Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perkembangan Komunikasi Anak Usia Dini dengan Riwayat Speech Delay : Ditinjau dari faktor interaksi lingkungan Chorry Elvira Agatha Rahma Setyowati; Prapti Madyo Ratri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9167

Abstract

Perkembangan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan sosial, emosional, dan proses belajar anak. Anak dengan riwayat speech delay umumnya mengalami hambatan dalam komunikasi verbal sehingga membutuhkan stimulasi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan komunikasi anak usia dini dengan riwayat speech delay serta bentuk pendampingan yang membantu perkembangan anak selama proses pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap seorang anak usia 6 tahun yang memiliki riwayat speech delay. Hasil observasi menunjukkan bahwa subjek memiliki kemampuan membaca yang cukup baik, namun masih mengalami hambatan dalam komunikasi verbal, pemahaman sederhana, fokus belajar, dan kemampuan menulis. Selama proses pembelajaran, subjek membutuhkan pendampingan guru secara intensif, pengulangan instruksi secara bertahap, serta dukungan dari orang tua untuk membantu meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar subjek. Pendampingan tersebut didukung melalui metode pembelajaran interaktif, penggunaan media visual, dan kegiatan belajar sambil bermain yang membantu meningkatkan fokus belajar dan minat membaca subjek. Berdasarkan teori ekologi perkembangan dari Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, terutama keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, dukungan lingkungan yang konsisten diperlukan untuk membantu perkembangan komunikasi dan motivasi belajar anak secara optimal.
Positive Mental Health among University Students: The Role of Social Support and Self-Efficacy Kholifah Umi Sholihah; Maulida Aulia Putri; Novia Ardha Maftuha; Zahrotul Izzah; Prapti Madyo Ratri
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 6 No. 2 (2026): June - November
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v6i2.2330

Abstract

Student mental health has become an increasingly important issue because of the growing academic, social, and emotional demands experienced during university life. Positive mental health refers not only to the absence of psychological disorders but also to an individual's ability to function optimally in personal, academic, and social domains. Previous studies have identified social support and self-efficacy as important factors associated with mental well-being; however, research examining their simultaneous contributions to positive mental health among university students remains limited. This study aimed to examine the relationship between social support and self-efficacy and positive mental health among university students. A quantitative correlational design was employed, involving 103 university students selected through convenience sampling. Data were collected using the Positive Mental Health Scale, General Self-Efficacy Scale, and Social Support Scale, all of which demonstrated satisfactory reliability coefficients. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics (version 27). The results revealed that social support and self-efficacy simultaneously had a positive and significant relationship with positive mental health (R = 0.701, p < 0.001), contributing to 49.2% of the variance in positive mental health. Partial analyses further indicated that both social support and self-efficacy significantly predicted positive mental health outcomes. These findings suggest that strengthening social support systems and enhancing students’ self-efficacy may contribute to better mental health outcomes. Universities are encouraged to develop mental health promotion programs through counseling services, peer support initiatives, mentoring programs, and self-development training to enhance student well-being.
Pemberian PFA (Psychological First Aids) terhadap Penyitas Bencana Banjir Tahun 2024 Di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus Prapti Madyo Ratri; Mohammad Khasan; Trubus Raharjo; Rizka Alyna
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13765

Abstract

PFA memberikan dukungan emosional kepada penyitas, membekali mereka dengan keterampilan untuk mengatasi situasi sulit, serta menghubungkan mereka dengan layanan praktis yang dibutuhkan. Hal ini merupakan upaya untuk mendukung peningkatan daya tahan dan mengurangi efek dari trauma dan kehilangan yang mendalam. Kegiatan ini sebagai penyediaan dukungan emosional, bantuan informasi dan penguatan kapasitas coping individu. Implementasi kegiatan ini di agendakan menjadi tiga tahapan, yaitu 1) tahap identifikasi kebutuhan penyitas 2) Tahap Pendampingan 3) Tahap evaluasi dan manfaat program PFA bagi penyitas bencana banjir di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan model PFA pada situasi krisis (pasca bencana) memperoleh respons yang baik dari penyitas di Posko Balai Desa Jati Wetan, Kudus. Kondisi ini bisa dilihat dari hasil tahap evaluasi (tahap 3) yang dilakukan, penyitas mengungkapkan perasaan yang bahagia dan respon yang baik karena merasa diperhatikan.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Program Pengerukan Sungai sebagai Upaya Mitigasi Banjir oleh BPBD Chantika Kirana Azzahra; Aini Sarastri Rachmadhita; Prapti Madyo Ratri
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14906

Abstract

Karangrowo Village in Kudus Regency frequently experiences flooding due to high rainfall and inadequate river conditions. This study aims to empower the village community to support the river dredging program by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) as a flood mitigation effort. The methods used include field surveys, socialization, and community-based river dredging activities. The results show that community empowerment has successfully increased awareness and participation in maintaining river cleanliness. The positive attitude of the residents towards this program enhances the effectiveness and sustainability of the mitigation efforts. Active community involvement not only reduces flood risk but also improves disaster preparedness for the future.Desa Karangrowo di Kabupaten Kudus sering mengalami banjir karena curah hujan yang tinggi dan kondisi sungai yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam mendukung program pengerukan sungai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai upaya mitigasi banjir. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi, dan kegiatan pengerukan sungai berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kebersihan sungai. Sikap positif masyarakat terhadap program ini meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan upaya mitigasi. Keterlibatan masyarakat secara aktif tidak hanya mengurangi risiko banjir tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana di masa depan.