Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Manajemen Even Pada Pengurus OSIS SMA N 3 Rambah Di Acara Futsal Liga Pelajar Rokan Hulu Arisman Aris; Suhermon; Ferri Hendriyanto; Rani Zahra; Siska; Debby Indah; Tofikin; Hendri Mulyadi
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 6 No 1 (2025): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56313/jmnr.v6i1.407

Abstract

This activity is located at SMA N 3 Rambah, Rambah District, Rokan Hulu Regency which has received accreditation B. Sports are a means to develop students' cognitive, affective, and psychomotor abilities. The purpose of this service is to provide insight to school student organization administrators in sports event management. The implementation time is in January 2025 at SMA 3 Rambah. The method in this study is a direct trial in the field. The number of participants is 18 students
Pelatihan Massage Pijat Kebugaran Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.B Kabupaten Rokan Hulu: Pelatihan Massage Pijat Kebugaran Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.B Kabupaten Rokan Hulu Resdianto; Deri Putra; Debby Indah; Hendri Mulyadi
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 7 No 01 (2026): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56313/jmnr.v7i01.508

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki fungsi tidak hanya sebagai tempat pembinaan tetapi juga sebagai sarana pengembangan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar mampu kembali ke masyarakat secara produktif. Salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dapat diberikan adalah pelatihan keterampilan pijat kebugaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi WBP dalam bidang massage atau pijat kebugaran sehingga dapat menjadi bekal keterampilan kerja setelah bebas dari masa pidana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan berbasis kompetensi yang meliputi pemberian materi teori, demonstrasi teknik, praktik langsung, serta evaluasi melalui tes praktik dan tes tertulis. Pelatihan dilaksanakan selama 48 jam pelajaran dengan materi meliputi motivasi kewirausahaan, dasar anatomi tubuh, teknik dasar massage, praktik pijat pada bagian tubuh tertentu, serta higiene dan sanitasi kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar pijat kebugaran dan mempraktikkan teknik dasar massage secara benar. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan peluang kerja bagi WBP setelah bebas serta mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas. Program ini juga berpotensi menurunkan tingkat residivisme melalui peningkatan keterampilan kerja dan peluang wirausaha bagi WBP.