Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bioplastik Berbasis Pati Sagu dengan Penambahan Filler Microfibrillated Cellulose dan Refuse-Derived Fuel Khairunisa Betariani; Puji Rahayu; Winda Sri Jaman; Mohammad Wirandi
Nucleus Journal Vol. 4 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/nucleus.v4i1.4105

Abstract

This study aims to develop starch-based bioplastics using sago starch with the addition of Microfibrillated Cellulose (MFC) and Refuse-Derived Fuel (RDF) fillers to enhance mechanical properties and material sustainability. Sago starch was selected as the base material due to its biodegradability, while MFC derived from empty palm oil fruit bunches served as a structural reinforcement, and RDF was introduced as an additional filler sourced from processed organic and inorganic waste. The bioplastic production process involved starch gelatinization, mixing with MFC and RDF solutions, addition of sorbitol as a plasticizer, casting, and natural drying. Characterization included morphological analysis and mechanical testing. Results showed that the sago starch+MFC bioplastic exhibited a more homogeneous surface morphology and superior mechanical properties, with a maximum tensile strength of 10.6 MPa and elongation at break of 5.7%. The addition of RDF increased material density but reduced homogeneity and toughness, with fracture energy per volume drastically decreasing from 488.28 kJ/m³ to 41.15 kJ/m³. Overall, the combination of sago starch and MFC offered better mechanical performance, while RDF addition requires optimization to maintain structural integrity. This innovation supports waste utilization and promotes circular economy principles in the development of environmentally friendly materials.
Pengaruh Energizer Kerang Dara, Kerang Hijau, dan Kerang Tiram terhadap Kekerasan Perkakas Potong HSS pada Proses Powder Nitriding Hendra Setyawan; Winda Sri Jaman; Muhammad Luthfi Sonjaya; Tito Alfarizi
Majalah Teknik Industri Vol 32 No 2 (2024): Majalah Teknik Industri
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkakas potong dari High-Speed Steel (HSS) memiliki peran krusial dalam industri manufaktur, terutama dalam proses pemotongan dan pembentukan material. Kekerasan dan ketahanan aus dari perkakas potong sangat mempengaruhi efisiensi dan kualitas produksi. Proses nitriding adalah metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik HSS, dengan tujuan meningkatkan kekerasan permukaan dan ketahanan aus melalui difusi nitrogen ke dalam material. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan bahan alami sebagai energizer dalam proses powder nitriding, khususnya cangkang kerang dara, kerang hijau, dan kerang tiram. Bahan-bahan ini kaya akan kalsium karbonat (CaCO3) dan mineral lain yang dapat memperkuat hasil nitriding. Sampel HSS tanpa perlakuan nitridasi memiliki kekerasan dasar 784,73 HVN, digunakan sebagai baseline untuk mengevaluasi efektivitas proses nitriding dengan energizer kerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis kerang mampu meningkatkan kekerasan HSS, dengan cangkang kerang tiram memberikan peningkatan tertinggi hingga 71,6% (1346,47 HVN) pada suhu 600°C selama 3 jam. Kerang hijau menunjukkan stabilitas kekerasan yang baik di berbagai kondisi, sedangkan kerang dara mengalami penurunan kekerasan pada suhu tinggi, akibat over-diffusion nitrogen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan energizer cangkang kerang, terutama kerang tiram pada proses powder nitriding, dapat meningkatkan kekerasan HSS secara signifikan.
Analisis Penerapan K3 di Lingkungan Laboratorium Politeknik Industri Petrokimia Banten Triani Aulya Fitri; Winda Sri Jaman
Majalah Teknik Industri Vol 32 No 2 (2024): Majalah Teknik Industri
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan laboratorium Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB). Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan kuesioner yang diberikan kepada 115 mahasiswa dari tiga program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami pentingnya K3 dan penerapannya di laboratorium. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas laboratorium, pemahaman mahasiswa terhadap risiko kerja, dan kepatuhan terhadap aturan K3. Peningkatan implementasi K3 sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih aman dan meminimalisir risiko kecelakaan.