Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Dasar Belajar Dan Pembelajaran Dalam Pendidikan Syukron Darsyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12957

Abstract

Pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk menghasilkan output dalam sebuah proses pendidikan. Pemahaman yang baik tentang konsep dasar pembelajaran sangat diperlukan oleh pelaku pendidikan seperti guru, dosen dan pemangku kepentingan dalam sebuah satuan pendidikan. Penelitian ini mencoba membahas tentang konse-konsep dasar pembelajaran. Konsep dasar tersebut sebagai pijakan awal dalam keberlangsungan proses pendidikan menuju terciptanya Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkualitas. Jenis penelitian ini merupakan kajian pustaka (Library Research) dengan teknik analisis isi. Dalam penelitian ini menunjukkan beberapa konsep dasar dalam pendidikan yang harus menjadi dasar dan pijakan dalam sebuah pembelajaran yaitu Landasan Pembelajaran, Komponen Komponen Pembelajaran, teori belajar dan model-model pembelajaran
Analisis Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam Di Brunei Darussalam Syukron Darsyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.15513

Abstract

Brunei merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang paling kaya dan potensi Sumber Daya Alam yang melimpah. Potensi itu belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk dunia pendidikan. Kurikulum merupakan hal yang sangat penting bagi berjalannya sistem pendidikan dalam sebuah negara atau pemerintahan. Artikel ini mencoba membahas tentang sejauh mana kebijakan pemerintah Brunei terhadap Kurikulum Pendidikan Islam dan implikasinya bagi kemajuan pendidikan di Brunei Darusalam. Penulisan ini menggunakan metode literature review yang berusaha menceritakan tentang ulasan, rangkuman dan pemikiran tulisan dari berbagai sumber kepustakaan. Penulis menyimpulkan bahwa Kebijakan Pemerintah Brunei Darusalam terhadap Kurikulum Pendidikan Islam harus berpatokan dan berlandaskan pada 3 (Tiga) bidang utama berlaku di Brunei Darusalam yaitu sistem dwi bahasa di semua sekolah, konsep Melayu Islam Beraja (MIB) dalam kurikulum sekolah dan peningkatan serta pengembangan sumber daya manusia termasuk pendidikan vokasi (Kejuruan). Penulis juga menginventarsir Sistem Kurikulum pendidikan di Brunei yang dimulai dari Dasar Pendidikan 1954, Dasar Pendidikan Negara 1962, Dasar Pendidikan 1972 dan Dasar Dwibahasa 1984, Dasar Pendidikan 2002 dan Sistem Pendidikan Negara Abad ke- 21 atau SPN21 2009 yang menjadi pijakan utama dalam pengelolaan Pendidikan Islam di Brunei Darusalam menuju sistem yang unggul dan terintegrasi. Penulis juga menyimpukan bahwa Pemerintah Brunei harus mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan pendanaan yang melimpah untuk bisa mengelola dan mengembangkan kurikulum pendidikan Islam menjadi lebih baik lagi. Selain itu, Komitmen dan political will dari pemerintah Brunei Darusalam juga harus menjadi perhatian dalam pengelolaan kurikulum pendidikan islam dan pendidikan Islam secara umum di Brunei Darusalam.
Kontribusi nilai-nilai islam dalam membangun ketahanan sosial masyarakat modern Ahd Mujahid; Dede Ilham; Syukron Darsyah
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 1 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/020719

Abstract

Modernitas yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan meningkatnya individualisme telah menciptakan berbagai tekanan sosial yang berkontribusi pada melemahnya ketahanan sosial masyarakat. Fenomena menurunnya kepercayaan sosial (social trust), fragmentasi komunitas, berkurangnya partisipasi kolektif, serta meningkatnya kerentanan terhadap perubahan sosial menunjukkan perlunya kerangka nilai yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme nilai-nilai Islam dalam memperkuat dimensi-dimensi ketahanan sosial yang mencakup social trust, social cohesion, collective action, dan adaptive capacity di tengah dinamika modernitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis tematik dan content analysis terhadap literatur ilmiah bereputasi yang dikurasi secara sistematis dari berbagai database akademik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, ta’awun, al-‘adl, amanah, dan tasamuh berfungsi sebagai modal sosial yang memperkuat hubungan interpersonal, meningkatkan kohesi sosial, mendorong partisipasi kolektif, serta mendukung kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan sosial. Selain itu, institusi Islam seperti waqf dan sadaqah berperan sebagai infrastruktur sosial yang menghubungkan nilai-nilai normatif dengan praktik solidaritas dan aksi kolektif yang nyata. Penelitian ini menawarkan model konseptual integratif yang menjelaskan hubungan antara nilai-nilai Islam dan dimensi ketahanan sosial kontemporer, sekaligus memperluas perspektif teori modal sosial melalui integrasi sumber daya religius-kultural dalam masyarakat Muslim. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan sosial, program pemberdayaan masyarakat, dan desain kelembagaan berbasis nilai dalam upaya memperkuat ketahanan sosial di Indonesia maupun negara-negara Muslim lainnya. 
Constructing Agile Islamic Educational Leadership in Responding to Learning Ecosystem Disruption in the Digital Era Kenny Agusto Arie Wibowo; Syukron Darsyah; Kadar Risman; Mulyadi
Khazanah: Journal of Islamic Education and Science Vol. 1 No. 2 (2025): Khazanah: Journal of Islamic Education and Science
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/khazanah.v1i2.872

Abstract

The disruption of learning ecosystems in the digital era has fundamentally restructured interaction patterns, organizational structures, and pedagogical practices within educational institutions, including Islamic education. Rapid digital transformation has required leadership models that are adaptive while remaining grounded in Islamic values. This study aimed to construct a conceptual framework of agile Islamic educational leadership in responding to the dynamics of digital learning disruption. The research employed a descriptive qualitative approach through a Systematic Literature Review of scientific publications from 2016 to 2025 retrieved from the Scopus, Google Scholar, and Sinta databases. Data were collected through systematic digital documentation and analyzed using content analysis and thematic analysis. The findings indicated that agile Islamic educational leadership was developed through the integration of organizational adaptability, data-driven decision making, digital collaboration, teacher capacity development, and a digital vision grounded in the principles of amanah, shura, and justice. This construction expanded the paradigm of educational leadership by integrating agility theory with Islamic values and provided practical guidance for sustainable digital transformation in Islamic educational institutions.