Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Dialectics of Islamic Religious Education Learning and the Formation of Students’ Personality from the Perspective of Islamic Tarbiyah Basuki Basuki; Dede Ilham; Ahd. Mujahid
Al Hikmah: Journal of Education Vol 6, No 2 (2025): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v6i2.499

Abstract

This article examines the dialectical relationship between Islamic Religious Education (PAI) learning and the formation of students’ personality from the perspective of Tarbiyah Islamiyah. The scope of the study focuses on the dynamic interaction between learning objectives, pedagogical strategies, the internalization of Islamic values, and the development of students’ Islamic personality. The study aims to analyze how PAI learning functions as an interactive educational process that goes beyond the transmission of religious knowledge to shape students’ attitudes, behaviors, and character in a sustainable manner. This study employs a qualitative literature-based approach. Data analysis is conducted using thematic analysis by reviewing, categorizing, and synthesizing key findings from relevant literature to identify patterns, concepts, and perspectives related to Islamic Religious Education, students’ personality development, and Tarbiyah Islamiyah. Literature sources are selected based on several criteria, including peer-reviewed scholarly articles published within the last five years, relevance to the research focus, and a predominance of journal articles (at least 80%), including national and international journals as well as articles from the Al-Hikmah Journal of Education. The findings indicate that PAI learning within the Tarbiyah Islamiyah framework demonstrates a dialectical nature that positions students as active subjects of education through the integration of faith (iman), knowledge (ilm), and practice (amal). Learning processes grounded in role modeling, habituation, and contextualization of values play a significant role in fostering students’ moral character, responsibility, and religious awareness. This study contributes theoretically to the discourse on Islamic education by reinforcing the strategic role of PAI in developing students’ holistic personality within the Islamic educational paradigm.
Kontribusi nilai-nilai islam dalam membangun ketahanan sosial masyarakat modern Ahd Mujahid; Dede Ilham; Syukron Darsyah
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 1 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/020719

Abstract

Modernitas yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan meningkatnya individualisme telah menciptakan berbagai tekanan sosial yang berkontribusi pada melemahnya ketahanan sosial masyarakat. Fenomena menurunnya kepercayaan sosial (social trust), fragmentasi komunitas, berkurangnya partisipasi kolektif, serta meningkatnya kerentanan terhadap perubahan sosial menunjukkan perlunya kerangka nilai yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme nilai-nilai Islam dalam memperkuat dimensi-dimensi ketahanan sosial yang mencakup social trust, social cohesion, collective action, dan adaptive capacity di tengah dinamika modernitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis tematik dan content analysis terhadap literatur ilmiah bereputasi yang dikurasi secara sistematis dari berbagai database akademik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, ta’awun, al-‘adl, amanah, dan tasamuh berfungsi sebagai modal sosial yang memperkuat hubungan interpersonal, meningkatkan kohesi sosial, mendorong partisipasi kolektif, serta mendukung kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan sosial. Selain itu, institusi Islam seperti waqf dan sadaqah berperan sebagai infrastruktur sosial yang menghubungkan nilai-nilai normatif dengan praktik solidaritas dan aksi kolektif yang nyata. Penelitian ini menawarkan model konseptual integratif yang menjelaskan hubungan antara nilai-nilai Islam dan dimensi ketahanan sosial kontemporer, sekaligus memperluas perspektif teori modal sosial melalui integrasi sumber daya religius-kultural dalam masyarakat Muslim. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan sosial, program pemberdayaan masyarakat, dan desain kelembagaan berbasis nilai dalam upaya memperkuat ketahanan sosial di Indonesia maupun negara-negara Muslim lainnya.