Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENAFSIR ULANG BENTHAM DAN MALTHUS TENTANG KONSEP KONSUMSI BERKELANJUTAN Jazila Zahroul Hasby; Septia Wulandari; Ahmad Syaifuddin Romli; Reza Hilmy Luayyin
Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global economic developments have shifted consumption patterns toward short-term gratification, often neglecting environmental sustainability. This study aims to examine the relevance of classical economic thought—specifically that of Jeremy Bentham and Thomas Robert Malthus—regarding sustainable consumption from the perspective of university students. Using a qualitative library research approach, supported by questionnaires and limited interviews, the findings reveal that most students understand Bentham’s utilitarian principle of maximizing collective happiness and Malthus’ theory of limited natural resources. However, real-life application remains limited, with practical considerations such as affordability and convenience taking precedence. Students tend to adopt a hybrid perspective that combines ethical values with ecological awareness. This study highlights the importance of integrating classical theories with modern sustainability challenges to foster more conscious consumption behavior, as well as the strategic role of higher education in promoting behavioral change among the younger generation. Kata kunci: Konsumsi Berkelanjutan, Jeremy Bentham, Thomas Malthus, Mahasiswa, Utilitarianisme, Keterbatasan Sumber Daya
Pendampingan Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting Kota Probolinggo Ah. Fathan Azhari; Ahmad Syaifuddin Romli; Qikeq Dwi Safitriningrum; Septia Wulandari; M. Firdaus Dwi Septian
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/psv0rj44

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo, yang dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum, faktor ekonomi, serta tekanan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai batas usia perkawinan serta dampak sosial dan hukum dari praktik pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum berbasis partisipatif melalui pendekatan pendidikan masyarakat dan advokasi komunitas, melibatkan tokoh agama, aparat kelurahan, dan kelompok remaja sebagai peer educator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum peserta, dari 62% sebelum penyuluhan menjadi 88% sesudahnya, serta munculnya inisiatif masyarakat dalam membentuk kelompok edukator sebaya untuk melanjutkan kampanye kesadaran hukum. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran hukum serta memperkuat perlindungan anak di tingkat lokal. Oleh karena itu, program pendampingan ini memiliki nilai penting sebagai model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi untuk mencegah pernikahan dini di wilayah lain.