Nisrina Tuhfatul Azizah
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dari hadis ke praktik digital: Analisis taghrīr sebagai bentuk asimetri informasi dalam e-commerce dan implikasinya terhadap manajemen keuangan syariah serta akuntabilitas konsumen Budi Susetyo; Fadhil G Lusaputra; Lustono Lustono; Nisrina Tuhfatul Azizah; Yuniarti Herwinarni
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.60

Abstract

Perkembangan pesat ekonomi digital telah secara fundamental mengubah struktur interaksi pasar sekaligus memperkuat permasalahan asimetri informasi, khususnya melalui distorsi representasi produk dan manipulasi persepsi dalam ekosistem e-commerce. Meskipun teori ekonomi konvensional menjelaskan fenomena ini sebagai ketidakseimbangan informasi, pendekatan tersebut masih belum memiliki kerangka normatif yang memadai untuk mengevaluasi implikasi etisnya secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep taghrīr sebagai praktik manipulasi informasi melalui pendekatan analisis berbasis hadis, serta mengkaji relevansinya dalam menjelaskan distorsi pasar digital kontemporer. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengintegrasikan metode validasi hadis klasik, yaitu analisis sanad dan matan, dengan kerangka teori asimetri informasi. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih hadis-hadis utama yang berkaitan dengan praktik penipuan dalam transaksi, yang kemudian dianalisis melalui proses interpretasi dan kontekstualisasi secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taghrīr memiliki legitimasi epistemologis yang kuat dan dapat diredefinisi sebagai bentuk normatif dari asimetri informasi dalam sistem ekonomi digital. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi berbagai manifestasi taghrīr dalam e-commerce, seperti deskripsi produk yang menyesatkan, manipulasi ulasan, biaya tersembunyi, serta aset digital spekulatif, yang tidak hanya merugikan konsumen secara individual tetapi juga mengganggu kepercayaan dan efisiensi pasar secara sistemik. Dengan menjembatani epistemologi Islam dan teori ekonomi modern, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan kerangka analisis etika pasar digital. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara regulasi teknis dan prinsip etika untuk mewujudkan sistem ekonomi digital yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan dalam konteks global.
Kompetensi Auditor Internal Syariah pada Baitul Maal wat Tamwil (BMT): Tantangan dan Strategi Pengembangan SDM Fadhil G Lusaputra; Lustono Lustono; Budi Susetyo; Nisrina Tuhfatul Azizah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.63

Abstract

Perkembangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah menuntut penguatan tata kelola yang akuntabel dan sesuai prinsip syariah, terutama melalui optimalisasi fungsi audit internal syariah. Namun, dalam praktiknya, kompetensi auditor internal syariah pada BMT masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya akses pelatihan dan sertifikasi, serta belum optimalnya implementasi audit syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi ideal auditor internal syariah pada BMT, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan karakteristik lembaga keuangan mikro syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku akademik, regulasi, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan audit syariah, kompetensi auditor, dan tata kelola BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor internal syariah BMT harus dibangun secara integratif melalui tiga dimensi utama, yaitu kompetensi syariah, kompetensi audit teknis, dan kompetensi kontekstual BMT. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi auditor masih menghadapi tantangan struktural, kelembagaan, sumber daya manusia, dan regulasi yang memengaruhi efektivitas audit internal syariah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menawarkan strategi pengembangan SDM melalui pendekatan makro, mikro, pemanfaatan teknologi, serta penguatan jejaring kelembagaan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model kompetensi integratif auditor internal syariah BMT yang dapat menjadi acuan dalam penguatan kapasitas auditor dan tata kelola lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia.
Reconstructing Islamic Mindfulness as an Approach to Mental Health for Generation Z: A Literature Review Based on Al-Baqarah 286 Faza Daffa Al Khirzin; Naqiyah Naqiyah; Nisrina Tuhfatul Azizah; Mohammed Elfadil Ahmed Bakhit
ZAD Al-Mufassirin Vol. 8 No. 1 (2026): ZAD Al-Mufassirin June 2026 [In Progress]
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v8i1.424

Abstract

This study aims to reconstruct the concept of Islamic mindfulness based on Q.S. Al-Baqarah verse 286 as an alternative approach to addressing mental health issues among Generation Z. This research employed a qualitative approach using library research with thematic interpretation and descriptive-critical analysis. Data were obtained from the Qur’an, classical and contemporary tafsir literature, psychology books, and scientific journals discussing mindfulness, Islamic psychology, and mental health. The findings revealed that Al-Baqarah verse 286 contains three major dimensions of Islamic mindfulness, namely self-awareness, self-acceptance, and emotional regulation, which were reconstructed into the 3L I-Mind model consisting of Limit, Load, and Lightness. This model emphasizes awareness of self-capacity, moral responsibility in facing life burdens, and spiritual relief through prayer and reliance on Allah. The novelty of this study lies in the reconstruction of Al-Baqarah 286 as a systematic and applicable Islamic mindfulness framework that integrates Qur’anic values with modern mental health theories. This study implies that Islamic mindfulness may serve as a contextual psycho-spiritual approach to strengthen the mental resilience of Muslim Generation Z in the digital era.