Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN STRATEGIS KEMITRAAN EKSTERNAL UNTUK MENCAPAI DIMENSI PROFIL LULUSAN Ike Kusumaningrum; Masrur Masrur; Akhmad Akhmad; Lambang Subagyo; Usfandi Haryaka; Amir Masruhim
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/4xksdr09

Abstract

This study aims to obtain an overview of the principal's strategic management in building external collaborations to realize the dimensions of the graduate profile at SD Negeri 007 Samarinda Ulu, which include: Planning, Organizing, Implementing, and Monitoring the External Collaboration Strategic programs. This study uses a case study method with a qualitative approach. The data collected in this research were obtained through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that: (1) planning for external collaboration programs is carried out at the beginning of the school year during learning community activities using SWOT analysis to determine strategic programs. (2) Organizing the external collaboration program involves forming teams based on passion and competence, who will coordinate directly with external parties. (3) The implementation of the external collaboration program has proceeded according to plan. (4) Supervision of program implementation is carried out by the principal through direct, indirect, and document analysis methods. This is followed by reporting to the education office. Keywords: strategic management, principal, external collaboration, graduate profile dimensions.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarab tentang manajemen strategis kepala sekolah dalam membangun kolaborasi eksternal untuk mewujudkan dimensi profil lulusan di SD Negeri 007 Samarinda Ulu yang meliputu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan program Strategis Kolaborasi Eksternal. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan program kolaborasi eksternal dilakukan pada awal tahun pelajaran dalam kegiatan komunitas belajar dengan analisis SWOT untuk menentukan program strategis. (2) Pengorganisasian dalam program kolaborasi eksternal dengan membentuk tim berdasarkan passion dan kompetensi yang akan berkoordinasi langsung dengan pihak ekstrenal. (3) Pelaksanaan program kolaborasi eksternaltelah berjalan sesuai dengan perencanaan. (4) Pengawasan dalam pelaksanaan program dilakukan oleh kepala sekolah secara langsung, tidak langsung, dan analisis dokumen. Dilanjutkan dengan pelaoran kepada dinas pendidikan. Kata kunci: manajemen strategis, kepala sekolah, kolaborasi eksternal, dimensi profil lulusan  
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU MELALUI MOTIVASI KERJA DI SD NEGERI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG Wahyudi Nafarin; Nurlaili; Amir Masruhim; Laili Qomariyah; Usfandi Haryaka; Jamil
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bkqhqd40

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of principals’ transformational leadership style and teachers’ competence on teacher performance, both directly and indirectly through work motivation as an intervening variable. The study employed a quantitative approach using a survey method involving 177 public elementary school teachers in the Samarinda Seberang District. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using path analysis. The results indicate that principals’ transformational leadership style and teachers’ competence have a significant effect on work motivation. Furthermore, work motivation has a significant effect on teacher performance and is able to mediate the influence of transformational leadership and teacher competence on teacher performance. These findings emphasize that improving teacher performance depends not only on professional competence but also on the effectiveness of school leadership in fostering teachers’ work motivation. This study provides practical implications for the management of elementary schools, particularly in strengthening transformational leadership and the continuous development of teacher competence. Keywords: transformational leadership, teacher competence, work motivation, teacher performance.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kompetensi guru terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel antara (intervening). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 177 guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Samarinda Seberang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Selain itu, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru serta mampu memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan kompetensi guru terhadap kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya bergantung pada kompetensi profesional, tetapi juga pada efektivitas kepemimpinan sekolah dalam menumbuhkan motivasi kerja guru. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sekolah dasar, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan transformasional dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, kompetensi guru, motivasi kerja, kinerja guru
EVALUASI PENGELOLAAN PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PT KARUNIA LUMASINDO PRATAMA SAMARINDA Yolanda Prahitna Trisna Della; Amir Masruhim; Saibun Sitorus; Ndan Imang; Henny Pagoray; Jawatir Pardosi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.28228

Abstract

Peningkatan sektor industri dan fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur mendorong meningkatnya produksi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem pengangkutan dan pengumpulan limbah B3 di PT Karunia Lumasindo Pratama (PT KLP) melalui identifikasi proses operasional, kuantitas dan klasifikasi limbah, serta analisis tingkat ketaatan terhadap regulasi pemerintah dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan menggunakan checklist regulasi, data operasional dan wawancara mendalam terstruktur terhadap staf PT KLP. Hasil penelitian menunjukkan ada 38 jenis limbah B3 dengan total volume 11.966,854 ton/tahun pada periode 2025, didominasi oli bekas sebesar 8.718,688 ton/tahun. Volume ini meningkat 53,87% dibanding tahun 2023. Tingkat kepatuhan terhadap regulasi mencapai 86,6% dari 15 parameter uji, dengan ketidaksesuaian pada penggunaan manifest elektronik Festronik di wilayah blank spot internet serta aktivitas operasional malam hari yang tidak sesuai SOP. Pemantauan lingkungan mencakup air tanah, udara ambien dengan nilai TSP 61,69 µg/Nm³ dari baku mutu 230 µg/Nm³, serta kebisingan 66,5 dB(A) dari baku mutu 70 dB(A), seluruhnya memenuhi ketentuan. PT KLP telah memiliki legalitas operasional dan dokumen UKL-UPL yang sah, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan operasional, administrasi digital  dan transparansi pengelolaan guna mencegah risiko kegagalan lingkungan di masa mendatang.
Artificial Intelligence in Primary Education: A Philosophy of Science Inquiry into the Ontological, Epistemological, and Axiological Roles of Elementary School Teachers Yanti Restiawati; Amir Masruhim
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 8 No. 1 (2026): February
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v8i1.2301

Abstract

The rapid expansion of Artificial Intelligence (AI) in education has largely been framed through instrumental benefits such as efficiency and personalization, yet its deeper implications for primary education, where teaching is inherently relational, moral, and developmentally sensitive, remain underexplored. This study examines how AI reshapes the meaning of teaching, knowledge, and educational values for elementary school teachers through a philosophy of science lens. Using a thematic narrative review, literature from Scopus, Web of Science, and Google Scholar was screened, yielding 34 core sources that were analyzed through ontological, epistemological, and axiological dimensions. The findings indicate that AI operates as a set of socio-technical systems, including generative tools, adaptive platforms, and analytic dashboards, that mediate instructional decisions and subtly redistribute agency between teachers and technologies. Epistemologically, AI reshapes knowledge authority by privileging algorithmic outputs, although teacher-led AI literacy and critical mediation can strengthen rather than weaken teachers’ epistemic roles. Axiologically, AI introduces ethical tensions related to teacher wellbeing, children’s vulnerability, data privacy, and equity, particularly within the Indonesian primary education context characterized by uneven infrastructure and digital literacy. The study concludes that AI is not value-neutral in primary schooling; it actively participates in redefining who acts, who knows, and what is valued in the classroom. AI can contribute positively to learning only when positioned as a supportive resource under strong human oversight that preserves teachers’ moral, relational, and epistemic functions, thereby safeguarding the human core of primary education in an increasingly algorithmic world.