Dini Windarini
Institut Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas VI SDN 2 Girijaya dalam Memahami Teks Narasi Dini Windarini; Asep Nurjamin
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the reading comprehension ability of sixth-grade students at SDN 2 Girijaya in understanding narrative texts based on Barrett’s Taxonomy. The research employed a descriptive quantitative approach involving 40 students as research participants. Data were collected through a reading comprehension test covering five levels: literal, reorganization, inferential, evaluative, and appreciative. The research instrument was developed in the form of essay questions based on the indicators of Barrett’s Taxonomy. The data were analyzed using descriptive statistical techniques to obtain the mean scores, percentages, and categories of students’ reading ability. The results show that students’ reading comprehension ability is in the good category, with an average score of 77.82. Students demonstrated adequate mastery of literal and reorganization aspects, while variations were found in inferential, evaluative, and appreciative aspects. Some students experienced difficulties in drawing conclusions, providing evaluations, and relating the content of the text to personal experiences. The findings indicate that reading instruction needs to be directed toward strengthening higher-order thinking skills through systematic and continuous learning strategies. The application of Barrett’s Taxonomy proved effective in mapping students’ reading comprehension abilities in a structured manner. This study is expected to serve as a reference for developing reading instruction in elementary schools.  Keywords: reading comprehension, narrative text, Barrett’s Taxonomy, elementary school, reading ability
Kontruksi Gender dalam Media Daring Indonesia (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills) Erni Fitriani; Dini Windarini; Sumiati Aghphyra S.; Neneng Hartini; Ari Kartini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15259

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi gender dalam media daring Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada pemberitaan perceraian antara Andre Taulany dan Erin Wartia yang dimuat di portal berita CNN Indonesia, Detik.com, InsertLive, dan Kompas.com. Bahasa yang digunakan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap relasi gender dan peran sosial laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita serta menunjukkan bagaimana ideologi patriarki bekerja melalui representasi wacana media daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis Sara Mills yang menitikberatkan pada relasi antara posisi penulis, tokoh, dan pembaca. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita daring yang relevan dengan isu perceraian Andre Taulany dan dianalisis berdasarkan struktur naratif dan pilihan bahasa yang digunakan jurnalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki masih digambarkan sebagai pusat kendali narasi, sedangkan perempuan cenderung diposisikan sebagai pihak yang pasif dan kurang mendapat ruang untuk bersuara. Narasi berita lebih menonjolkan sudut pandang hukum dan moral yang berpihak pada figur laki-laki publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media daring masih mereproduksi ideologi patriarki melalui bentuk representasi yang tersamar. Analisis Sara Mills memberikan pemahaman bahwa bahasa media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga sarana pembentuk realitas sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian wacana kritis di Indonesia serta mendorong terciptanya praktik jurnalistik yang lebih sensitif terhadap isu kesetaraan gender.