Pendidikan moderasi beragama mendesak untuk diinternalisasikan sejak usia dini guna membentuk generasi yang inklusif dan toleran di tengah dinamika masyarakat multikultural. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama (tasamuh, tawazun, i’tidal, dan musawah) kepada santri di TPQ Mushola Miftahul Hidayah, Dusun Wonosari, Pekon Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan pemetaan sosial (social mapping), perencanaan partisipatif, aksi pendampingan, dan refleksi evaluatif. Program dilaksanakan melalui strategi joyful learning yang mengintegrasikan metode storytelling kisah teladan Nabi, permainan edukatif kebangsaan, dan praktik pembiasaan sosial. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman kognitif dan sikap sosial santri. Indikator keberhasilan terlihat dari: (1) Tumbuhnya budaya antre sebagai manifestasi nilai keadilan (i’tidal); (2) Menurunnya perilaku perundungan verbal (verbal bullying) sebagai dampak internalisasi nilai toleransi (tasamuh); dan (3) Meningkatnya semangat kebangsaan melalui rutinitas lagu nasional. Artikel ini menyimpulkan bahwa internalisasi moderasi beragama di wilayah pedesaan efektif jika disinergikan dengan pendekatan budaya lokal dan keteladanan guru.