Artikel ini membahas strategi peningkatan kualitas pelayanan publik pada bidang persampahan di Kabupaten Mamuju sebagai respons atas masih rendahnya kinerja layanan dan meningkatnya kompleksitas permasalahan sampah di daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi dan permasalahan pelayanan persampahan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kualitas pelayanan, serta merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan publik bidang persampahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju, unit pelaksana teknis, petugas lapangan, serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI), Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategi DLHK Kabupaten Mamuju berada pada Kuadran III, yang mengindikasikan perlunya penerapan strategi turnaround, yaitu pembenahan kelemahan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal. Strategi prioritas yang dihasilkan meliputi pembangunan TPS 3R secara bertahap, penguatan kerja sama dengan sektor swasta, pengadaan infrastruktur pendukung, pengembangan komunitas peduli sampah, serta prioritisasi alokasi anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik bidang persampahan memerlukan pendekatan strategis yang terintegrasi antara penguatan kapasitas internal organisasi dan pemanfaatan peluang eksternal. Penelitian ini dibatasi pada aspek manajerial dan strategis pelayanan persampahan serta belum mengkaji secara mendalam aspek teknis pengolahan sampah.