Rendy Syafutra
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI BERBASIS MEDIA PLANG SAMPAH LAMA TERURAI DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA/I SEKOLAH DASAR NEGERI 009 GALANG BATAM Rani Medisa; Rendy Syafutra; Rani Puspita; Raja Muhammad Iqbal Fachriansyah; Riska Ananda; Regina Cecilia; Regina Syafriani Boru Sitorus; Ria Safira; Ringga Umi Kalsum; Aang Yudho Prastowo
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18176

Abstract

ABSTRAK Penanganan sampah merupakan persoalan global yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia. Indonesia sendiri menghasilkan sekitar 69,9 juta ton sampah pada tahun 2023, dengan mayoritas belum terkelola secara optimal. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Batam, khususnya di wilayah pesisir Rempang Cate, yang menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat dan siswa sekolah dasar dalam membuang sampah pada tempatnya. Permasalahan utama yang ditemukan di SDN 009 Galang adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, serta dampak jangka panjang dari sampah anorganik. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan program edukasi lingkungan melalui sosialisasi dan pemasangan plang edukasi lama terurai sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan masyarakat sekitar, dengan tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan jenis sampah serta kesadaran akan dampak lingkungan dari sampah anorganik. Selain itu, sikap siswa mengalami perubahan positif dengan meningkatnya motivasi membuang sampah pada tempatnya. Keberadaan plang edukasi juga berfungsi sebagai media visual berkelanjutan yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat keterlibatan kolektif dalam menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan pesisir. Kata Kunci: Edukasi Lingkungan, Plang Sampah, Kesadaran Siswa, Pesisir
Implementation of The Posyandu Program for Integrated Primary Health Care (ILP) in The Management of Hypertension and Diabetes Mellitus in Tanjungpinang City Rendy Syafutra; Nur Aslamatturahmah Dwi Putri; Eki Darmawan
Iustitia: Journal of Legal Theory, Politics, and International Relations Vol. 1 No. 3 (2026): Iustitia: Journal of Legal Theory, Politics, and International Relations
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus require continuous preventive, promotive, and early detection services at the community level. The Integrated Primary Health Care (ILP) Posyandu Program was implemented to expand primary health services through a life-course approach. This study aimed to analyze the implementation of ILP Posyandu for hypertension and diabetes mellitus management in Tanjungpinang City. A qualitative descriptive approach was used, involving observations, in-depth interviews, and documentation. Informants consisted of DKP2KB officials, primary health center personnel, health workers, Posyandu cadres, and community members. The findings indicate that ILP implementation integrates screening, health education, consultation, recording, and referral services. Policy support and coordination among DKP2KB, primary health centers, cadres, and local community structures support program implementation. However, community participation remains uneven, particularly among adolescents and productive-age adults. Implementation is also constrained by limited health personnel, increased cadre workload, variations in cadre capacity, and physical limitations at several service locations. Strengthening health promotion, community outreach, cadre training, human resources, facilities, coordination, and monitoring is required to improve implementation quality and sustain community-based hypertension and diabetes mellitus services.