Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Parenting Device Management in Developing Parental Educational Awareness Dwi Nugroho Hidayanto; Nurlaili; Titi Dwi Jayanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1480

Abstract

This study aims to obtain parental insight data on the management of gadgets through parenting carried out in the Anak Bangsa Kindergarten and to awaken parents’ education consciousness. The research uses Mixed Methods with an Explanatory Design. Starting from the quantitative method first in full both at the stage of data collection, data analysis and results, and then entering the mixed method, where the quantitative results of 14 respondents are needed for clarification in selecting participants or research subjects as many as 3 people. Enter the qualitative method, namely by collecting data, analyzing data, and results. Interpretation emphasizes quantitative results where qualitative results serve to explain and elaborate quantitative results. The results of the study show that the majority of parents of Anak Bangsa Kindergarten students are very familiar with the principles of education (44%), very well understood with the positives and negatives of gadget use (43%), very well understood with the concept of gadget management (81%), and very well understood with the application of gadget management (86%). Qualitatively, through in-depth interviews, it shows that they have a good understanding of parenting and gadget management and have implemented effective strategies and solutions from what they understand: understand the three domains of education; understand the positive and negative sides of gadget use; understand the concept of gadget management, and; understand in implementing gadget management. The study found that the consistency of understanding and actions of gadget management is paradoxical with the results of previous research, namely the inconsistency of parental understanding obtained from parenting the use of gadgets with their daily application. The conclusion of this research narrows down to one novelty, namely the idea that a combination of three sciences (psychology, sociology, pedagogy) is needed to become a frame in gadget management and to observe further and delve deeper into the phenomenon of consistency and inconsistency of parenting in gadget management.
KOMUNIKASI STRATEGIS DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF SEKOLAH : PADA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AR RAJWAA SAMARINDA SEBERANG Nihan Kristiyani; Sri Wartini; Widyatmike Gede Milawarman; Nurlaili; Masrur Yahya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.30806

Abstract

This research discusses strategic communication in building a positive image of the school implemented by the Ar Rajwaa Integrated Islamic Elementary School through the role of the public relations department.The method in this study uses a descriptive qualitative method, with observation techniques, information collection in the form of data, literature studies and interviews. The results of this study describe the strategic communication process carried out by the Ar Rajwaa Integrated Islamic Elementary School in interacting with students, educators and education staff and parents/guardians and the community so that they can build a positive image of the school. The strategic communication that was prepared was carried out in the form of Islamic communication, transparency and accountability, educational and positive content, and welcoming with hospitality at school. In addition to strategic communication, SD IT Ar Rajwaa carries out imagery through story telling, branding and alumni testimonials and has succeeded in gaining the trust of students' parents and the community. One of the proofs that public trust has been formed and the positive image of is that there are a number of prospective students who have been queuing to become students for the next 3 (three) years.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Penggerak Terhadap Kinerja Guru melalui Kepuasan Kerja di Sekolah Dasar Nurlaili; Laili Komariyah; Widyatmike Gede Mulawarman; Nurul Hidayah; Anang Arief Abdillah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2134

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kepala sekolah melalui kepemimpinannya punya potensi untuk meningkatkan kepuasan dan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1) Kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kepuasan kerja guru, 2) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kinerja guru, 3) Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru, dan 4) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kinerja guru melalui kepuasan kerja. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif jenis kausal. Variabel penelitian terdiri dari kepemimpinan kepala sekolah penggerak sebagai variabel independen, kinerja guru sebagai variabel dependen, dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Populasi adalah semua guru Sekolah Dasar Negeri Samarinda yang dipimpin kepala sekolah dari guru penggerak. Jumlah sampel sebanyak 118 orang guru. Analisis data menggunakan analisis jalur dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa 1) Terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kepuasan kerja guru, 2) Terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kinerja guru, 3) Terdapat pengaruh positif kepuasan kerja terhadap kinerja guru, dan 4) Terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan kepala sekolah penggerak terhadap kinerja guru melalui kepuasan kerja. Kepemimpinan kepala sekolah penggerak mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kepuasan kerja guru, dan berdampak pada peningkatan kinerja guru. Hasil penelitian ini dapat digunakan kepala sekolah sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja guru dengan cara memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja, karena kepuasan kerja mampu menguatkan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru.
Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (SWOT) Terkait Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Sekolah Menengah Atas Kris Gore; Emi Agmin; Bambang Liman; Sakia Darajat; Paridah; Rimayatun; Nurlaili
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2495

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah besar di Indonesia karena limbah organik dan anorganik selalu dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari. Sampah dapat berdampak negatif pada lingkungan, kesehatan, bahkan memicu bencana jika tidak dikelola dengan baik. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kepedulian lingkungan melalui program pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan sampah organik dan anorganik di SMA Negeri 1 Bontang dengan menggunakan metode analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT). Fokus penelitian ini adalah menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat dibuat strategi pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi siswa, guru, dan kepala sekolah sebagai data primer. Selain itu, data sekunder berasal dari laporan sekolah dan KLHK. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekolah memiliki kekuatan internal, termasuk status sebagai sekolah Adiwiyata, fasilitas lengkap, dan tenaga pendidik yang sesuai bidangnya. Peluang eksternal lainnya adalah dukungan pendanaan pemerintah dan tingginya kepedulian warga sekolah. Sementara ancaman dari luar sangat kecil, kelemahan seperti lokasi sekolah yang tidak strategis dan keterbatasan sarana penanggulangan banjir masih dapat diminimalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 1 Bontang berada pada posisi kuadran S-O (agresif), sehingga pendekatan yang paling efektif adalah menggunakan kekuatan internal sekolah untuk mendapatkan peluang dari sumber luar. Studi ini juga menunjukkan SMA Negeri 1 Bontang sebagai model pengelolaan sampah berkelanjutan untuk sekolah lain.