Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman dan Praktik Pupuh Sinom Di Kalangan Mahasiswa Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Anisa Putri Mulyaningsih; Dian Christine; Rachmi Amalia Syafia Syams; Indah Nurmahanani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8846

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemahaman, praktik, faktor penghambat, dan potensi pelestarian Pupuh Sinom di kalangan mahasiswa PGSD UPI Kampus Purwakarta sebagai bentuk upaya menjaga warisan budaya Sunda di tengah arus globalisasi dan menurunnya penggunaan bahasa daerah. Pupuh Sinom dipandang sebagai salah satu bentuk sastra lisan Sunda yang memiliki nilai estetika, moral, dan pendidikan, sehingga penting untuk dikenalkan kembali kepada generasi muda, khususnya calon guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 33 responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang digunakan sebagai indikator kecenderungan makna, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman konseptual yang cukup umum mengenai Pupuh Sinom, tetapi belum diikuti dengan penguasaan teknis yang memadai dalam praktik melantunkan maupun memahami struktur pupuh. Praktik penggunaan Pupuh Sinom juga masih tergolong sangat rendah karena lebih banyak mahasiswa mengenal pupuh sebagai pengetahuan budaya daripada sebagai praktik budaya yang hidup. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi dominasi budaya populer, rendahnya kebiasaan menggunakan bahasa daerah, serta kurangnya fasilitasi akademik dalam pembelajaran budaya Sunda. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan sikap positif dan kesediaan untuk terlibat sebagai agen pelestarian budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pelestarian Pupuh Sinom belum berjalan optimal sesuai indikator pelestarian budaya dalam Permendagri No. 52 Tahun 2007. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik melalui kurikulum, workshop, dan kolaborasi budaya di perguruan tinggi.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MUSIK DI SEKOLAH DASAR Chairin Zahra Alkautsari; Fazrilina Afriani; Rachmi Amalia Syafia Syams; Septiani Zulfa Saidah; Shela Permatasari Setyawati; Teten Ginanjar Rahayu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.58706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas penggunaan aplikasi digital dalam pembelajaran musik di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian berdasarkan alur PRISMA. Proses seleksi dimulai dari 45 artikel yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ERIC, dan Semantic Scholar, kemudian disaring hingga diperoleh 7 artikel yang memenuhi seluruh kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi musik digital yang paling sering diteliti meliputi Synthesia, GarageBand, Piano Kids, Simply Piano, MuseScore, serta aplikasi berbasis Scratch dan multimedia interaktif. Efektivitas aplikasi tersebut bervariasi bergantung pada aspek kemampuan musikal yang dikembangkan, seperti ritme, melodi, pemahaman teori musik, kreativitas, serta motivasi belajar siswa. Aplikasi yang menyediakan visualisasi dan umpan balik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan ritme, sementara aplikasi berbasis eksplorasi lebih mendukung pengembangan kreativitas musikal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat satu aplikasi yang unggul secara universal, sehingga pemilihan aplikasi musik digital perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa sekolah dasar, serta kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran.