Lalu Muhammad Syahril Mijidi
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Bisnis Nelayan Melalui Optimalisasi Bumdes Guna Peningkatan Pendapatan Desa Lalu Muhammad Syahril Mijidi; Endah Tri Wahyuningtyas; Binti Laelatul Magfuroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8300

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat nelayan Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, mengenai strategi pengembangan bisnis nelayan melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Permasalahan utama mitra adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi perikanan lokal karena usaha nelayan masih cenderung berjalan secara individual, belum terintegrasi dalam kelembagaan ekonomi desa, serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi BUMDes, kerja sama usaha, pengelolaan keuangan, akuntansi sederhana, dan pengawasan usaha. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya nilai tambah hasil perikanan dan belum maksimalnya kontribusi sektor nelayan terhadap peningkatan pendapatan desa. Kegiatan dilaksanakan secara luring melalui ceramah interaktif, diskusi, brainstorming, pre-test, post-test, evaluasi, dan pendampingan lanjutan. Materi pelatihan mencakup pentingnya berserikat, konsep syirkah, definisi dan landasan hukum BUMDes, strategi membangun BUMDes yang sehat, pengembangan bisnis nelayan, pencatatan keuangan, transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan usaha desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator. Pemahaman tentang pentingnya berserikat meningkat dari 55,7 menjadi 87,3; definisi BUMDes dari 83,5 menjadi 95,7; landasan hukum BUMDes dari 45,4 menjadi 92,6; langkah membangun BUMDes sehat dari 35,7 menjadi 87,3; dan peran akuntansi dari 75,8 menjadi 90,5. Dengan demikian, kegiatan ini efektif meningkatkan literasi masyarakat nelayan dan mendorong BUMDes sebagai instrumen strategis penguatan ekonomi lokal, peningkatan nilai tambah produk perikanan, perluasan kerja sama usaha, serta peningkatan pendapatan desa secara berkelanjutan.
Keuangan Sehat, Masa Depan Cerah: Pengenalan Literasi Keuangan untuk Remaja Lalu Muhammad Syahril Mijidi; Endah Tri Wahyuningtyas; Mohammad Ghofirin; Muis Murtadho; Musriha Musriha; Binti Laelatul Magfuroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12344

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja dalam mengelola keuangan secara bijak. Kegiatan dilaksanakan di SMA Amanatul Ummah dengan melibatkan 22 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi pembagian uang saku, identifikasi kebutuhan dan keinginan, serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Materi mencakup literasi keuangan, pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, perilaku konsumtif, pembelian kompulsif, dan penggunaan dompet digital secara bijak. Hasil kuesioner awal menunjukkan bahwa 72,7% siswa belum mencatat pengeluaran secara rutin, 68,2% menabung hanya apabila terdapat sisa uang, dan 77,3% pernah membeli barang karena promosi atau mengikuti tren. Setelah kegiatan, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 50,8% menjadi 88,7%. Sebanyak 90,9% siswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, 86,4% mampu membuat rencana penggunaan uang saku, dan 86,4% memahami penggunaan dompet digital secara bijak. Respons positif siswa juga meningkat dari 52,7% pada pretest menjadi 90,0% pada posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan yang kontekstual, interaktif, dan berbasis pengalaman sehari-hari efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, pengendalian perilaku konsumtif, serta penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab. Kegiatan lanjutan melalui pencatatan pengeluaran dan target tabungan diperlukan agar pemahaman tersebut berkembang menjadi kebiasaan keuangan yang konsisten dan berkelanjutan bagi siswa.