Maulida, Rima
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pencegahan Hoaks Pada Era Digital 4.0 dalam Perspektif Tafsir Kontemporer (Studi terhadap Tafsir al-Misbah dan Muyassar) Abdillah, Muhammad Torieq; Maulida, Rima; Budiarti, Erlita
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v16i1.12973

Abstract

Digitalisasi sebagai salah satu zaman yang semua kegiatan didukung dengan adanya teknologi, perkembangan teknologi pada era digital terus berjalan sebagaimana bidang yang mengalami perkembangan ketat ialah komunikasi dan informasi. Seiring berjalannya waktu, informasi hadir dalam ponsel pintar yang memiliki fitur canggih dapat diakses secara bandwitch. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit pengguna digital mendapatkan informasi palsu yang lebih dikenal dengan hoaks. Media hadir menyampaikan sebuah informasi yang tidak terlepas dari berbagai kepentingan sosial dan politik.Berita hoaks sebagai bentuk berita palsu yang seharusnya pembaca dapat mengasumsikan antara faktual dan opini dan akan menggunakan metode penyaringan informasi sebagai bentuk evaluasi kesaksian dari lawan bicara yang terpercaya mana yang dapat ditolak. Menindak lanjuti adanya hoaks, maka dikaji berdasarkan Tafsir Al-Misbah dan Muyassar sebagai data primer. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menindaklanjuti berita hoaks. Hasil menujukkan bahwa pembahasan hoaks terdapat pada Surah Al-Hujurat: 6 sebagai bentuk pencegahan hoaks, terutama pada era digital. Berita yang dibawakan oleh orang fasik tidak bisa langsung diterima karena akan merupakan perbuatan zalim. Selain itu, hadis dan juga ulama melalui fatwa MUI juga mengecam perbuatan hoaks dan memerintahkan agar melakukan tabayyun atau mengecek kebenaran berita itu.