

Abstract

Masalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat, terutama pada infeksi nosokomial, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae termasuk di antara patogen paling berbahaya yang berkontribusi pada resistensi ini, sehingga infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini sulit diobati. Penelitian ini menyelidiki ekstrak etanol Ashitaba (Angelica keiskei), tanaman obat yang dikenal memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri, sebagai agen antibakteri alternatif potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak etanol Ashitaba terhadap patogen resisten seperti Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae. Potensi antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby–Bauer) untuk mengukur diameter zona hambat pertumbuhan Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae pada berbagai konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi Ashitaba sebagai sumber alami agen antibakteri, menawarkan alternatif bagi antibiotik konvensional dalam mengobati infeksi bakteri resisten.