Rani Medisa
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Defending Land Rights: A Study of Agrarian Conflict in Pengudang Village, Bintan Regency, Kepulauan Riau Province Rani Medisa; Heni Hardianti; Yogi Pranata; Nikodemus Niko
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/r36d1e14

Abstract

The land conflict between the residents of Pengudang Village and PT Buana Megawisatama (BMW) in Bintan Regency dates back to 1993, whenthe company offered compensation to local residents to relinquish their land at disproportionately low prices, accompanied by promises ofresidential plots and housing, most of which were never fulfilled. This imbalance triggered mounting tensions and protests from the community, culminating in demonstrations involving university students and resulting in repressive actions by security forces. This study aims to examine the root causes of the conflict in depth and to evaluate the effectiveness of various resolution efforts undertaken, including mediation and directinterventions by relevant stakeholders. Data were collected through in-depth interviews with informants selected via snowball sampling. The findings reveal that this conflict reflects structural tensions between local communities and corporate interests over access to and control of land, with significant social, economic, and environmental repercussions for the affected population. Despite the local government’s mediation efforts and land retribution initiatives.
EDUKASI BERBASIS MEDIA PLANG SAMPAH LAMA TERURAI DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA/I SEKOLAH DASAR NEGERI 009 GALANG BATAM Rani Medisa; Rendy Syafutra; Rani Puspita; Raja Muhammad Iqbal Fachriansyah; Riska Ananda; Regina Cecilia; Regina Syafriani Boru Sitorus; Ria Safira; Ringga Umi Kalsum; Aang Yudho Prastowo
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18176

Abstract

ABSTRAK Penanganan sampah merupakan persoalan global yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia. Indonesia sendiri menghasilkan sekitar 69,9 juta ton sampah pada tahun 2023, dengan mayoritas belum terkelola secara optimal. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Batam, khususnya di wilayah pesisir Rempang Cate, yang menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat dan siswa sekolah dasar dalam membuang sampah pada tempatnya. Permasalahan utama yang ditemukan di SDN 009 Galang adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, serta dampak jangka panjang dari sampah anorganik. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan program edukasi lingkungan melalui sosialisasi dan pemasangan plang edukasi lama terurai sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan masyarakat sekitar, dengan tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan jenis sampah serta kesadaran akan dampak lingkungan dari sampah anorganik. Selain itu, sikap siswa mengalami perubahan positif dengan meningkatnya motivasi membuang sampah pada tempatnya. Keberadaan plang edukasi juga berfungsi sebagai media visual berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat keterlibatan kolektif dalam menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan pesisir. Kata Kunci: Edukasi Lingkungan, Plang Sampah, Kesadaran Siswa, Pesisir