Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pengelolaan Limbah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam Menciptakan Lingkungan Bersih di MTTS Ex Univa Fadilla Nuraini Nazla; Jihan Mahirah Nasution; Aurellia Shaula; Agnes Putri Sembiring; Kasih Monica Saragih; Bisru Hafi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8339

Abstract

Permasalahan rendahnya kesadaran siswa dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang sulit terurai, menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya pemahaman siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan limbah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman di MTSS EX-PGA UNIVA Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, pemutaran video kerajinan dari bahan bekas, serta diskusi dan tanya jawab yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung untuk mengetahui tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme siswa terhadap pengelolaan sampah. Siswa mulai mampu mengidentifikasi jenis-jenis sampah serta memahami konsep pemanfaatan kembali limbah anorganik menjadi produk bernilai guna melalui proses daur ulang . Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kreativitas siswa dalam mengolah sampah menjadi kerajinan sederhana yang bermanfaat. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan daya tarik dan pemahaman materi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis 3R efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku peduli lingkungan siswa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dari Perbedaan Jadi Kebersamaan: Cara Mahasiswa Membangun Toleransi di Kampus Nikita Mikayla; Nazwa Ramadhaniar Rasyidi; Surahman Zalukhu; Kasih Monica Saragih; Rumatal Rumatal; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.716

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan kampus. Keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi menciptakan dinamika sosial yang kompleks, baik dalam bentuk interaksi positif maupun potensi konflik akibat perbedaan latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keberagaman mahasiswa, memahami pola interaksi sosial yang terbentuk, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam membangun toleransi di lingkungan kampus multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman mahasiswa merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kampus. Interaksi antar mahasiswa umumnya berjalan dengan baik, meskipun masih ditemukan hambatan seperti stereotip, candaan yang menyinggung, dan kurangnya pemahaman mendalam tentang multikulturalisme. Faktor pendukung toleransi meliputi intensitas interaksi sosial, kegiatan organisasi kampus, dan kerja sama dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Hambatan utama berasal dari kurangnya edukasi tentang keberagaman serta pengaruh media sosial yang dapat memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi di lingkungan kampus telah berkembang, namun masih perlu diperkuat melalui dukungan institusi dan program-program dialog lintas budaya agar tercipta lingkungan kampus yang harmonis dan inklusif.