Dahlena Ariyani
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN PADA SINTESIS KOMPOSIT ARANG-KITOSAN TERIKAT-SILANG EPIKLOROHIDRIN TERHADAP KEMAMPUANNYA DALAM MENGADSORPSI ZAT WARNA NAPHTHOL BLUE BLACK Dahlena Ariyani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v19i2.23423

Abstract

Sintesis komposit arang-kitosan terikat-silang epiklorohidrin (ACCE) sebagai adsorben zat warna naphthol blue black telah dilakukan karena kapasitas adsorpsi dari arang aktif kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gugus fungsi dan kadar air komposit ACCE, serta mendapatkan data pengaruh konsentrasi kitosan terhadap kemampuan adsorpsinya di dalam komposit ACCE sebagai adsorben zat warna naphthol blue black. Komposit ACCE terdiri dari campuran arang aktif dan larutan kitosan dari berbagai variasi rasio yang diikat silang menggunakan epiklorohidrin kemudian dianalisis pengaruh waktu kontak, pH, dan konsentrasi awal terhadap kemampuan adsorpsi zat warna naphthol blue black. Hasil karakterisasi spektra FTIR pada komposit ACCE menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi antara arang aktif dan kitosan terikat-silang epiklorohidrin, hal tersebut dibuktikan dengan bilangan gelombang 2377 cm-1 yang muncul pada spektrum komposit ACCE yang diidentifikasikan sebagai N-H tekuk. Pengaruh waktu kontak dengan variasi menunjukkan bahwa waktu kesetimbangan tercapai pada waktu 30 menit. Pengaruh pH optimum menunjukkan bahwa persentase adsorpsi paling tinggi terjadi pada pH netral yaitu pada komposit AC8CE2 mencapai 10,26 mg/g, hal tersebut dikarenakan adanya pengikat-silang dapat meningkatkan stabilitas kitosan. Pengaruh konsentrasi awal terhadap kemampuan adsorpsi menunjukkan semakin meningkatnya konsentrasi awal, maka akan meningkatkan kemampuan adsorpsi dari zat warna naphthol blue black yaitu pada komposit AC8CE2 mencapai 32,86 mg/g, komposit AC8CE4 mencapai 29,49 mg/g, komposit AC8CE6 mencapai 26,06 mg/g dan komposit AC8CE8 mencapai 28,08 mg/g.
Efficiency of Chitosan and Alum as Coagulants for Peat Water Treatment Dahlena Ariyani; Utami Irawati; Taufiqur Rohman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v20i1.25697

Abstract

Penelitian ini mengkaji efisiensi dari kitosan dan tawas sebagai koagulan untuk pengolahan air gambut. Dosis dan pH optimum koagulasi ditentukan berdasarkan penurunan turbiditas dan kadar senyawa organik dalam air gambut setelah dikoagulasi dengan kitosan dan tawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum untuk kitosan sebesar 5 mg/L dan tawas sebesar 15 mg/L dengan penurunan turbiditas sebesar 81,91% dan 76,28%. Koagulasi oleh kitosan dan tawas dipengaruhi oleh pH, dimana koagulasi oleh kitosan berlangsung optimum pada pH 8 dengan penurunan turbiditas sebesar 83,36%. Untuk tawas, pH optimum koagulasi adalah pada pH 7 dengan penurunan turbiditas sebesar 88,02%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawas lebih efektif dibandingkan dengan kitosan dalam menurunkan kadar senyawa organik pada air gambut.