Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Massage Pijat Kebugaran Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.B Kabupaten Rokan Hulu: Pelatihan Massage Pijat Kebugaran Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.B Kabupaten Rokan Hulu Resdianto; Deri Putra; Debby Indah; Hendri Mulyadi
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 7 No 01 (2026): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56313/jmnr.v7i01.508

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki fungsi tidak hanya sebagai tempat pembinaan tetapi juga sebagai sarana pengembangan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar mampu kembali ke masyarakat secara produktif. Salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dapat diberikan adalah pelatihan keterampilan pijat kebugaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi WBP dalam bidang massage atau pijat kebugaran sehingga dapat menjadi bekal keterampilan kerja setelah bebas dari masa pidana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan berbasis kompetensi yang meliputi pemberian materi teori, demonstrasi teknik, praktik langsung, serta evaluasi melalui tes praktik dan tes tertulis. Pelatihan dilaksanakan selama 48 jam pelajaran dengan materi meliputi motivasi kewirausahaan, dasar anatomi tubuh, teknik dasar massage, praktik pijat pada bagian tubuh tertentu, serta higiene dan sanitasi kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar pijat kebugaran dan mempraktikkan teknik dasar massage secara benar. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan peluang kerja bagi WBP setelah bebas serta mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas. Program ini juga berpotensi menurunkan tingkat residivisme melalui peningkatan keterampilan kerja dan peluang wirausaha bagi WBP.
Pengaruh Senam Aerobik dan Basal Metabolic Rate Terhadap Perubahan Berat Badan pada Anggota Sanggar Senam RKC Fitria Agustin; Ardo Yulpiko Putra; Resdianto
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/pok.v2i3.435

Abstract

Permasalahan obesitas terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang cenderung minim aktivitas fisik. Upaya pengendalian berat badan memerlukan pendekatan yang komprehensif, di antaranya melalui senam aerobik dan pengelolaan Basal Metabolic Rate (BMR) sebagai faktor fisiologis yang berpengaruh terhadap metabolisme energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara senam aerobik dan BMR terhadap perubahan berat badan pada anggota Sanggar Senam RKC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Sanggar Senam RKC di Desa Tambusai Utara sebanyak 25 orang, yang sekaligus dijadikan sampel dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan sebelum dan sesudah latihan, perhitungan BMR menggunakan rumus Mifflin-St Jeor, serta penyebaran kuesioner aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara senam aerobik dengan perubahan berat badan (r = -0,825; p < 0,05) serta antara BMR dengan perubahan berat badan (r = -0,732; p < 0,05). Secara simultan, senam aerobik dan BMR memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan berat badan (R² = 0,741; F = 30,487; p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa semakin rutin seseorang melakukan senam aerobik dan semakin tinggi nilai BMR yang dimilikinya, maka semakin besar potensi penurunan berat badan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan program pengelolaan berat badan berbasis komunitas yang menekankan pentingnya aktivitas fisik teratur dan pemantauan kondisi metabolik individu.
Survei Tingkat Pemahaman Peserta Didik Dalam Pembelajaran PJOK (Format Klasikal) di SMPN 1 Rambah Samo Burhan; Muarif A.P; Resdianto
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i2.101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai dasar pengembangan keterampilan motorik, pengetahuan kesehatan, serta sikap positif terhadap aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran PJOK di SMP Negeri 1 Rambah Samo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Instrumen penelitian berupa kuesioner, sedangkan populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Rambah Samo dengan jumlah sampel 58 siswa yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data dianalisis dengan mengkategorikan tingkat pemahaman siswa ke dalam lima kelompok, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa berada pada kategori sangat rendah (3,45%; n = 2), rendah (26,86%; n = 15), sedang (44,83%; n = 26), tinggi (22,41%; n = 13), dan sangat tinggi (3,45%; n = 2). Mayoritas siswa (44,83%) berada pada kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa pemahaman mereka terhadap materi PJOK masih perlu ditingkatkan agar mencapai kategori tinggi maupun sangat tinggi. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan dalam penguasaan konten pembelajaran, meskipun siswa telah mengikuti proses pembelajaran secara formal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pemahaman pada kategori sedang, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran PJOK melalui strategi, metode, maupun media pembelajaran yang lebih inovatif agar siswa dapat mencapai tingkat pemahaman yang optimal
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dengan Kecepatan Berenang 25 Meter Gaya Bebas Pada Klub Silimang Agung Prayoga; Ardo Yulpiko Putra; Resdianto
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i2.103

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kekuatan otot lengan sebagai salah satu faktor fisik yang berperan dalam menunjang kecepatan renang, khususnya pada nomor gaya bebas jarak pendek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan berenang 25 meter gaya bebas pada atlet Klub Silimang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 20 atlet renang yang dipilih secara purposive. Data kekuatan otot lengan diperoleh melalui tes push-up, sedangkan kecepatan berenang diukur menggunakan tes waktu pada jarak 25 meter gaya bebas. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 16 atlet (80,0%) memiliki kekuatan otot lengan dalam kategori sedang dan 4 atlet (20,0%) dalam kategori baik. Kecepatan berenang 25 meter gaya bebas rata-rata sebesar 20,7 detik dengan rentang 16–26 detik, di mana mayoritas atlet (55,0%) berada pada kategori sedang. Uji asumsi klasik mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,183, yang berarti terdapat hubungan negatif rendah antara kekuatan otot lengan dan kecepatan renang, sehingga semakin kuat otot lengan cenderung diikuti oleh semakin cepat waktu tempuh renang. Kesimpulannya, kekuatan otot lengan memiliki kontribusi terhadap performa kecepatan berenang, meskipun dalam kategori hubungan yang rendah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kekuatan otot lengan dalam program latihan, namun juga membuka peluang untuk meneliti faktor-faktor lain seperti kekuatan otot kaki, teknik, dan daya tahan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menggunakan desain eksperimen untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan performa renang.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Basal Metabolic Rate dengan Indeks Massa Tubuh Pada Siswa Kelas V SD Negeri 031 Tambusai Utara Dwi Adella Julianti; Ardo Yulpiko Putra; Resdianto
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i2.104

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada siswa kelas V SD Negeri 031 Tambusai Utara yang menunjukkan variasi dalam Indeks Massa Tubuh (IMT), yang dapat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik dan Basal Metabolic Rate (BMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan BMR terhadap IMT pada siswa sekolah dasar tersebut. Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 031 Tambusai Utara, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari kuesioner PAQ-C untuk mengukur aktivitas fisik dan data antropometri untuk menghitung nilai BMR serta IMT. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan IMT siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,292 dan nilai signifikansi 0,047 < 0,05. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara BMR dengan IMT siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,733 dan nilai signifikansi < 0,001. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara aktivitas fisik dan BMR terhadap IMT dengan nilai koefisien determinasi R² sebesar 0,833 dan F hitung sebesar 67,234 > F tabel 3,35.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BMR memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap IMT dibandingkan dengan aktivitas fisik secara parsial, namun keduanya secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IMT siswa.
Tinjauan Kemampuan Servis Bawah Bola Voli Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli SMAN 1 Rambah Samo Abd Rivavirachman; Ardo Yulpiko Putra; Resdianto
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v4i1.108

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi bahwa banyak pemain yang belum terampil dan kesulitan dalam menguasai teknik servis bawah, akurasi dalam melakukan servis bawah yang sering kurang tepat sasaran. Kecenderungan memukul bola dengan keras menyebabkan pemain kurang memperhatikan gerakan servis yang efektif, efesien, dan aman. Pembina/pelatih belum pernah mengetahui tingkat kemampuan siswanya dalam teknik servis bawah. Sehingga belum ada data yang menjadi acuan pelatih yang juga merupakan guru olahraga di SMAN 1 Rambah Samo tersebut, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian tentang Tinjauan Kemampuan Servis Bawah Bola Voli Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli SMAN 1 Rambah Samo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kemampuan servis bawah bola voli siswa ekstrakurikuler bola voli SMAN 1 Rambah Samo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan instrumen Petunjuk Tes Keterampilan Bolavoli. Populasi sekaligus sampel penelitian ini adalah siswa peserta ekrakurikuler bola voli SMAN 1 Rambah Samo yang berjumlah 15 orang. Teknik analisis yang dilakukan adalah statistik deskriptif dengan menuangkan frekuensi ke dalam bentuk persentase sedangkan untuk pengkategorian menggunakan acuan 5 batasan norma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan servis bawah bola voli siswa ekstrakurikuler bola voli SMAN 1 Rambah Samo adalah cukup dengan pertimbangan rata-rata yaitu 18.