Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Hukum sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo Ahmad Syaifuddin Romli; Ana Billah; Ah. Fathan Azhari; Qikeq Dwi Safitriningrum
Sejahtera: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : PT Cendekia Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early marriage remains a social problem, resulting in violations of children's rights, poor educational quality, and health and social risks within families. Although the minimum age for marriage is regulated by Law Number 16 of 2019, the practice of underage marriage is still found in various regions, including Curahgrinting Village, Probolinggo City. This community service activity aims to increase public understanding and legal awareness as an effort to prevent early marriage. The method used is an educational and participatory approach through legal outreach, interactive discussions, and Q&A sessions involving adolescents, parents, and community leaders. The activity stages included preparation, implementation, and evaluation, using pre- and post-test instruments to measure participants' understanding. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and legal awareness regarding the minimum age for marriage and the legal and social impacts of early marriage. Furthermore, participants demonstrated a change in attitudes toward preventing early marriage. This activity demonstrates that legal education can be an effective and sustainable preventive measure in supporting the protection of children's rights and strengthening public legal awareness. Keywords: legal education; early marriage; community service; child protection
Pendampingan Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting Kota Probolinggo Ah. Fathan Azhari; Ahmad Syaifuddin Romli; Qikeq Dwi Safitriningrum; Septia Wulandari; M. Firdaus Dwi Septian
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/psv0rj44

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo, yang dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum, faktor ekonomi, serta tekanan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai batas usia perkawinan serta dampak sosial dan hukum dari praktik pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum berbasis partisipatif melalui pendekatan pendidikan masyarakat dan advokasi komunitas, melibatkan tokoh agama, aparat kelurahan, dan kelompok remaja sebagai peer educator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum peserta, dari 62% sebelum penyuluhan menjadi 88% sesudahnya, serta munculnya inisiatif masyarakat dalam membentuk kelompok edukator sebaya untuk melanjutkan kampanye kesadaran hukum. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran hukum serta memperkuat perlindungan anak di tingkat lokal. Oleh karena itu, program pendampingan ini memiliki nilai penting sebagai model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi untuk mencegah pernikahan dini di wilayah lain.