Homestay memainkan peran penting sebagai produk dalam pariwisata pedesaan. Sering kali, masyarakat belum siap untuk mengelola homestay. Desa Wae Lolos merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga memiliki potensi permintaan terhadap layanan homestay. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk menilai kesiapan homestay di Desa Wae Lolos. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Data kualitatif dianalisis dengan tiga tahap, yaitu mengidentifikasi data, mengelompokkan data, dan menggabungkan kategori daftar periksa sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima rumah yang diproyeksikan menjadi homestay di Desa Wae Lolos telah siap dari aspek produk. Namun demikian, seluruh rumah yang diteliti masih memerlukan perbaikan fasilitas untuk kenyamanan wisatawan, seperti tempat sampah dan kotak P3K. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat dua faktor yang memengaruhi kesiapan pemilik rumah: pertama, pemilik rumah yang tinggal di rumah yang diproyeksikan sebagai homestay; kedua, belum adanya kunjungan wisatawan yang konsisten dan menginap di Desa Wae Lolos. Kondisi ini menunjukkan fasilitas homestay difokuskan pada aspek fungsional. Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, khususnya jumlah rumah yang relatif kecil sebagai sampel. Berdasarkan keterbatasan tersebut, peneliti mendorong studi lanjutan untuk melibatkan lebih banyak pemilik homestay. Selanjutnya, metode kuantitatif dapat digunakan dalam penelitian berikutnya untuk mengukur kepuasan wisatawan terhadap layanan homestay di Desa Wae Lolos.