Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Layanan Teknologi Informasi Perpustakaan pada SMP “ABC” Menggunakan Framework ITIL V3 Eqqy Adelia; Ircha Altri Bamer; Mutiar Pertiwi Pertiwi; Eriene Dheanda Absharina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8630

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dan telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai organisasi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi proses bisnis. Salah satu implementasinya dapat dilihat pada SMP ABC yang telah menerapkan sistem Digital Akademik (DIAKAD) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan akademik dan administrasi. Sistem ini berperan penting dalam pengelolaan data akademik secara terintegrasi, sehingga mampu mempercepat proses layanan serta meningkatkan akurasi informasi. Namun, agar sistem dapat berjalan secara optimal, diperlukan adanya proses monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan terhadap kinerja layanan TI yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan layanan teknologi informasi pada sistem DIAKAD dengan menggunakan framework ITIL V3, khususnya pada domain service operation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi langsung terhadap pengguna sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun implementasi sistem telah berjalan dengan cukup baik, masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait kurangnya pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem secara maksimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan penggunaan sistem secara berkala yang difasilitasi oleh tenaga ahli di bidang teknologi informasi. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan pengguna dapat lebih memahami sistem yang digunakan, sehingga mampu mengurangi kesalahan operasional dan mempercepat penyelesaian masalah tanpa mengganggu aktivitas utama. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan optimalisasi layanan TI di SMP ABC.
Analisis Risiko Keamanan pada Sistem Managed Print Services (MPS) menggunakan Metode Failure Modes and Effects Analysis di PT Pertamina Patra Niaga RU III Plaju Eqqy Adelia; Imamulhakim Syahid Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13918

Abstract

Managed Print Services merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung pengelolaan pencetakan dokumen secara terpusat melalui mekanisme Secure Print dan autentikasi pengguna. Dalam penerapannya di PT Pertamina Patra Niaga RU III Plaju, masih terdapat potensi risiko yang dapat memengaruhi keamanan dan keberlangsungan proses pencetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko keamanan pada sistem MPS serta memberikan rekomendasi mitigasi berdasarkan tingkat risikonya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode Failure Modes and Effects Analysis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner penilaian Severity, Occurrence, dan Detection. Penilaian Severity dan Occurrence melibatkan 50 pengguna MPS, sedangkan penilaian Detection dilakukan oleh 2 teknisi MPS. Hasil penelitian mengidentifikasi 12 failure mode dengan nilai Risk Priority Number yang berbeda. Tiga risiko dengan prioritas tertinggi adalah belum adanya autentikasi sidik jari setelah tapping ID Card dengan RPN 162,13, belum adanya monitoring penggunaan kertas harian dengan RPN 155,32, dan ID Card yang dipinjamkan kepada pegawai lain dengan RPN 148,94. Berdasarkan klasifikasi risiko, terdapat 3 risiko tinggi, 7 risiko sedang, dan 2 risiko rendah. Rekomendasi mitigasi meliputi penerapan autentikasi dua tahap menggunakan ID Card dan sidik jari, penerapan monitoring penggunaan kertas harian, penguatan pengendalian penggunaan ID Card, serta pemeliharaan berkala terhadap infrastruktur MPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FMEA dapat digunakan untuk menentukan prioritas risiko keamanan dan menjadi dasar dalam penyusunan tindakan mitigasi pada sistem MPS.