Modernitas yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan meningkatnya individualisme telah menciptakan berbagai tekanan sosial yang berkontribusi pada melemahnya ketahanan sosial masyarakat. Fenomena menurunnya kepercayaan sosial (social trust), fragmentasi komunitas, berkurangnya partisipasi kolektif, serta meningkatnya kerentanan terhadap perubahan sosial menunjukkan perlunya kerangka nilai yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme nilai-nilai Islam dalam memperkuat dimensi-dimensi ketahanan sosial yang mencakup social trust, social cohesion, collective action, dan adaptive capacity di tengah dinamika modernitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis tematik dan content analysis terhadap literatur ilmiah bereputasi yang dikurasi secara sistematis dari berbagai database akademik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, ta’awun, al-‘adl, amanah, dan tasamuh berfungsi sebagai modal sosial yang memperkuat hubungan interpersonal, meningkatkan kohesi sosial, mendorong partisipasi kolektif, serta mendukung kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan sosial. Selain itu, institusi Islam seperti waqf dan sadaqah berperan sebagai infrastruktur sosial yang menghubungkan nilai-nilai normatif dengan praktik solidaritas dan aksi kolektif yang nyata. Penelitian ini menawarkan model konseptual integratif yang menjelaskan hubungan antara nilai-nilai Islam dan dimensi ketahanan sosial kontemporer, sekaligus memperluas perspektif teori modal sosial melalui integrasi sumber daya religius-kultural dalam masyarakat Muslim. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan sosial, program pemberdayaan masyarakat, dan desain kelembagaan berbasis nilai dalam upaya memperkuat ketahanan sosial di Indonesia maupun negara-negara Muslim lainnya.