Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Berbasis Komponen Teknologi (Studi Literatur) Primacaeria Amri; Regi Faula Sari; Defrika Muharani; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8919

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan komponen penting dalam mendukung pengelolaan layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Kinerja SIMRS sangat dipengaruhi oleh komponen teknologi yang digunakan, seperti perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, serta integrasi sistem. Namun, dalam implementasinya, masih banyak rumah sakit yang menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas sistem yang belum optimal, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit berbasis komponen teknologi melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada komponen teknologi dalam SIMRS, faktor yang memengaruhi kinerja sistem, serta dampaknya terhadap pelayanan dan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak rumah sakit yang mengalami keterbatasan sarana teknologi, seperti perangkat keras, jaringan internet, dan integrasi sistem, sehingga berdampak pada pelayanan dan administrasi rumah sakit. Selain itu, implementasi SIMRS yang optimal memerlukan dukungan teknologi seperti server terintegrasi, database terpusat, jaringan internet yang stabil, serta sistem keamanan data yang baik. Strategi peningkatan implementasi SIMRS meliputi penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan interoperabilitas sistem, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan keamanan data. Kesimpulannya, penguatan komponen teknologi dan tata kelola sistem informasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas implementasi SIMRS di rumah sakit.
Dampak Kualitas Data Rekam Medis Elektronik terhadap Kecepatan dan Akurasi Klaim Asuransi Sosial (BPJS Kesehatan): Sebuah Tinjauan Sistematis Defrika Muharani; Primacaeria Amri; Regi Faula Sari; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12460

Abstract

Modernisasi sistem informasi kesehatan melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia terus dipercepat sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, serta kesinambungan pengelolaan informasi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Meskipun demikian, kualitas data yang diinput ke dalam RME memiliki implikasi yang sangat penting terhadap kelancaran proses verifikasi dan pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kualitas data RME terhadap kecepatan dan akurasi proses klaim asuransi sosial melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan terhadap publikasi nasional dan internasional yang terbit pada periode 2020–2026 dan diperoleh dari database Garuda, Google Scholar, SINTA, Neliti, serta ResearchGate. Hasil telaah menunjukkan bahwa kualitas data RME yang ditunjukkan oleh kelengkapan resume medis, ketepatan pengodean diagnosis dan tindakan berdasarkan ICD-10 dan ICD-9-CM, konsistensi data administratif, serta keandalan dokumen penunjang digital berhubungan signifikan dengan penurunan jumlah pending claim dan penolakan klaim. Selain itu, implementasi integrasi sistem (bridging) antara SIMRS dan V-Claim mampu mempercepat proses pengajuan klaim sekitar 1–2 hari dibandingkan proses manual. Namun, keterbatasan kompetensi tenaga koder, ketidaklengkapan dokumentasi klinis, dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi pada masa transisi masih menjadi faktor penghambat yang memicu kendala administratif serta peningkatan klaim tertunda. Dengan demikian, peningkatan kualitas data RME melalui standardisasi dokumentasi, penguatan kapasitas SDM, dan optimalisasi interoperabilitas sistem menjadi prasyarat penting untuk menjaga stabilitas arus kas fasyankes sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan JKN.