Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri di Kabupaten Bandung Barat Heris Herdiyana; A Rohendi
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 3 No 1 (2021): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Program Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.892 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Di Kabupaten Bandung Barat, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa penelitian korelasional. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi sederhana dan uji regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan kompetensi manajerial kepala sekolah (X1) dengan kinerja guru (Y) SMK Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 24,2 % sedangkan 75,8 % kinerja guru dipengaruhi oleh variabel lain diluar kompetensi manajerial kepala sekolah; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan kompetensi supervisi kepala sekolah (X2) dengan kinerja guru (Y) SMK Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Pengaruh kompetensi supervisi kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 17,0 % sedangkan 83 % kinerja guru dipengaruhi oleh variabel lain diluar kompetensi supervisi kepala sekolah; (3) Kompetensi manajerial kepala sekolah (X1) dan kompetensi supervisi kepala sekolah (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap kinerja guru (Y) secara signifikan. Sebesar 24,6 % variabel kompetensi manajerial kepala sekolah (X1) dan variabel kompetensi supervisi kepala sekolah (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap kinerja guru (Y). Sedangkan 75,4 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel dalam penelitian ini.
PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN PERSONAL SELLING TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KREDIT TANPA AGUNAN Thiaz Zirdan Koswara; A Rohendi
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 3 No 2 (2021): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Program Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.432 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Promosi Penjualan dan Personal Selling Terhadap Pengambilan Keputusan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei pengumpulan data berupa kuesioner dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nasabah yang berpartisipasi pada event, jumlah penarikan sampel dalam penelitian terdiri dari 103 responden nasabah event CIMB Niaga. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah non-probability sampling, pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner secara daring melalui aplikasi media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, sedangkan untuk analisis data menggunakan metode regresi. Metode regresi bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel tak bebas baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel promosi penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan, begitu pula dengan variabel personal selling yang berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan. Secara simultan variabel promosi penjualandan variabel personal selling secara bersama-samaber pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan
Pengaruh Aksesibilitas, Proses Penerimaan, Lingkungan Fisik, dan Informasi Kepada Pasien Terhadap Kepuasan Layanan Konsultasi Dokter di RS Bhayangkara Jayapura Herlambang Andreka; A Rohendi; Yen Efawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas, proses penerimaan, lingkungan fisik, dan informasi kepada pasien terhadap kepuasan layanan konsultasi dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Papua, RS Bhayangkara Jayapura menghadapi berbagai tantangan pelayanan, antara lain keterbatasan akses, antrean yang panjang, prosedur administrasi yang belum sepenuhnya efektif, keterbatasan fasilitas fisik, serta kebutuhan pasien terhadap informasi medis yang lebih jelas dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 393 pasien rawat jalan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas, proses penerimaan, lingkungan fisik, dan informasi kepada pasien berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan layanan konsultasi dokter. Secara simultan, keempat variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 54,8% terhadap kepuasan pasien (R² = 0,548; F = 117,615; sig. = 0,000). Variabel lingkungan fisik memiliki pengaruh paling dominan (β = 0,357), diikuti oleh aksesibilitas (β = 0,296), informasi kepada pasien (β = 0,182), dan proses penerimaan (β = 0,148). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan secara terpadu melalui perbaikan fasilitas, penambahan kapasitas parkir, penyederhanaan proses penerimaan, pelatihan komunikasi terapeutik bagi tenaga kesehatan, serta edukasi obat yang lebih komprehensif kepada pasien.
IHIP dalam Pelayanan Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Ermiati Ermiati; Evelin Vianetha Prima Snak; Fauziyah Widya Musthika; Grace Wonnae Elita; A Rohendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9449

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi jasa kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda dari produk manufaktur, terutama melalui dimensi intangibilitas, inseparabilitas, heterogenitas, dan perishabilitas (IHIP), yang menimbulkan tantangan manajerial dan strategis yang khas. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan empiris maupun konseptual terkait karakteristik jasa rumah sakit, manifestasinya dalam operasional layanan, serta implikasi manajerialnya. Tinjauan dilakukan menggunakan protokol PRISMA 2020 melalui database Scopus, PubMed/MEDLINE, CINAHL, EBSCO, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2013–2024. Dari 923 artikel yang ditemukan, sebanyak 46 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka IHIP merupakan karakteristik dominan dalam layanan rumah sakit. Intangibilitas menekankan pentingnya bukti fisik dan reputasi, inseparabilitas menempatkan interaksi tenaga kesehatan dan pasien sebagai penentu kualitas layanan, heterogenitas mendorong standardisasi melalui pedoman klinis dan akreditasi, sedangkan perishabilitas menuntut pengelolaan kapasitas dan permintaan secara real-time. Selain itu, keterlibatan pasien serta asimetri informasi dan kepercayaan juga menjadi karakteristik penting dalam pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, karakteristik IHIP tidak hanya bersifat teoretis, tetapi menjadi determinan utama dalam manajemen operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia rumah sakit. Kajian ini juga menegaskan relevansi kerangka pemasaran jasa yang dikembangkan oleh Christopher Lovelock dan Lauren Wright dalam pengelolaan layanan rumah sakit modern.
Hospitals as Service Products: Service Quality and Patient Satisfaction Chyntia Putriasni Kurnia; Cindy Charoline; Agustina Br Ginting; Beradona Beradona; Abdurrahman Samarqandy Rasta; A Rohendi
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol. 7 No. 2 (2026): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/nghtnb25

Abstract

Hospitals are healthcare institutions that function as service providers with unique characteristics distinct from tangible products, making service marketing perspectives essential for improving service quality and patient satisfaction in a competitive healthcare environment. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol to identify and synthesize empirical and conceptual evidence related to hospital service characteristics, service quality dimensions, service marketing mix, and factors influencing patient satisfaction and loyalty. Literature searches were conducted in Scopus, PubMed, Google Scholar, EBSCO, and ProQuest for publications from 2013–2024. From 847 identified articles, 42 met the inclusion criteria and were analyzed. The findings revealed five dominant themes: IHIP characteristics in hospital services, SERVQUAL-based service quality dimensions, implementation of the 8P service marketing mix, the relationship between service quality and patient satisfaction and loyalty, and the role of human resources in achieving service excellence. The review confirms the relevance of the service marketing framework proposed by Christopher Lovelock and Lauren Wright in understanding hospitals as service products. Overall, hospitals require a holistic and patient-oriented management approach, where integrating service marketing concepts such as the flower of service, 8P marketing mix, and service quality management can significantly enhance patient satisfaction and loyalty.
PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMASI, KUALITAS LAYANAN DAN STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAYAPURA Dessy Maya Kartika Eka Putri; A Rohendi; Dasrun Hidayat
Journal of Knowledge Management Vol 18 No 2 (2024): Journal of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkm.v18i2.42032

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, dan struktur organisasi terhadap kepuasan pengguna pada penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Bhayangkara Jayapura, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria personel yang memiliki jabatan fungsional tetap dan masa kerja lebih dari satu tahun. Model teori HOT-FIT digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi keberhasilan implementasi SIMRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, dan struktur organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, keempat variabel tersebut juga secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna dalam penerapan SIMRS di RS Bhayangkara Jayapura.
Analysis of the Effect of Marketing Mix 9p on Revisit Interest of Outpatient Patients at Metta Medika Hospital in Padangsidimpuan City Rizkitha Martono Putri; A Rohendi; Achmad Dheni Suwardhani
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol. 7 No. 1 (2026): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v7i1.10332

Abstract

Hospital marketing is carried out to fulfill patient needs and desires and generate profits for the hospital. A good marketing strategy requires a marketing mix method to achieve health service goals. The marketing mix is a hospital's main business closely related to patient behavior in utilizing services. The intention to revisit is influenced by patient perceptions of the marketing mix. This study aims to analyze the effect of the 9P marketing mix on the intention to revisit outpatients at Metta Medika Hospital, Padangsidimpuan City. The study uses quantitative methods with a sample of 340 outpatients selected using incidental sampling. Data collection uses questionnaires with a Likert scale. Data processing uses the Classical Assumption Test and multiple linear regression analysis with Statistical Package For The Social Science (SPSS). Partial research results show that process (p=0.029), physical evidence (p=0.000), people (p=0.007), and public relations (p=0.000) variables significantly influence revisit intentions. Meanwhile, product, price, place, promotion, and power variables do not have a significant effect. Simultaneously, all 9P marketing mix variables have a significant effect (F=28.814; p=0.000) with an R Square value of 0.440, indicating 44% of the variation in revisit intention can be explained by the 9P marketing mix variables.
The Effect of Working Capital Management Effectiveness and Fixed Asset Management Efficiency on the Financial Performance of Anutapura Regional Hospital, Palu City Stella Maria Wentinusa; A Rohendi; Juli Asril
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol. 7 No. 1 (2026): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v7i1.10353

Abstract

This study aims to analyze the effect of working capital management effectiveness and fixed asset management efficiency on the financial performance of RSUD Anutapura Palu. The independent variables used are Working Capital Turnover (WCT) and Fixed Asset Turnover (FAT), while financial performance is measured using Return on Fixed Assets (ROFA). A quantitative approach was employed, using multiple linear regression analysis based on financial report data from 2017 to 2022. The results indicate that WCT and FAT simultaneously have no significant effect on ROFA, as shown by a significance value of 0.906 (> 0.05), thus rejecting the alternative hypothesis. These findings suggest that other factors such as high operational costs, fluctuations in BPJS revenue, and the lack of integration of financial indicators into strategic planning documents have a more dominant influence on financial performance. Therefore, improvements in integrated financial management systems and the implementation of result-based budgeting principles are necessary to enhance efficiency and ensure the hospital's financial sustainability.
Kualitas Layanan Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Berbasis Kerangka Teori Lovelock dan Implikasinya terhadap Kepuasan Pasien Guruh Satriya; Mei Vita Ariyani; Mela Azkiyah; Melina Budiarti; Mellynia Yuniarti; A Rohendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10414

Abstract

Kualitas layanan merupakan determinan kritis kepuasan pasien dan keunggulan kompetitif rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS/SLR) dengan panduan PRISMA 2020 untuk memetakan, menganalisis, dan mensintesis temuan empiris mengenai kualitas layanan di rumah sakit berdasarkan kerangka teori Christopher Lovelock. Pencarian dilakukan pada empat database bereputasi (Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect) dengan rentang publikasi 2015–2024. Dari 412 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 75 studi memenuhi kriteria inklusi dan menjadi basis analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan menurut Lovelock, yakni layanan inti (core service), layanan fasilitasi (facilitating services), dan layanan peningkat (enhancing services) atau yang dikenal melalui metafora Bunga Layanan (Flower of Service), relevan dalam konteks rumah sakit, dengan empati, responsivitas, dan keandalan sebagai prediktor terkuat kepuasan pasien. Kesenjangan (gap) antara persepsi dan ekspektasi pasien paling sering ditemukan pada dimensi informasi, konsultasi, dan pengecualian layanan. Temuan ini memiliki implikasi manajerial dan kebijakan yang signifikan bagi pengelola rumah sakit di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Service-Profit Chain Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Nugroho Rizki Pratomo; Putri Mutiara Sari; Rahmi Ayu Wulandari; Restika Osin Sukur; A Rohendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis bukti empiris mengenai penerapan Service-Profit Chain (SPC) dalam manajemen rumah sakit. Kerangka SPC menjelaskan hubungan berurutan antara kualitas layanan internal, kepuasan dan loyalitas karyawan, nilai layanan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, serta kinerja finansial organisasi. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur sistematis berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada enam basis data, yaitu Scopus, PubMed/MEDLINE, CINAHL, EBSCO, ProQuest Health and Medical Collection, dan Google Scholar, terhadap publikasi periode 2013-2024. Dari 1.014 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 48 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui thematic synthesis serta narrative synthesis. Hasil penelitian menunjukkan enam komponen utama SPC dalam konteks rumah sakit, yaitu kualitas layanan internal, kepuasan karyawan, retensi dan keterlibatan karyawan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, serta kinerja finansial rumah sakit. Kualitas layanan internal terbukti menjadi fondasi utama karena dukungan manajerial, kecukupan sumber daya, iklim keselamatan, dan sistem kerja yang baik meningkatkan kepuasan serta produktivitas tenaga kesehatan. Employee engagement dan service climate berperan sebagai mediator penting, sedangkan burnout menjadi faktor penghambat utama. Kepuasan dan kepercayaan pasien berkontribusi terhadap loyalitas, kunjungan ulang, rekomendasi, dan efisiensi operasional. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi SPC secara terintegrasi dapat membantu rumah sakit menghubungkan kebijakan sumber daya manusia, kualitas layanan, pengalaman pasien, dan kinerja finansial secara berkelanjutan. Secara praktis, rumah sakit perlu membangun sistem pengukuran terpadu, kepemimpinan transformasional, program retensi, pengembangan kompetensi, dan pencegahan burnout untuk memperkuat setiap tautan rantai layanan secara konsisten dan berkelanjutan.