Perkembangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah menuntut penguatan tata kelola yang akuntabel dan sesuai prinsip syariah, terutama melalui optimalisasi fungsi audit internal syariah. Namun, dalam praktiknya, kompetensi auditor internal syariah pada BMT masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya akses pelatihan dan sertifikasi, serta belum optimalnya implementasi audit syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi ideal auditor internal syariah pada BMT, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan karakteristik lembaga keuangan mikro syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku akademik, regulasi, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan audit syariah, kompetensi auditor, dan tata kelola BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor internal syariah BMT harus dibangun secara integratif melalui tiga dimensi utama, yaitu kompetensi syariah, kompetensi audit teknis, dan kompetensi kontekstual BMT. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi auditor masih menghadapi tantangan struktural, kelembagaan, sumber daya manusia, dan regulasi yang memengaruhi efektivitas audit internal syariah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menawarkan strategi pengembangan SDM melalui pendekatan makro, mikro, pemanfaatan teknologi, serta penguatan jejaring kelembagaan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model kompetensi integratif auditor internal syariah BMT yang dapat menjadi acuan dalam penguatan kapasitas auditor dan tata kelola lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia.