Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Structural Equation Modeling Method to Analyze the Influence of Learning Style, Mathematics Resilience, and Learning Motivation on Mathematical Problem-Solving Ability Edo Dwi Cahyo; Juitaning Mustika; Dwi Retno Puspita Sari; Fertilia Ikashaum; Ika Yuni Wulansari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19959

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the influence of learning styles, mathematics resilience, and learning motivation on elementary school students’ mathematical problem-solving abilities. The research involved 131 students from three elementary schools in Metro and East Lampung, Indonesia and employed Structural Equation Modeling (SEM) for data analysis. The results showed that all three variables significantly affected students' mathematical problem-solving abilities. Learning motivation had the strongest influence (C.R = 1.880, p = 0.034), followed by mathematics resilience (C.R = 1.754, p = 0.045) and learning style (C.R = 1.729, p = 0.040). The three variables collectively contributed 78.3% to the variance in students' mathematical problem-solving abilities, indicating a strong overall effect. These findings suggest that enhancing students’ learning motivation, building mathematical resilience, and aligning teaching methods with students’ learning styles are effective strategies to improve their mathematical problem-solving performance. The study recommends the implementation of adaptive and inclusive teaching approaches that consider cognitive and psychological factors in elementary mathematics education.Keywords: SEM method, learning style, mathematics resilience, learning motivation, problem-solving ability. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar, ketahanan matematika, dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 131 siswa dari tiga sekolah dasar di Metro dan Lampung Timur, Indonesia dan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Motivasi belajar memiliki pengaruh paling kuat (C.R = 1,880, p = 0,034), diikuti oleh ketahanan matematika (C.R = 1,754, p = 0,045) dan gaya belajar (C.R = 1,729, p = 0,040). Ketiga variabel tersebut secara kolektif memberikan kontribusi sebesar 78,3% terhadap varians kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang menunjukkan efek keseluruhan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa, membangun ketahanan matematika, dan menyelaraskan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja pemecahan masalah matematika mereka. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan pengajaran yang adaptif dan inklusif yang mempertimbangkan faktor kognitif dan psikologis dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.Kata kunci: metode SEM, gaya belajar, ketahanan matematika, motivasi belajar, kemampuan memecahkan masalah.
Belajar Nilai Moral Melalui Drama Peraga: Penguatan Karakter Anak Melalui Teater Mini Edo Dwi Cahyo; Asep Yudianto; Laili Ulfa
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i2.249

Abstract

This community service program aimed to strengthen moral character among elementary school students through drama-based learning. Conducted at MIN 3 Metro, the program involved 25 fifth-grade students and utilized participatory methods, including role-playing, scriptwriting, and drama performances. The activities were designed to enhance emotional intelligence, moral reasoning, and understanding of Pancasila values through experiential learning. Results showed significant improvements: a 72% increase in emotional recognition skills, an 80% reduction in bullying incidents, and 92% of student groups successfully integrating Pancasila principles into their scripts. Qualitative observations revealed profound personal transformations, such as increased confidence in shy students and improved conflict-resolution skills. The program also fostered unexpected outcomes, including the discovery of hidden talents and stronger peer collaboration. Key success factors included student-centered creative processes, simple technological integration for reflection, and strong collaboration with teachers. Challenges such as time constraints were overcome through innovative solutions like "whisper theater" techniques. This initiative demonstrates that drama-based methods can effectively bridge the gap between moral knowledge and real-life application, suggesting its potential for broader implementation in character education programs.
Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Uku Dongeng Interaktif Ardellia Eka Cahyani; Edo Dwi Cahyo
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v5i2.17811

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berbicara anak kelompok B RA AlAkbar Metro Timur, ditandai dengan terbatasnya kosakata, pelafalan yang kurang jelas, penyusunan kalimat yang belum runtut, serta rendahnya keberanian mengemukakan pendapat. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode bercerita dengan media buku dongeng interaktif, dilaksanakan dalam dua siklus dengan 16 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Pada prasiklus, capaian tertinggi hanya 70% (kosakata) dan terendah 31,25% (artikulasI). Setelah tindakan diberikan, terjadi peningkatan pada siklus I, dan seluruh indikator mencapai 100% pada siklus II, kecuali penggunaan kalimat kompleks yang meningkat hingga 81%. Penggunaan buku dongeng interaktif terbukti menciptakan pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan mendorong partisipasi aktif sehingga efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini.