Nur Khasanah
Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KONFLIK SISTEM ZONASI PPBD DALAM LENSA STRATIFIKASI SOSIAL Lu’lu ‘Aabidah; Nur Khasanah
Al-SAMBASY: Jurnal Kajian Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Al- SAMBASY: Jurnal Kajian Pendidikan
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17620880

Abstract

Kebijakan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan telah menimbulkan konflik publik yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konflik dalam sistem zonasi PPDB melalui sudut pandang stratifikasi sosial. Masalah utamanya adalah bagaimana kebijakan yang semula dirancang untuk mengurangi ketimpangan justru menciptakan ketegangan baru yang berasal dari struktur sosial ekonomi yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menganalisis artikel akademis, dokumen kebijakan (Permendikbud), serta laporan terkait pelaksanaan PPDB. Data dianalisis dengan menggunakan analisis konten tematik yang berlandaskan teori stratifikasi sosial dari Bourdieu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik zonasi merupakan wujud dari pertarungan kelas. Kelas atas melakukan konversi modal ekonomi mereka untuk mengakses ruang (manipulasi domisili). Kelas menengah, yang modal budayanya (prestasi akademik) mengalami penurunan nilai, melakukan perang simbolik melalui aksi protes terbuka. Di sisi lain, kelas bawah, yang menjadi target dari kebijakan ini, justru mengalami reproduksi stratifikasi akibat 'terkunci' di wilayah dengan sumber daya yang sedikit. Dalam praktiknya, kebijakan ini memperlihatkan dan bahkan memperkuat stratifikasi sosial yang ada alih-alih membongkarnya.
Dampak Globalisasi terhadap Pola Sosialisasi Pendidikan di Indonesia Mukhamad Zidane Abiansyah; Nur Khasanah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of globalization has brought about significant changes in various aspects of life, including the education sector in Indonesia. Advances in information and communication technology have influenced the way educational socialization occurs, impacting the learning process, value systems, and the roles of socialization agents such as family, school, and community. This research aims to analyze the influence of globalization on the pattern of educational socialization in Indonesia, as well as explore the challenges arising from the secularization and commercialization of education. The method used in this study is a literature review with a descriptive qualitative approach through mapping various relevant books, scientific journals, and library sources. The research findings indicate that globalization has positive impacts, such as technology-based learning innovation, increased access to information, and the strengthening of human resource competencies. However, on the other hand, globalization also presents negative impacts, such as inequality in educational access, the commercialization of educational institutions, and the erosion of moral and spiritual values. Therefore, it is important to make adjustments to the national education system to balance technological advancements with the strengthening of character, social values, and the role of the family in the educational socialization process, so that education in Indonesia remains focused on forming individuals who are knowledgeable and have good character.
Pentingnya Pendidikan Berkarakter Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi Jihaan Rihhadatul Aisy; Muhammad Muzaki; Luna Aiswara; Nur Khasanah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan berkarakter dalam menghadapi tantangan globalisasi melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif. Globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan interaksi budaya global membawa berbagai dampak bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral, sosial, dan kompetensi. Peserta didik kini dihadapkan pada maraknya konten negatif, rendahnya literasi digital, serta tuntutan persaingan global yang semakin tinggi. Melalui pendidikan karakter, sekolah dapat membangun benteng moral, memperkuat identitas diri, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta menanamkan etika digital yang bertanggung jawab. Pendidikan berkarakter tidak hanya membentuk pribadi yang berakhlak, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di era global dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral. Strategi penerapan pendidikan karakter dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran, penguatan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berkarakter merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, tangguh, berdaya saing, dan berkepribadian kuat di tengah derasnya arus globalisasi.
Etika Profesi dan Tanggung Jawab Guru di Era Digital terhadap Kualitas Interaksi Pembelajaran di SMA Helmy Nabil Fawwazi; Feby Khoirinnisa Wahidah; Zuhrifa Putri Sulistyo; Nur Khasanah
CAHAYA: Journal of Research on Science Education Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/cahaya.v4i2.479

Abstract

This study discusses the role of professional ethics and teacher responsibility in the digital era toward the quality of learning interactions in senior high schools (SMA). The development of digital technology has changed learning patterns and created new challenges related to professionalism, communication ethics, and the use of technology in education. Teachers are required not only to master technology, but also to apply ethical values and professional responsibility in the learning process. This study uses a qualitative approach through library research by analyzing journals, books, and scientific articles related to teacher professional ethics, digital learning, and learning interaction quality. The results show that professional ethics and teacher responsibility have an important influence on the quality of digital learning interactions. Teachers who have good ethical awareness and digital literacy are able to create communicative, interactive, and meaningful learning processes. In addition, the use of technology that is balanced with ethical values can improve professionalism, student participation, and the effectiveness of learning interactions in SMA.
Eksposur Visual tanpa Izin di TikTok: Analisis Kritis Privasi Anak Usia Dini Alya Nabila Nailatul Izza; Tasya Tasya Aulia Zahra; Nur Khasanah
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v4i1.768

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai media sosial berbasis video pendek telah memengaruhi praktik dokumentasi dan publikasi kegiatan pembelajaran di lingkungan pendidikan anak usia dini. Guru PAUD semakin sering membagikan video aktivitas anak di sekolah, tetapi praktik tersebut berpotensi menimbulkan persoalan privasi ketika wajah, suara, ekspresi, atribut sekolah, dan aktivitas personal anak dipublikasikan tanpa mekanisme persetujuan yang jelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pelanggaran privasi anak usia dini melalui eksposur visual tanpa izin di TikTok serta mengkaji perilaku digital guru PAUD dari perspektif etika digital dan perlindungan hak anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-kritis. Data dikumpulkan melalui observasi digital non-partisipan, dokumentasi konten TikTok, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama, yaitu pergeseran fungsi dokumentasi pembelajaran menjadi konsumsi publik, eksposur identitas visual anak, lemahnya mekanisme persetujuan, pengaruh budaya viralitas, dan terbentuknya jejak digital anak sejak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik eksposur visual anak di TikTok bukan hanya persoalan penggunaan media sosial, tetapi juga menyangkut tanggung jawab profesional guru dalam melindungi privasi, martabat, dan kepentingan terbaik anak di ruang digital.