Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Social Media and Sports Technology Exposure on Anxiety among late adolescent athletes Ramdan Pelana; Yuliasih; Syukur Dharmawan; Jhoni Triyanto; Sri Sundari
Jurnal Segar Vol. 14 No. 2 (2026): Journal Segar, Volume 14 Number 2, May 2026
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1402.06

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of anxiety among late adolescent athletes based on gender and sports category. The method used in this study is research Cross-sectional research is a type of research design in which you collect data from many different individuals at a single point in time. The population of this study was 135 people and 101 samples were obtained using accidental sampling techniques. The survey data collected, was entered into the IBM SPSS 25 tool for analysis statistics with ANOVA two-way. As a result of this study, the anxiety data for males’ totaling 64 respondents, the average age is 19.67 years, and the average anxiety level is 66.84 ± 6.47. Of the four sports categories, the order of anxiety levels from highest to lowest is the measured sports category at 69.40%; the martial arts category at 65.80%; the game sports category at 68.68%, and the lowest was in the accuracy sports category at 65.14%. and females’ there are 37 respondents with an average age of 19.08 years, with an average anxiety level of 65.35 ± 7.06. Of the four sports categories, the order of anxiety levels from highest to lowest is the measured sports category at 671.80; the martial category at 65.60%; the game sports category at 65.43%, and the lowest was in the accuracy sports category at 62.69%. Males’ anxiety levels in the accuracy, martial, and game sports categories are higher than females. However, it is inversely proportional to the category of measured sports which is that females’ anxiety levels are higher than males. Anxiety levels between categories did not differ significantly except that in the accuracy exercise category with the measured sports category there was a significant difference (p-value <0.05), in both males and females.
Manajemen Kurikulum dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Sri Sundari; Syukur Dharmawan; Rendi Fitriadi; Hariyanto; Jhoni Triyanto
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.1937

Abstract

Keberagaman karakteristik peserta didik di sekolah dasar menuntut pengelolaan kurikulum yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengorganisasian dan pelaksanaan manajemen kurikulum berkontribusi dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), yaitu mengkaji dan mensintesis dua puluh artikel jurnal ilmiah terindeks nasional yang membahas manajemen kurikulum dan pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang sekolah dasar di Indonesia. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen kurikulum, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, berperan sebagai prasyarat struktural bagi keberhasilan diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar di kelas. Namun demikian, sebagian besar literatur yang dikaji masih berfokus pada tahap pelaksanaan di kelas dan relatif minim membahas pengorganisasian sumber daya serta evaluasi kurikulum secara sistematis. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan kurikulum tingkat sekolah dan praktik diferensiasi di ruang kelas. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan fungsi manajemen kurikulum dengan dimensi pembelajaran berdiferensiasi, sekaligus merekomendasikan penguatan peran kepala sekolah dalam pengorganisasian dan evaluasi kurikulum sebagai faktor penguat kualitas pembelajaran di sekolah dasar