Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh ERP terhadap Employee Performance melalui HRM pada PT PERTAMINA Karanganyar Hana Lutfiyah Mujahidah; Aysysah Nurul Khasanah; Latifah Husnul Khotimah; Ganis Wahidhatul Husna; Levina Fitria; Hafsah Imani Maisaroh; Vivi Dea Ananda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Enterprise Resource Planning (ERP) terhadap Employee Performance melalui Human Resource Management (HRM) pada PT Pertamina Karanganyar. Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital mendorong perusahaan untuk mengimplementasikan sistem ERP guna meningkatkan efisiensi operasional, integrasi data, dan kualitas pengambilan keputusan. Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, ERP berperan dalam mendukung berbagai aktivitas HRM seperti rekrutmen, pelatihan, evaluasi kinerja, serta pengelolaan data karyawan secara terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin kepada 50 karyawan yang menggunakan sistem ERP dalam aktivitas kerjanya. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ERP berpengaruh positif dan signifikan terhadap HRM serta Employee Performance. Selain itu, HRM juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Performance. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa HRM berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara ERP dan kinerja karyawan. Dengan demikian, implementasi ERP yang didukung oleh praktik HRM yang efektif mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kualitas kinerja karyawan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ERP yang terintegrasi dengan strategi pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Pengaruh Keadilan Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Minimarket Di Solo Raya Vivi Dea Ananda; Siti Rahma Asih; Khotijah Nur Izzati; Kenichi Rudyta Galang Febriasa; Muhammad Yusuf Ariyadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11361

Abstract

Kinerja karyawan merupakan penentu penting kualitas layanan pada bisnis minimarket karena karyawan garis depan bekerja dalam tekanan target, rutinitas operasional, dan interaksi langsung dengan pelanggan. Penelitian ini menganalisis pengaruh keadilan kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan minimarket di Solo Raya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan 40 responden karyawan minimarket aktif yang dipilih melalui purposive sampling dengan masa kerja minimal tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 3. Hasil model pengukuran menunjukkan validitas konvergen dan konsistensi internal yang memadai: nilai outer loading berada pada rentang 0,719–0,867, Average Variance Extracted 0,643–0,656, composite reliability 0,900–0,905, dan Cronbach’s alpha 0,861–0,869. Model struktural menghasilkan nilai R² sebesar 0,749 untuk kinerja karyawan. Keadilan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (β = 0,607; t = 3,417; p = 0,001), sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan secara statistik (β = 0,323; t = 1,782; p = 0,075). Temuan menunjukkan bahwa pada sampel yang diteliti, persepsi atas keadilan kompensasi lebih menentukan kinerja dibandingkan motivasi kerja semata. Manajemen minimarket perlu memprioritaskan sistem kompensasi yang transparan, proporsional, dan sensitif terhadap kontribusi kerja, disertai penguatan motivasi nonfinansial secara berkelanjutan.