Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penilaian Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Pelaku Industri Pariwisata Terhadap Covid-19 Di Labuan Bajo Septian Hutagalung; Roseven Rudiyanto
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 9 No 2 (2021): VOL 9, NO 2 (2021): (JULY-DECEMBER) JURNAL DESTINASI PARIWISATA
Publisher : Program Studi Sarjana Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2021.v09.i02.p13

Abstract

Cases of pneumonia caused by the novel corona virus or 2019-nCoV, known as COVID-19 have spread throughout the world. One of the industries affected by the massive spread of the disease is tourism. This happens because human movement is restricted. West Manggarai Regency, which has Labuan Bajo as a priority tourism destination in Indonesia, is experiencing a loss of local revenue (PAD). Moreover, tourism is the largest passenger of PAD in West Manggarai Regency. In response to the impact of tourism, the government reopened Komodo National Park. A quantitative approach to data collection through surveys is the method used in this study. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique, where the individuals who were the respondents had certain criteria according to the research needs, such as age and the field of tourism where they worked. There is a measuring tool in this study adapted from a study of the knowledge, attitudes and practices (PSP) of the Malaysian population against COVID-19 in Malaysia and China. Therefore, researchers consider it necessary to study the knowledge, attitudes and practices of tourism industry players towards COVID-19 as a basis for assessing the readiness of industry players to open the flow of tourists to Labuan Bajo during the COVID-19 pandemic. The results of this study show that tourism industry players in Labuan Bajo have low knowledge scores about COVID-19, an optimistic attitude that the COVID-19 pandemic will be controlled, and in practice tourism industry players use masks and wash their hands with soap or hand. sanitizer in everyday life, but still visit crowded places even though it's not urgent.
POPULASI HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA PERTANAMAN PADI VARIETAS CIHERANG YANG DIKELOLA SECARA PHT VERSUS KONVENSIONAL (NON-PHT) Septian Hutagalung; F. X. Susilo; Indriyati Indriyati; I. Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.57 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan populasi hama dan musuh alami pada pertanaman padi Varietas Ciherang yang dikelola secara PHT versus non-PHT. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Juni-Oktober 2012. Perlakuan terdiri atas petak pertanaman padi Ciherang yang dikelola secara PHT dan non-PHT masing-masing dengan enam ulangan (sampel) tetap yang diamati setiap minggu. Penentuan titik sampel diperoleh melalui pengacakan pada seluruh baris tanaman untuk memperoleh dua baris tanaman sampel. Pada baris ini kemudian ditentukan tiga titik sampel, yaitu di dekat pematang, tengah, dan dekat pematang pada arah yang berlawanan sehingga dari dua baris jajar legowo diperoleh enam titik sampel yang masing-masing terdiri dari satu rumpun tanaman padi. Pada masing-masing sampel tetap ini diamati populasi hama dan musuh alami yang dapat dilihat secara langsung. Data populasi yang diperoleh diuji dengan uji F pada taraf 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama dan musuh alami pada pertanaman padi Varietas Ciherang yang dikelola secara PHT secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan pada pertanaman padi yang dikelola secara non-PHT.
Pengelolaan Potensi Pariwisata Desa Watu Tiri Dengan Pendekatan Pariwisata Berbasis Masyarakat Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.548 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.8713

Abstract

Abstrak Desa Watu Tiri merupakan sebuah desa di Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki potensi alam dan budaya di bidang pariwisata. Akan tetapi, masyarakat lokal masih belum mampu mengelola potensi tersebut dengan baik. Pengelolaan potensi wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat merupakan instrumen pengembangan masyarakat dalam memperkuat partisipasi dan kemampuan masyarakat lokal untuk mengelola sumber daya pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk identifikasi potensi alam dan budaya di Desa Watu Tiri, dan pengelolaannya dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan forum diskusi merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya, Desa Watu Tiri memiliki poin-poin penting yang mendukung penerapan pengelolaan potensi wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Namun demikian, pemerintah Desa Watu Tiri masih harus mengerjakan hal yang menghambat penerapan pengelolaan potensi dengan pendekatan tersebut. Kata kunci: pariwisata, pengelolaan, masyarakatManagement of Tourism Potential of Watu Tiri Village by Community-Based Tourism ApproachAbstractWatu Tiri is a village in West Manggarai Regency, which has natural and cultural potential in the tourism sector. However, local people are still not able to manage this potential properly. Management of tourism potential with a community-based tourism approach is an instrument of community development in strengthening the participation and ability of local communities to manage tourism resources. The purpose of this research is to identify the natural and cultural potential in Watu Tiri Village, and its management with a community-based tourism approach. Qualitative methods with observation data collection techniques and discussion forums are the methods used in this study. As a result, Watu Tiri Village has important points that support the implementation of tourism potential management with a community-based tourism approach. However, the government of Watu Tiri village still has to do things that hinder the application of potential management with that approach. Keyword:  tourism, management, community
ANALISIS SWOT GUA BATU CERMIN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 2: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i2.715

Abstract

Pariwisata merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Manggarai Barat. Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan daya tarik pariwisata utama di kabupaten ini. Selain itu, Gua Batu Cermin merupakan atraksi wisata yang sering ditawarkan sebagai pelengkap paket wisata kepada turis (second order attraction). Namun demikian, dari jumlah kedatangan ke TNK, presentasi yang berkunjung ke Gua Batu Cermin masih sedikit. Oleh karena itu, diperlukannya penelitian menggunakan analisis SWOT untuk mengindentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Gua Batu Cermin sebagai atraksi wisata untuk menentukan strategi pengembangannya. Setiap komponen SWOT, dianalisis dengan menggunakan IFAS dan EFAS untuk menentukan titik koordinat keadaan Gua Batu Cermin. Berdasarkan analisis SWOT, dapat disimpulkan bahwa Gua Batu Cermin berada pada situasi SO (Strength-Opportunities), dimana strategi yang diterapkan harus memaksimalkan strength guna mendapatkan peluang secara maksimal. Strategi tersebut diantaranya melakukan perbaikan dari sisi fasilitas dan infrastruktur, pengelola Gua Batu Cermin melakukan kerja sama dengan para travel agent, promosi digital secara intens, dan melakukan pelatihan bagi seluruh elemen pengelola Gua Batu Cermin
Membangun Pemahaman Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dan Indikator Global Sustainable Tourism Council Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung; Fitri Ciptosari
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 5 No 3 (2021): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v5i3.461

Abstract

The development of tourism has a negative impact on the environment of new management practices in the tourism industry, namely tourism villages. Tourism villages are also a form of implementing sustainable development goals. As one of the tourist villages in West Manggarai Regency, Wae Lolos Village must be able to be managed into a tourism village that is following the goals of sustainable development, so it is essential to manage a tourist village that understands the management of a tourist village under the goals of sustainable development. There are public lectures, pre-and post-tests, and self assessment using the global sustainable tourism council criteria in community service activities—Results of increasing mean value between the pre-test and post-test indicate the understanding of sustainable development goals. In addition, based on the GSTC aspect of the destination category, the aspect of governance is the aspect that has the most percentage of met criteria, but environmental aspects are the aspects that have presentation criteria. Wae Lolos Village uses the GSTC criteria as a measuring tool for monitoring and evaluating the performance of tourism villages.
PENINGKATAN KUALITAS DESTINASI EKOWISATA WAE BOBOK MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA INTERPRETASI Ida Ayu Rostini; Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung; Irna Karina J Kaban; Fitri Ciptosari
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v3i2.8275

Abstract

Wae Bobok is a forest area in Tanjung Boleng Village, West Manggarai Regency, that used as a rest area for local people who drive between districts as well as an ecotourism destination. Not only a variety of special culinary, Wae Bobok offers a number of attractions in surrounding area, such as view point, spring, waterfall, outbond and camping site. Interpretive media is one aspect that needs to be developed in Wae Bobok in order to improve the quality of ecotourism destinations and increase knowledge for tourists. This community service activity aims to provide knowledge regarding the concept of interpretation and train the community in developing interpretation media in Wae Bobok area. By using a community based-development approach and field observations, this activity try to produce a short narrative of tourist attractions in Wae Bobok area as well as interpretive media such as brochure and promotional video that can be used by visitors.
ANALISIS POTENSI WISATA ALAM DENGAN ADO-ODTWA: STUDI KASUS DESA KEMPO Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v21i2.821

Abstract

The West Manggarai Regency Government has established 94 tourist villages in line with tourism development. One of the tourist villages in West Manggarai Regency is Kempo Village. The natural tourism potential of this village is Golo Cucu Hill, Liang Ndre Kalelawar Cave, and rice fields. However, there has been no study on the potential for natural tourism in Kempo Village. Therefore, this study aimed to analyze the potential for natural tourism in Kempo Village. This research approach was qualitative, with data collection techniques through focused group discussions and observation. Data analysis used the Guidelines for the Analysis of Working Areas for Natural Tourism Objects and Attractions (ADO-ODTWA). The results were seven aspects that have high feasibility categories, namely 1) tourist attraction, 2) conditions around the area, 3) management and services, 4) facilities and infrastructure, 5) availability of clean water, 6) security and 7) marketing. The aspect with a moderate eligibility category was accessibility, while the accommodation aspect had a low eligibility category. Thus, it can be concluded that the natural tourism potential in Kempo Village was highly feasible. However, there was a need for improvement in accommodation and accessibility aspects. Recommendations for the accommodation aspect were hospitality training for Pokdarwis members and the determination of community houses as homestays while improving the accessibility aspect could be done by making information boards and road signs to make it easier for tourists to visit.  
Kajian Indeks Daya Saing Destinasi Pariwisata Di Kabupaten Manggarai Barat Hutagalung, Septian; Poernomo, Moyo Hady; Riadi, Dodi; Rudiyanto, Roseven
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.716 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i7.3659

Abstract

Penetapan Labuan Bajo Flores menjadi Destinasi Super Prioritas di 2019 perlu diiringi dengan pembangunan infrastruktur dan praktik manajemen pariwisata yang berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan pembangunan ini perlu diadakan pengukuran kesiapan infrastruktur pendukung pariwisata yang nantinya akan jadi dasar rekomendasi pengembangan di destinasi Labuan Bajo Flores. Dalam penelitian ini mengadopsi indikator dalam kajian Tourism and Travel Competitiveness Index (TTCI) atau Indeks Daya Saing Destinasi Pariwisata yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Dengan dilakukannya kajian TTCI maka akan diperoleh pemetaan kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat dalam hal produk pariwisata, infrastruktur, regulasi pemerintah, dan sektor-sektor pendukung. Selain itu, data ini dapat menjadi dasar rekomendasi penetapan kebijakan internal, perencanaan dan pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner TTCI dan wawancara yang dibagikan saat Focus Group Dissusion. Hasil penelitian menunjukkan performa industri pariwisata Kabupaten Manggarai Barat secara total berada pada nilai nilai 2.1 yang berarti berada pada tahap penyempurnaan. Nilai variabel pada masing-masing empat variabel utama berada pada nilai 2.2 pada variabel produk dan regulasi, kemudian untuk nilai infrastruktur dan support berada pada nilai 2.1.
Pelatihan Penggunaan Teknologi Komunikasi dan Pembuatan Content Marketing Pada Asosiasi Homestay Manggarai Barat (ASIHOM MABAR) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Marshelia Gloria Marida; Angel Damayanti; Leonard Felix Hutabarat; Andaru Satnyoto; Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4876

Abstract

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata premium, namun tidak diikuti dengan kemampuan penggunaan teknologi komunikasi dan pembuatan content marketing dari pengelola homestay di Labuan Bajo sehingga pemasaran terhadap homestay di Labun Bajo melalui media sosial belum maksimal. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fisipol UKI bekerja sama dengan dua dosen Politeknik eLBajo Commodus berinisiatif untuk mengadakan pelatihan kepada Asosiasi Homestay Manggarai Barat (ASIHOM MABAR). Peserta mendapatkan materi tutorial pembuatan konten yang menarik, praktik langsung cara pengambilan foto dan video, pengenalan fitur-fitur dalam media sosial TikTok, praktik langsung penggunaan aplikasi edit foto dan video dan pelatihan cara membuat konten dapat dilihat oleh banyak pengguna media sosial. Hasil pelatihan ini adalah terdapatnya kenaikan nilai yang signifikan dari hasil pre test sebesar 63 menjadi 93 pada hasil post test yang diisi oleh peserta. Nilai tersebut menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan peserta terkait penggunaan teknologi komunikasi, content marketing dan pelayanan prima dari sebelum mengikuti pelatihan dan setelah mengikuti pelatihan. Setelah pelatihan ini berakhir, pemateri juga tetap membuka komunikasi dengan peserta dan membantu peserta menghasilkan content marketing untuk pemasaran homestay mereka di media sosial. Komunikasi antara pemateri dengan peserta tetap terjalin melalui media sosial whatsapp
PEMBANGUNAN KEMBALI SEKOLAH BAMBU AL AMIN DI DESA KEWITU, KECAMATAN NANGA BERE, KABUPATEN LEMBOR SELATAN, NTT Novita Verayanti Manalu; Septian Hutagalung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.796-807

Abstract

Program pengabdian masyarakat "Pembangunan Kembali Sekolah Bambu Al Amin" di Desa Kewitu, Kecamatan Nanga Bere, Kabupaten Lembor Selatan, NTT adalah upaya nyata dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait dengan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sekolah ini merupakan satu-satunya sarana pendidikan formal di desa tersebut, namun kondisinya sangat memprihatinkan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas yang rusak dan tidak layak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, serta kolaborasi antara tim pengabdian dan pihak desa. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi identifikasi masalah, perencanaan, dan implementasi proyek pembangunan, serta pelibatan masyarakat dalam seluruh proses. Hasil temuan dari program yang dilaksanakan pada 19 – 27 Desember 2022 ini menunjukkan peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah dasar berjumlah 75 orang di Desa Kewitu, yang sebelumnya terbatas akibat kerusakan sekolah, Perbaikan infrastruktur seperti bangunan, meja dan kursi, serta fasilitas lainnya membuat pembelajaran jadi efektif, serta pembekalan perlengkapan sekolah gratis menjadikan semangat siswa belajar. Selain itu, melalui program pelatihan dan penyuluhan, masyarakat lokal juga diberdayakan untuk mengelola dan merawat sekolah tersebut secara berkelanjutan.Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat "Pembangunan Kembali Sekolah Bambu Al Amin" di Desa Nanga Bere merupakan langkah konkret dalam mewujudkan tujuan SDGs terkait dengan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Sekolah Bambu Al-Amin yang telah direhabilitasi juga diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan potensi lokal di desa tersebut. Melalui pendekatan partisipatif, holistik, dan berbasis data, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mencapai tujuan SDGs terkait dengan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, serta menjadi inspirasi untuk program serupa di wilayah lain.