Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE IMPACT OF FISCAL DECENTRALIZATION ON EDUCATIONAL PERFORMANCE: A MULTILEVEL ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN REGIONAL EXPENDITURE AND STUDENTS' ACADEMIC ACHIEVEMENTS Herlina; Tri Wahyuni; Hanif Saifullah; Widyatmike Gede Mulawarman; Mukhamad Nurhadi
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 5 (2026): APRIL
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20123791

Abstract

This study analyzes the impact of fiscal decentralization on educational performance at the Senior High School (SMA) and Vocational High School (SMK) levels in Balikpapan City, East Kalimantan Province. Using the framework of human capital theory, this study evaluates the extent to which regional spending allocations are converted into student academic outcomes, as measured by indicators of literacy, numeracy, and graduate absorption. Using a qualitative method with a case study design, data were collected through in-depth interviews with stakeholders at the provincial and educational unit levels, as well as documentation from regional financial reports (APBD) and the 2023-2024 Indonesian Education Report. The results show that although East Kalimantan consistently meets the mandated 20% education budget, the effectiveness of this spending is hampered by administrative complexity following the transfer of authority for managing secondary education from the city government to the provincial government. Multilevel analysis reveals a disconnect between high regional fiscal capacity and resource distribution at the school level, where managerial factors and school autonomy are more dominant determinants in influencing academic competency scores than simply nominal budget volume. This study concludes that strengthening fiscal accountability and policy synchronization between levels of government are essential to optimize education investment in the regions.
Optimalisasi Manajemen Mutu Terpadu Melalui Penguatan Keterlibatan Karyawan: Analisis Strategik Di SMA Negeri 7 Balikpapan Tri Wahyuni; Sulfi Ardiansyah; Azainil Azainil; Laili Komariyah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dengan memfokuskan pada variabel keterlibatan karyawan (employee engagement) di SMA Negeri 7 Balikpapan.1 Keterlibatan guru dan tenaga kependidikan sebagai karyawan merupakan pilar utama dalam memastikan keberlanjutan mutu di lembaga pendidikan menengah.2 Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi dimensi semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan penghayatan (absorption) dalam hubungannya dengan kebijakan mutu sekolah.3 Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, analisis dokumen organisasi, serta survei internal keterlibatan karyawan.4 Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 7 Balikpapan mengintegrasikan prinsip MMT melalui budaya kerja "REGALIS", fokus pelanggan (siswa/orang tua) dan manajemen berbasis data atau fakta .6 Analisis data survei menunjukkan tingkat keterlibatan karyawan yang sangat tinggi , terutama pada saat interaksi edukatif dengan siswa.5 Pola manajemen partisipatif melalui rapat koordinasi dan optimalisasi Komunitas Belajar Guru terbukti efektif dalam menyelaraskan tugas individu dengan tujuan strategis sekolahi.3 Meskipun beban administratif yang berulang menjadi tantangan, penerapan otomatisasi teknologi informasi bersama dengan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu proses administratif secara signifikan.8 Penelitian merekomendasikan penguatan sarana dan prasarana digital guna menjaga stabilitas energi mental personel dalam memberikan layanan pendidikan prima.