Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eco-Efficiency Sawit Sumut: Memangkas Biaya Produksi PKS Melalui Manajemen Limbah Berkelanjutan Putri Kemala Dwi Lubis; Ondo Apostel Purba; Aurick Mathias Danarya Purba; Obed Sion Gultom; Jhon Veriyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9389

Abstract

Industri kelapa sawit di Sumatera Utara menghadapi tantangan peningkatan biaya produksi, terutama pada komponen energi dan pengelolaan limbah padat Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penelitian ini bertujuan mengestimasi potensi pemangkasan biaya produksi melalui penerapan eco-efficiency pada manajemen limbah padat, meliputi tandan kosong, serat, dan cangkang. Studi literatur sistematis dilakukan pada database Google Scholar, ScienceDirect, dan Portal Garuda dengan rentang publikasi 2015–2025. Dari 187 artikel awal, diperoleh 22 sumber utama yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memuat data kuantitatif biaya pengelolaan limbah padat di Indonesia. Data biaya dinormalisasi ke tahun dasar 2024 menggunakan Indeks Harga Produsen dengan rata-rata inflasi 3,2% per tahun, kemudian dianalisis menggunakan content analysis komparatif. Hasil menunjukkan bahwa substitusi bahan bakar boiler dari serat dan cangkang memberikan penghematan tertinggi (Rp66.200 per ton Tandan Buah Segar/TBS), diikuti komposting tandan kosong (Rp36.500 per ton TBS), gasifikasi (Rp33.300 per ton TBS), dan pirolisis (Rp25.700 per ton TBS). Potensi penghematan tahunan untuk PKS tipikal berkapasitas 180.000 ton TBS mencapai Rp16,2 miliar, namun realisasi aktual di lapangan hanya Rp9,8 miliar atau 6,2% dari total biaya produksi. Skala PKS berpengaruh positif terhadap penghematan, dengan PKS skala besar (>40 ton TBS/jam) mencapai Rp71.000 per ton TBS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen limbah padat berkelanjutan berbasis eco-efficiency efektif memangkas biaya produksi PKS di Sumatera Utara, dengan rekomendasi prioritas pada substitusi boiler. Implikasi praktisnya, PKS skala kecil tetap dapat mengadopsi teknologi sederhana. Saran penelitian lanjutan adalah validasi lapangan pada tiga PKS dengan skala berbeda.
Pertumbuhan UMKM Kuliner di Kecamatan Medan Baru: Studi Kasus Warung Cirasa dan Warung Dimsum 66 Yohanna Dwi Simaremare; Nesmada Putri Manullang; Ondo Apostel Purba; Rotua Sahat Pardamean Simanullang
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupiman.v4i4.5751

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the growth of culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Medan Baru District through a case study of Warung Cirasa and Warung Dimsum 66, located in the University of North Sumatra area. The differences in growth patterns between the two MSMEs form the basis of this study. The method used is a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of structured interviews, field observations, and document reviews. Primary data were obtained from business owners and documentation of operational activities. The results show that Warung Cirasa experienced stable growth by emphasizing consistent product quality and service, while Warung Dimsum 66 showed relatively rapid growth through the use of digital marketing and viral marketing strategies. The main factors influencing MSME growth include product quality, marketing strategy, business location, and adaptability to market changes. These findings emphasize the importance of integrating product quality and digital marketing innovation to encourage the sustainable growth of culinary MSMEs amidst dynamic competition.