Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Akuntabilitas Vertikal dan Horizontal dalam Birokrasi Pemerintahan Daerah Teguh; Mohammad
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 6 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i6.240

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana akuntabilitas vertikal dan horizontal dapat dibangun dalam birokrasi pemerintahan daerah untuk memperkuat prinsip good governance dan kepercayaan publik. Akuntabilitas publik merupakan landasan penting dalam pengelolaan pemerintahan yang transparan, responsif, dan akuntabel, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap efektivitas kinerja birokrasi daerah. Literatur menunjukkan bahwa akuntabilitas vertikal, yaitu pertanggungjawaban pejabat dan lembaga kepada pemangku kepentingan eksternal seperti warga negara melalui mekanisme demokrasi dan partisipasi publik, berperan signifikan dalam menahan penyalahgunaan kekuasaan dan meningkatkan legitimasi pemerintahan (Lührmann, Marquardt, & Mechkova, 2020). Sementara itu, akuntabilitas horizontal mencakup hubungan pertanggungjawaban antar lembaga pemerintah yang setara—misalnya legislatif, eksekutif, dan lembaga pengawas—untuk memastikan fungsi checks and balances dalam sistem birokrasi modern (Schillemans, 2008). Studi empiris nasional juga menegaskan pentingnya kedua bentuk akuntabilitas ini dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa dan daerah (Hamzah & Asyâ’ari, 2023). Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan analisis dokumen kebijakan, wawancara dengan pejabat pemerintah daerah, dan survei persepsi publik untuk mengidentifikasi faktor-faktor struktural dan institusional yang memfasilitasi pembangunan akuntabilitas strategis di birokrasi daerah. Hasilnya diharapkan memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui desain mekanisme akuntabilitas yang adaptif, integratif, dan partisipatif.
Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Desa Gedangan Sidoarjo Mohammad; Mohammad; Teguh
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i2.74

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan produktivitas usaha, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan produktivitas UMKM di Desa Gedangan Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM di Desa Gedangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dapat membantu pelaku UMKM dalam pembuatan konten promosi, pengelolaan media sosial, serta analisis tren pasar untuk menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif. Pemanfaatan teknologi AI juga mampu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam proses pemasaran serta memperluas jangkauan pasar melalui platform digital. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam penerapannya, seperti keterbatasan pengetahuan teknologi dan keterampilan digital pelaku UMKM. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan agar pemanfaatan Artificial Intelligence dapat diterapkan secara optimal dalam meningkatkan produktivitas UMKM
OPERATIONAL CYBER RESILIENCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI ANTARA DIGITAL TRANSFORMATION DAN BUSINESS CONTINUITY PADA PT XYZ Mohammad
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 4 (2026): MAY 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i4.269

Abstract

Transformasi digital meningkatkan kecepatan, integrasi, dan fleksibilitas proses bisnis, tetapi pada saat yang sama memperluas ketergantungan organisasi terhadap sistem informasi, layanan komputasi awan, konektivitas, data, dan pihak ketiga digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran operational cyber resilience sebagai variabel mediasi antara digital transformation dan business continuity pada PT XYZ. Operational cyber resilience didefinisikan sebagai kemampuan sosio-teknis organisasi untuk mengantisipasi, menahan, mendeteksi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap gangguan yang menggunakan atau memengaruhi sumber daya siber, sambil mempertahankan layanan bisnis kritis pada tingkat yang dapat diterima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan sintesis tematik dan pattern matching terhadap dimensi transformasi digital, ketahanan siber operasional, dan keberlangsungan bisnis. Hasil analisis konseptual menunjukkan bahwa transformasi digital menyediakan visibilitas data, otomatisasi, fleksibilitas kerja, dan skalabilitas infrastruktur yang berpotensi memperkuat keberlangsungan bisnis. Namun, manfaat tersebut tidak otomatis terbentuk karena peningkatan konektivitas juga menciptakan risiko konsentrasi teknologi, serangan siber, kegagalan integrasi, serta ketergantungan vendor. Operational cyber resilience memediasi hubungan tersebut melalui tata kelola risiko siber yang terintegrasi, arsitektur yang tahan gangguan, kemampuan deteksi dan respons, pemulihan berbasis prioritas bisnis, serta pembelajaran pascainsiden. Dengan demikian, mediasi yang terbentuk bersifat parsial: transformasi digital memiliki pengaruh langsung terhadap kontinuitas, tetapi dampaknya menjadi lebih stabil dan dapat dipertanggungjawabkan ketika diterjemahkan menjadi kapabilitas ketahanan siber operasional. Implikasi penelitian menekankan perlunya penyelarasan strategi digital, keamanan siber, manajemen risiko, dan business continuity management dalam satu kerangka operasional yang diuji secara berkala.