Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Manajemen Konflik Operasional Ojek Online di Kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih), Surabaya Ryno Dwi Bachtiar; Monica Natalia Irene; Aisyah Lailatul Isnaini; Aril Maulana; Revienda Anita Fitrie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8534

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi manajemen konflik operasional antara ojek online dan ojek pangkalan di kawasan Terminal Purabaya atau Bungurasih, Surabaya. Fenomena disrupsi digital dalam sektor transportasi telah mengubah pola layanan, sistem persaingan, serta cara masyarakat mengakses moda perjalanan. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga menimbulkan ketegangan antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang telah lama beroperasi di sekitar terminal. Konflik yang muncul bersifat multidimensional karena berkaitan dengan perebutan ruang operasional, persaingan ekonomi, perbedaan sistem kerja, serta lemahnya pengaturan dan pengawasan dari pihak berwenang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini menelaah berbagai perspektif teori konflik untuk memahami akar persoalan dan merumuskan strategi penyelesaian yang lebih tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan konflik tidak cukup dilakukan melalui larangan atau tindakan sepihak, melainkan memerlukan pendekatan kolaboratif, adil, dan berkelanjutan. Strategi yang dapat diterapkan meliputi penetapan zonasi operasional yang jelas, penguatan regulasi, pengawasan yang konsisten, dialog antar pihak, serta integrasi sistem transportasi agar masing-masing kelompok memiliki ruang kerja yang tertata. Selain itu, pemberdayaan ojek pangkalan juga penting dilakukan melalui pelatihan layanan, adaptasi teknologi, dan peningkatan kapasitas ekonomi. Dengan strategi tersebut, konflik dapat dikelola secara lebih konstruktif sehingga tercipta sistem transportasi yang tertib, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan keberadaan pelaku transportasi konvensional yang masih memiliki peran sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar terminal.
Implementasi Program Kampung Kue Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kecamatan Rungkut, Surabaya Muhammad sifak Nurhidayatullah; Muhammad Fauzzul Adhim; Vella Elfanny Meisyacharis; Aisyah Lailatul Isnaini; Alisya Regitta Cahyani
EKONOMI DAN BISNIS DIGITAL Vol 5 No 1 (2026): jURNAL EKONOMI DAN BISNIS DIGITAL
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/ekobil.v5i1.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Kampung Kue dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Kecamatan Rungkut, Surabaya. Program ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat yang lahir dari kondisi krisis ekonomi pasca-PHK massal, dengan menggerakkan ibu-ibu rumah tangga melalui usaha produksi kue skala UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, observasi lapangan, dan dokumentasi pada bulan April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampung Kue telah berjalan cukup baik ditinjau dari keenam variabel: standar dan tujuan program telah terdefinisi jelas, komunikasi antar organisasi berjalan baik melalui pembinaan Disperdagin dan forum paguyuban, karakteristik dan disposisi pelaksana sangat positif dan adaptif, serta program terbukti mampu menyerap hampir seluruh warga kawasan melalui 63 paguyuban aktif. Namun demikian, keterbatasan modal dan kenaikan harga bahan baku menjadi hambatan utama dalam memperluas kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja tambahan. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga dan sejalan dengan SDGs Poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.