Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IHIP dalam Pelayanan Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Ermiati Ermiati; Evelin Vianetha Prima Snak; Fauziyah Widya Musthika; Grace Wonnae Elita; A Rohendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9449

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi jasa kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda dari produk manufaktur, terutama melalui dimensi intangibilitas, inseparabilitas, heterogenitas, dan perishabilitas (IHIP), yang menimbulkan tantangan manajerial dan strategis yang khas. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan empiris maupun konseptual terkait karakteristik jasa rumah sakit, manifestasinya dalam operasional layanan, serta implikasi manajerialnya. Tinjauan dilakukan menggunakan protokol PRISMA 2020 melalui database Scopus, PubMed/MEDLINE, CINAHL, EBSCO, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2013–2024. Dari 923 artikel yang ditemukan, sebanyak 46 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka IHIP merupakan karakteristik dominan dalam layanan rumah sakit. Intangibilitas menekankan pentingnya bukti fisik dan reputasi, inseparabilitas menempatkan interaksi tenaga kesehatan dan pasien sebagai penentu kualitas layanan, heterogenitas mendorong standardisasi melalui pedoman klinis dan akreditasi, sedangkan perishabilitas menuntut pengelolaan kapasitas dan permintaan secara real-time. Selain itu, keterlibatan pasien serta asimetri informasi dan kepercayaan juga menjadi karakteristik penting dalam pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, karakteristik IHIP tidak hanya bersifat teoretis, tetapi menjadi determinan utama dalam manajemen operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia rumah sakit. Kajian ini juga menegaskan relevansi kerangka pemasaran jasa yang dikembangkan oleh Christopher Lovelock dan Lauren Wright dalam pengelolaan layanan rumah sakit modern.
Studi Fenomenologi Implementasi Strategi Manajemen, Operasi dan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Chyntia Putriasni Kurnia; Cindy Charoline; Ermiati Ermiati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10850

Abstract

Implementasi strategi di rumah sakit kerap dipahami sebagai persoalan teknis penyelarasan struktur, sistem, dan sumber daya, sementara pengalaman subjektif para pelaksananya, yaitu manajer dan staf yang setiap hari menjalankan strategi tersebut, jarang menjadi pusat perhatian penelitian. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memaknai pengalaman hidup (lived experience) manajer puncak, manajer menengah, dan staf garis depan dalam mengimplementasikan strategi di rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (interpretative phenomenological analysis), melibatkan 12 partisipan dari tiga rumah sakit dengan karakteristik strategik berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan telaah dokumen pendukung, kemudian dianalisis menggunakan tahapan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dari Smith, Flowers, dan Larkin. Kajian dilandasi oleh kerangka hambatan eksekusi strategi dari Hrebiniak dan pandangan berbasis sumber daya (Resource-Based View) dari Barney sebagai lensa analitis untuk memahami bagaimana keterbatasan dan keunikan sumber daya organisasi dialami secara personal oleh partisipan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema induk pengalaman, yaitu mengalami strategi sebagai sesuatu yang turun dari atas (strategy as something handed down), bergulat dengan keterbatasan sumber daya sebagai beban yang dipikul sendiri (resource scarcity as a personal burden), dan menemukan kembali makna kerja di tengah ketidaksempurnaan implementasi (reclaiming meaning amid imperfect execution). Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi strategi, dari sudut pandang pelakunya, bukan semata pencapaian target, melainkan proses personal dalam menavigasi jarak antara strategi yang dirumuskan dan realitas kerja sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris berupa pemahaman mendalam mengenai dimensi manusiawi implementasi strategi rumah sakit yang dapat memperkaya teori eksekusi strategi dan praktik manajemen sumber daya manusia di sektor kesehatan.