Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Evaluasi dalam Manajemen Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Fitri Dwi Cahyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9395

Abstract

Mutu pendidikan merupakan salah satu faktor krusial dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan keberhasilan pelaksanaan pendidikan. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, evaluasi memiliki peran penting sebagai bagian dari fungsi manajemen pendidikan untuk menilai, mengendalikan, dan memperbaiki pelaksanaan pendidikan secara berkelanjutan. Namun, pelaksanaan pada evaluasi di lembaga pendidikan masih sering dipahami sebatas kegiatan penilaian hasil belajar dan belum digunakan secara maksimal sebagai landasan pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna evaluasi dalam manajemen pendidikan, peran evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta implementasi evaluasi dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian ini diperoleh dari buku dan artikel penelitian yang relevan dengan topik penelitian, kemudian diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi memiliki makna penting dalam manajemen pendidikan karena tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga sebagai sarana pengendalian, refleksi, dan perbaikan mutu pendidikan. Evaluasi berperan sebagai alat kendali mutu untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pendidikan, efektivitas proses pembelajaran, serta berbagai kendala dalam pelaksanaan pendidikan. Implementasi evaluasi dapat dilakukan melalui akreditasi dan supervisi pendidikan. Evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan secara efektif dan efisien.
ANALISIS DEIKSIS DALAM CERPEN LELAKI YANG MENDERITA BILA DIPUJI KARYA AHMAD TOHARI Dwi Putri Ardini; Fitri Dwi Cahyani; Aulia Najla Huwaida; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansyah
Jurnal Metamorfosa Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v14i1.3539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji karya Ahmad Tohari sebagai upaya memahami bagaimana bahasa bekerja membangun makna dan kohesi wacana dalam teks sastra. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya kajian linguistik, khususnya semantik dan pragmatik, dalam menganalisis unsur kebahasaan yang berperan dalam pembentukan struktur cerita, karena kajian deiksis pada cerpen tersebut belum banyak dibahas secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang muncul serta fungsi referensial dan kontekstualnya dalam membangun hubungan antar tokoh, peristiwa, dan ruang cerita. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa satuan lingual dalam cerpen yang memuat deiksis persona, ruang, dan waktu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat selama periode penelitian berlangsung. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan semantik dan pragmatik untuk menafsirkan makna rujukan serta konteks tutur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 93 data deiksis, terdiri atas 71 deiksis persona, 20 deiksis ruang, dan 2 deiksis waktu. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa deiksis berperan penting dalam mengarahkan rujukan tokoh, memperjelas lokasi peristiwa, serta menandai urutan temporal yang menjaga koherensi cerita. Simpulan penelitian menegaskan bahwa deiksis merupakan unsur linguistik yang krusial dalam membangun struktur makna, memperkuat kohesi wacana, serta membantu pembaca memahami dinamika hubungan antar tokoh dan peristiwa dalam cerpen.AbstractThis study examines the use of deixis in Ahmad Tohari’s short story Lelaki yang Menderita Bila Dipuji as an effort to understand how language constructs meaning and textual cohesion within literary discourse. The urgency of this research lies in the limited comprehensive studies that analyze deixis in this short story, despite its significant role in revealing how linguistic elements shape narrative structure through semantic and pragmatic mechanisms. This study aims to describe the types of deixis that appear in the text and to explain their referential and contextual functions in establishing relationships among characters, events, and spatial settings. The research employs a descriptive qualitative method, with data drawn from linguistic units in the short story containing personal, spatial, and temporal deixis. Data collection was conducted through observation and note-taking techniques throughout the research process. The data were analyzed using content analysis supported by semantic and pragmatic approaches to interpret referential meaning and contextual usage. The results reveal 93 occurrences of deixis: 71 personal deixis, 20 spatial deixis, and 2 temporal deixis. These findings demonstrate that deixis plays a crucial role in clarifying character references, describing spatial orientation, and marking temporal sequences that maintain narrative coherence. The study concludes that deixis is an essential linguistic component that shapes meaning, strengthens textual cohesion, and enhances readers’ understanding of character dynamics and event structures within the short story.